Selasa, 08 April 2014

misteri malaikat 4



Misteri Malaikat---4

Daniel 10:2-13, 21

2 Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh:
3 makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.
4 Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada ditepi sungai besar, yakni sungai Tigris,
5 kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kainlenan dan berikat pinggang emas dariufas.
6 Tubuhnya seperti permats Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala - nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak.
7 Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang - orang yang bersama - sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari tersembunyi;
8 demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku.
9 Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah.
10 Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku.
11 Katanya kepadaku: “Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu. ” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar.
12 Lalu katanya kepadaku: “ Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.
13 Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.

21 Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri dipihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu.


dan ia pun melakukan hal yang sama bagi semua jemaat Allah yang benar pada saat ini, ia melindungi, melayani, serta memberi bantuan kepada mereka.Wahyu 12:7

7 Maka timbullah peperangan di sorga, Mikhael dan malaikat - malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat - malaikatnya,

Tahap Penyempurnaan yang Agung

Allah memberi tanggung jawab - tanggung jawab kepada para kaum malaikat, dan Ia pun menciptakan didalam diri mereka pikiran untuk berpikir, dan untuk berargumentasi ( mengemukakan pendapat, menentukan pilihan dan keputusan – keputusan ).

Tetapi di dalam diri mereka juga terdapat suatu sifat / karakter yang tidak bisa begitu saja tercipta, bahkan daya cipta Allah pun tidak bisa menciptakannya.

Sifat dan karakter tersebut adalah sifat kesempurnaan, kesucian, serta budi luhur yang terdapat didalam diri Allah (yaitu Allah dan Sang Firman).

Karakter tersebut harus dikembangkan, yaitu melalui pemilihan dan kemauan dari ciptaan Allah yang bersangkutan, baik manusia ataupun malaikat, agar karakter Allah tersebut masuk, tertanam, serta dominan pada diri mereka masing - masing.

Jadi perhatikanlah baik - baik bahwa karakter / sifat yang meliputi kesempurnaan, kesucian, dan budi luhur adalah merupakan sifat - sifat yang tidak bisa begitu saja tercipta, serta tertanam, tetapi harus dikembangkan, dan proses pengembangan sifat – sifat tersebut adalah merupakan suatu tahap penyempurnaan yang paling agung dan menentukan.

Itulah tujuan Allah yang paling agung dan besar dalam hal penciptaan.

Tujuan Allah yang terakhir adalah melihat ciptaanNya yang dapat berpikir tersebut memiliki sifat sempurna, suci, dan benar.

Tetapi bagaimanakah caranya agar ciptaanNya memiliki karakter - karakter yang sempurna itu ?

Sekali lagi, karakter - karakter yang agung tersebut harus dikembangkan.

Karakter - karakter tersebut dapat tertanam didalam diri ciptaan, jika ciptaan Allah tersebut mau memilih dan memutuskan untuk memasukkan karakter - karakter tersebut ke dalam diri mereka.

Sekarang, mungkin inilah salah satu pertanyaan yang ingin anda tanyakan, mengapakah sifat tersebut harus dikembangkan, dan mengapakah sifat tersebut tidak dapat secara langsung tercipta ?

Jawaban yang amat tepat bagi pertanyaan ini adalah karena sifat ini akan ditanamkan kepada diri ciptaan yang memiliki pikiran.

Kita mengetahui bahwa pribadi yang mempunyai pikiran akan dapat melakukan hal – hal seperti ini :

1. Menentukan pilihan.

2. Memutuskan sesuatu hal, apakah hal tersebut benar atau salah ?

Inilah sifat unik yang dimiliki oleh pribadi atau ciptaan yang mempunyai pikiran, dan oleh karena hal inilah, maka sifat – sifat yang dimiliki oleh Allah tidak dapat secara langsung ditanamkan, tetapi dibutuhkan suatu keinginan atau persetujuan dari dalam diri ciptaan itu sendiri, untuk memasukkan sifat – sifat tersebut ke dalam diri mereka.

Allah tidak membuat ciptaanNya seperti robot, ciptaanNya mempunyai hak dan diberi hak untuk memilih dan memutuskan apakah mereka mau menerima karakter - karakter sempurna tersebut atau tidak.

Jadi jika ciptaanNya ingin memiliki karakter - karakter super tersebut, maka ciptaanNya harus mau menerima Roh KudusNya.

Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan karakter - karakter yang benar itu ?

Karakter yang benar itu adalah kesempurnaan, kesucian dan budi luhur, yaitu kemampuan - kemampuan untuk melihat jalan yang benar, dan yang baik dari jalan - jalan yang salah, serta dengan secara sukarela dan tanpa syarat mau menyerahkan diri kepada Allah, berjalan dalam jalanNya yang sempurna - serta mau melakukan hal – hal yang berkenan di hati Allah, dan hidup secara benar walaupun harus melawan godaan atau hawa nafsu.

Walaupun karakter - karakter suci tersebut adalah karunia dari Allah, tetapi karakter - karakter tersebut hanya dapat tertanam jika ciptaan tersebut menyerahkan diri tanpa syarat kepada Allah, sehingga Allah akan memberikan RohNya yang kudus itu, untuk meletakkan hukum – hukumNya pada diri ciptaan tersebut. (yaitu Jalan Benar Allah ).

Dan akhirnya hukum – hukumNya tersebut dapat digunakan sebagai panutan dalam bertingkah laku dan berkehendak.

Bagaimanapun juga, karakter super ini berasal dari Allah yang ditanamkan dalam diri ciptaanNya, baik ketika ciptaanNya itu bertobat / menyerahkan diri kepadaNya, maupun setelah mengalami ujian dan cobaan - cobaan yang berat.

Pencobaan disini adalah suatu situasi sulit yang harus dihadapi oleh ciptaan Allah, dimana ciptaan Allah tersebut berusaha / mencoba untuk mendapatkan serta memelihara karakter - karakter super tersebut, dari antara nafsu duniawi yang terus mengejar dan menjatuhkan.

( berlanjut 1-17 )

Prepared by:
FULL GOSPEL INDONESIA
Bambang Wiyono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar