Jumat, 08 Mei 2015

ASAL USUL BAPTISAN KUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI

oleh Pengamat Rohani

Seluruh dunia sudah tahu kalau ajaran mengenai baptisan air tersebut sumbernya hanya satu orang saja yaitu Yohanes Pembaptis. Dan itulah sebabnya sehingga Yohanespun berubah namanya menjadi Yohanes Pembaptis.
Tapi meskipun sumbernya hanya satu orang saja namun yang anehnya kini tatacara melakukan baptisan air tersebut sudah berbeda-beda. Kalau begitu maka berarti pasti ada yang palsu diantara yang berbeda-beda tersebut.
Yohanes Pembaptis melakukan kesemuanya itu bukan atas keinginan dari diri pribadinya, melainkan atas perintah dari Yesus sendiri (Yoh 1:33). Oleh karena itu maka jangan berani main-main dengan yang diperintahkan oleh Yesus tersebut.

Yohanes Pembaptis memperkenalkan ajaran mengenai baptisan air tersebut bukan hanya secara teori saja, melainkan langsung ia praktekkan di sungai Yordan, caranya yakni dicelup/diselam didalam air.
Namun tatacara baptisan air yang diperintahkan oleh Yesus melalui Yohanes Pembaptis tersebut kini sudah diserongkan, diubah, diganti, ditolak, dihujat, dll, antara lain diubah menjadi dikucur air ke kepala tiga kali oleh penulis kitab Didache.
Dengan demikian maka asal usul baptisan percik/ kucur air ke kepala tiga kali tersebut bukan dari firman Tuhan, melainkan diambil dari Kitab Didache.
Kalau mau lihat kitab Didache klik disini: http://id.wikipedia.org/wiki/Didache

Penulis kitab Didache tidak menyadari kalau ternyata tulisannya didalam kitab Didache tersebut termasuk salah satu dari kesekian banyak kitab yang dibuat secara khusus untuk menyerongkan tatacara baptisan air selam/celup (baptisan Yohanes) yang bertujuan untuk menggenapi perkataan Yesus didalam Mat 11:12 “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.”
Ajaran mengenai bertobat dan berbaptis dengan air tersebut adalah bagian dari Injil Kerajaan Allah yang kini telah diserongkan oleh para pemeluk agama Kristen sendiri.
Perkataan Yesus didalam Mat 11:12 tersebut diucapkan-Nya sekitar tahun 25-30 dan ternyata langsung digenapi oleh kitab Didache sekitar tahun 60-70.

Dimana setelah Yohanes Pembaptis dan Yesus mati maka muncullah kitab Didache yang ditulis sekitar tahun 80-100 masehi, yang ditemukan pada tahun 1873 oleh Philotheos Bryennios, Direktur Sekolah Tinggi Teologia Yunani di Konstantinopel dan dipublikasikan pada tahun 1883, dimana pada pasal 7:1-4 ada dibicarakan mengenai pembaptisan air, dan pasal 7:3 memuat cara baptis dengan cara dikucur air di kepala tiga kali sebagai pengganti cara baptis air selam/celup (baptisan Yohanes) jika jumlah air yang dibutuhkan tidak memadai.

Adapun bunyi lengkap Didache pasal 7:1-4 adalah sbb:
7.1 Berkenaan dengan pembaptisan, baptislah dengan cara seperti ini: setelah apa-apa yang kami katakan terdahulu, baptislah (selam/celup) dengan nama Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus, dengan air yang mengalir (di sungai).
7.2 Apabila kamu tidak mendapatkan air yang mengalir (sungai), baptislah (selam/celup) dengan air yang lain (yang tidak mengalir yaitu di danau, kolam, telaga, dll). Bila memungkinkan, dengan air dingin, jika tidak, dengan air panas.

7.3 Jika keduanya (sungai, danau, kolam, telaga, dll) tidak kamu dapati, maka kucurkanlah (perciklah) air ke kepala tiga kali dengan menyebut nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
7.4 Sebelum pembaptisan, orang yang akan membaptis hendaknya berpuasa, juga orang yang akan dibaptis, dan orang-orang lain yang mampu melakukannya, dan saya memerintahkan kepada orang yang akan membaptis, hendaknya dia berpuasa selama satu atau dua hari sebelum pembaptisan.
Nampaknya para penulis kitab Didache sudah tahu dan juga sudah mengakui kalau prosesi pembaptisan air yang benar itu adalah dicelup/diselam didalam air yang mengalir (sungai) dan atau di tempat lain seperti danau, telaga, kolam, dll juga bisa (Didache 7:1-2).

Tetapi yang hebatnya bahwa penulis kitab Didache berani membuat alternative lain, atau tatacara lain yaitu apabila airnya tidak cukup maka boleh DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI (Didache 7:3).
Padahal kalau kita ukur memakai firman Tuhan maka prosesi DIKUCUR AIR TIGA KALI ke kepala anak bayi tersebut tidak dapat disebut sebagai prosesi baptisan air, akan tetapi ia sangat tepat dan sangat alkitabiah bila disebut sebagai prosesi penyerahan anak atau penyerahan bayi saja.
Tetapi apabila DIKUCUR AIR TIGA KALI ke kepala anak bayi tersebut disebut sebagai prosesi baptisan air maka hal itu sudah jauh menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.
Sebab firman Tuhan tidak ada mengajarkan untuk membaptis anak bayi, tetapi firman Tuhan hanya mengajarkan untuk membaptis orang yang sudah bertobat (Mat 3:11), sedangkan anak bayi tidak bisa bertobat, makanya anak bayi hanya diserahkan saja supaya Yesus memberkati mereka, perhatikan ayatnya didalam Mrk 10:13-16.

Adapun mengenai media yang dipakai oleh gereja dalam prosesi penyerahan anak yang juga memakai media air tersebut, hal itu tidak masalah, sebab didalam prosesi penyerahan anak tidak ada diatur secara khusus mengenai apa-apa saja media yang wajib untuk dipakai.
Namun beda halnya dengan baptisan air celup/selam (baptisan Yohanes), medianya sudah jelas yakni air (Mat 3:11a dan Kis 1:5).
Jadi berhubung media yang dipakai dalam prosesi penyerahan anak tidak ada di atur didalam firman Tuhan maka berarti penggunaan media air yakni DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI tersebut adalah sah-sah saja, asalkan prosesinya memakai nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Tapi setelah anak-anak bayi tersebut kelak dewasa maka wajib hukumnya baginya untuk BERTOBAT lalu memberi diri dibaptis dengan air celup/selam (baptisan Yohanes) sebagimana Amanat Aagung Yesus dan perintah Roh Kudus didalam Luk 3:3, Mrk 16:16, Kis 2:38.
Sama seperti saya dulu, sewaktu saya bayi, saya diserahkan oleh kedua orangtua saya kepada Yesus, oleh pihak gereja prosesi penyerahan bayi saya mereka lalukan memakai media air yakni dikucur air ke kepala saya tiga kali.
Namun setelah saya dewasa maka saya memutuskan untuk bertobat lalu kemudian memberi diri saya dibaptis dengan air celup/selam di sungai.
Beberapa tahun setelah saya dibaptis celup/selam, ada seorang teman yang mengajak saya untuk mengikuti ibadah menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran di sebuah jemaat Tubuh Kristus (bukan di gereja) sayapun mengajak keluarga saya untuk ikut ibadah di sana.
Dan disitulah untuk yang pertama kalinya selama seumur hidup saya, saya melihat sebuah jemaat yang ada 5 jabatan dan ada 9 karunia Roh Kudus didalamnya, dan para anggota jemaatpun rata-rata sudah penuh dengan Roh Kudus dan sudah dimeterai dengan Roh Kudus.

Ketika kami larut dalam suasana menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran maka jemaat yang rata-rata penuh dengan Roh Kudus tadi ada yang berbahasa roh, ada yang bernubuat, ada yang menafsirkan bahasa roh, ada yang menerima pewahyuan berupa penglihatan dan pendengaran, bahkan seorang dari keluarga saya disembuhkan dari penyakitnya, dll.Tapi semua berjalan dengan tertib dan teratur (tidak kacau), jalannya ibadah kamipun persis seperti liturgi ibadah menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul Paulus didalam 1Kor 1:14:26-33.
Mulai saat itu sampai sekarang kami sekeluarga langsung bergabung didalam jemaat Tubuh Kristus tersebut.
Tapi kami juga masih tetap terdaftar di sebuah gereja. Sebab bergereja itu sangat perlu perhatikan himbauannya dari Petrus kepada kita didalam 1Ptr 2:13 “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia……”
Tujuan kita bergeraja adalah hanya sekedar untuk memperlihatkan diri kita bahwa kita itu adalah warga Negara yang baik dan taat beragama.
Sebab di gereja tidak ada 5 jabatan dan 9 karunia Roh Kudus, maknya untuk mencari kebenaran sejati dan keselamatan masuk sorga tempatnya bukan di gereja, tetapi disebuah wadah yang Yesus namakan Kerajaan Allah atau Tubuh Kristus, dan yang menjadi Raja/Kepala atas jemaat-Nya adalah Yesus sendiri.
============
Namun yang sangat disayangkan bahwa setelah anak-anak bayi Kristen tersebut dewasa, mereka tidak mau bertobat dan dibaptis dengan air celup/selam (baptisan Yohanes), sebab katanya mereka sudah pernah dibaptis dengan cara DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI oleh orangtuanya bersama pendeta/pastor sewaktu mereka masih bayi, sebab katanya kalau mereka dibaptis lagi maka takut mereka dibilang mengalib Yesus dua kali.
Akhirnya orang-orang Kristen tersebut sampai mati rata-rata tidak pernah menjalani yang namanya prosesi bertobat dan dibaptis dengan air celup/selam (baptisan Yohanes), padahal agamanya Kristen tapi belum bertobat dan dibaptis celup/selam, mereka rata-rata hanya sudah menjalani prosesi penyerahan anak saja oleh orangutua mereka sewaktu mereka masih anak bayi. Padahal yang namanya bertobat dan dibaptis dengan air celup/selam (baptisanj Yohanes) tersebut wajib hukumnya bagi setiap orang dewasa yang sudah bisa bertobat, perhatikan ayatnya didalam Luk 3:3, Kis 2:38.
Jadi alangkah kelirunya kalau mereka menganggap bahwa prosesi DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI pada anak bayi tersebut merupakan prosesi baptisan air.

Kalaupun mereka tetap beranggapan bahwa DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI tersebut adalah sama saja dengan prosesi dibaptis dengan air maka itulah yang dinamakan dengan prosesi baptisan air illegal/ palsu oleh permainan palsu para hamba palsu, sebab asal usul cara baptis DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI tersebut berasal dari kitab Didache, yang menyimpang jauh dari yang dicontohkan oleh Yesus dan yang dipraktekkan oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan.
Makanya berhubung masih adanya pihak yang beranggapan bahwa DIKUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI tersebut sama saja nilai rohaninya dengan baptisan air celup/selam (baptisan Yohanes) maka akhirnya kini ada 2 versi cara pembaptisan air di dunia kekristenan, yaitu:
1. Selam/celup (versi Firman).
2. Kucur/percik (versi Didache).
Nampaknya setelah penulis Didache berhasil membuat tatacara baptisan air yang baru yakni dikucur air ke kepala tiga kali, maka kemudian si penulis Didache pun mencoba untuk membuat aturan yang baru lagi yakni mengenai kewajiban-kewajiban sebelum prosesi pembaptisan air dilaksanakan yaitu sebelum prosesi baptisan air dilaksanakan maka orang yang akan dibaptis serta pihak-pihak lain yang terkait wajib untuk BERPUASA terlebih dahulu (Didache 7:4).
Padahal Yesus melalui para hamba-Nya yakni Yohanes Pembaptis, Petrus, Paulus dan yang lain-lainya tidak ada sama sekali memerintahkan agar semuanya berpuasa sebelum dibaptis, tetapi yang Yesus perintah yaitu agar sebelum prosesi pembaptisan air dilakukan maka khusus bagi orang yang akan dibaptis wajib untuk BERTOBAT terlebih dahulu, bukan wajib untuk berpuasa dahulu, perhatikan ayatnya didalam Mat 3:11, Luk 3:3, Kis 2:38, Kis 19:4.

Dengan demikian maka kesalahan yang dibuat oleh penulis Didache ada 2 macam yaitu:
1. Berani mengubah cara baptisan air dari selam ke kucur.
2. Berani mengubah bertobat menjadi berpuasa.
Itulah sebabnya sehingga sekarang ada 2 versi kewajiban pra baptisan air yaitu:
1. Bertobat dahulu (versi Firman).
2. Berpuasa dahulu (versi Didache).
Sudah LEGA RASANYA, sebab dengan telah ditemukannya Kitab Didache tersebut (tahun 1873) maka TERJAWABLAH SUDAH semua teka-teki, uneg-uneg dan pertanyaan yang berbunyi: “Darimanakah ASAL USUL PERCIK/ KUCUR AIR KE KEPALA TIGA KALI tersebut, apakah dari Tuhan ataukah dari manusia?.”
Ternyata asal usul cara pembaptisan PERCIK/KUCUR AIR TIGA KALI KE KEPALA tersebut bukanlah atas perintah dari Yesus melalui Yohanes Pembaptis, melainkan hanyalah perintah pribadi dari si penulis kitab DIDACHE, yang ditulisnya antara tahun 80 – 100 masehi, yakni setelah Yohanes dan Yesus mati.
Barangkali kitab Didache inilah yang disebut dengan injil-injil lain tersebut, yaitu sebuah injil yang bertujuan untuk menyerongkan injil kerajaan Allah, sebagaimana yang ketika itu telah diingatkan oleh Yesus bahwa sejak tampilnya Yohanes Pembaptis akan bermunculan injil-injil lain sebagai injil tandingan, dan banyak orang yang menyukainya.
Itulah sebabnya sehingga sampai pada saat sekarang ini cara pembaptisan air yang sebagai syarat untuk masuk gereja banyak sekali jenis dan tatacaranya, beda gerejanya maka beda pula tatacara pembaptisan airnya, sesuai dengan selera masing-masing saja.

Tetapi cara pembaptisan air yang sebagai syarat untuk masuk sorga mulai dari zaman Yohanes Pembaptis hingga sekarang tidak pernah berubah (bdk Ef 4:5) yaitu sebagaimana yang diperintahkan oleh Yesus melalui Yohanes Pembaptis.
Namun sebelum prosesi baptisan air dilaksanakan maka khusus kepada orang-orang yang akan dibaptis wajib hukumnya untuk BERTOBAT terlebih dahulu, jangan dibaptis kalau masih belum bertobat, perhatikan perintah supaya bertobat sebelum dibaptis didalam ayat-ayat yang berikut:
1. Luk 3:3 “Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,”
2. Kis 2:38 “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”
Dan lihatlah, setelah mendengar perkataan Roh Kudus melalui Petrus tadi maka pada hari itu juga ada 3000 jiwa yang langsung memutuskan untuk bertobat lalu memberi diri dibaptis Kis 2:41 "Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."
Berdasarkan pengalaman dari para penginjil selama ribuan tahun bahwa tugas mereka yang amat sangat sulit dan yang amat sangat menakutkan, serta yang sangat membahayakan bagi keselamatan jiwa mereka adalah pada saat mereka mengajak orang untuk BERTOBAT, bukan pada saat mereka mengajak orang untuk berbaptis air selam/celup.

APA ITU BERTOBAT
LAI-Kamus Alkitab memberi definisi Pertobatan sbb: Pertobatan ialah pembaharuan hidup sehingga kembali kepada Tuhan. Perubahan total sehingga yang lama ditinggalkan.
Berdasarkan definisi Pertobatan oleh LIA tersebut maka dapat diketahui bahwa tatacara untuk bertobat atau tatacara untuk kembali kepada Tuhan yaitu harus tinggalkan, stop (berhenti) mengerjakan kebiasaan-kebiasaan lama seperti misalnya membuat, menyimpan dan menyembah berhala, memuja mejik, memuji jimat, menyanjung tinggi berbagai jenis patung termasuk patung malaikat, patung salib, patung maria, patung yesus, bersekutu dengan roh-roh illah-illah lain.
Dan jangan menyalakan lilin, membuat dupa, membakar kemenyan, membawa makanan maupun minuman kepada illah-illah tersebut, dan janganlah berlutut dan sujud menyembah di hadapannya, dan jangan bertanya, berkata-kata, berkomat kamit lalu meminta segala sesuatu kepadanya yaitu berupa: rejeki, berkat, mujizat, kesembuhan, kesehatan, umur panjang, keselamatan, harta kekayaan dsb.
Tetapi mintalah kesemuanya itu tadi hanyalah kepada Tuhan saja, janganlah memintanya kepada illah-illah lain tersebut, agar tidak mendatangkan CEMBURU bagi Tuhan.
Tuhan akan cemburu apabila Ia melihat anda sehari-hari hanya sibuk menghabiskan waktu, tenaga, biaya, hati dan pikiran hanya untuk mengurus, membelai lalu menyembah illah-illah, berhala, mejik, jimat, patung-patung tersebut sehingga anda tidak punya waktu dan hati dan pikiran untuk Tuhan, itulah sebabnya sehingga Tuhan akan cemburu berat terhadap kelakuan anda tersebut, sebab Tuhan tidak mau jikalau Ia DIMADU dengan illah-illah lain tersebut, perhatikan ayatnya Kel 20:3-5 yang berbunyi sbb:
“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu PATUNG yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang CEMBURU, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,”

Perbuatan anda yang membuat Tuhan cemburu tersebut sama saja nilainya dengan anda mempunyai isteri yang banyak suaminya, dan anda diminta oleh isteri anda agar anda bersedia untuk hidup serumah bersama dengan para suaminya tersebut, dan isteri anda akan sibuk melayani dan mengurusi para suaminya yang lain tersebut.
Nah bagaimanakah perasaan anda sebagai suaminya? Demikan pula halnya perasaan Tuhan apabila Ia DIMADU dengan berhala, majik, jimat, patung, dan roh-roh illah-illah lain tersebut.
Atau barangkali bagi diri anda dan bagi para suami tersebut masih tidak apa-apa bila mereka DIMADU oleh isteri anda seperti itu, namun bagi Yesus sebagai mempelai Kristus, Ia tidak akan mau apabila Ia DIMADU seperti itu, dan Ia tidak akan mau tinggal serumah didalam bait (tubuh) seorang calon mempelai-Nya yang sekaligus juga sebagai tempat bersarangnya roh iblis, roh setan, roh jimat, roh mejik, roh berhala, serta roh berbagai jenis patung termasuk roh patung salib, roh patung malaikat, roh patung maria, roh patung yesus, dll dan Yesus pasti tidak mau apabila Ia DIMADU dengan kesemua roh berhala tersebut, dan Ia pasti akan CEMBURU lalu mengusir siapa saja yang terlibat dalam kasus menyembah berhala tersebut.
Perhatikan juga faktanya bahwa mulai dari Yesus, Yohanes, Petrus, Paulus, dan selanjutnya seluruh hamba Tuhan sampai sekarang mereka semuanya menyerukan sebuah kata seruan yang sama yang berbunyi: “BERTOBATLAH, BERTOBATLAH, dan BERTOBATLAH.” Dan berhubung mereka selalu menyerukan agar semuanya “Bertobat” maka jiwa merekapun selalu terancam setiap saat.

Dan biasanya bagi yang sudah mau bertobat maka ia sendirilah yang akan meminta supaya dirinya segera untuk dibaptis dengan air selam/celup, itulah yang dimaksudkan oleh Yohanes Pembaptis dengan memakai sebuah istilah “Memberi diri dibaptis.” Memberi diri dibaptis maksudnya ialah bahwa ia dibaptis bukan dipaksa oleh siapapun termasuk oleh kedua orangtua, pendeta dan gereja, tetapi ia dibaptis atas dasar keinginan dari dirinya sendiri.
Namun beda halnya bagi orang-orang yang tidak mau bertobat, mereka akan amat sangat marah dan benci apabila mereka mendengar yang namanya baptisan dengan air selam/celup tersebut.
Nampaknya para penulis kitab Didache tidak mau kalah dengan Yesus dan Yohanes Pembaptis, mereka pun juga telah membuat cara pembaptisan air yang lain sebagai tandingan yaitu DIKUCUR AIR TIGA KALI KE KEPALA dengan syarat yaitu sebelum menerima kucuran air ke kepala maka semua pihak yang terkait harus berpuasa terlebih dahulu..
Jadi, Kitab Didache tersebut merupakan sebuah fakta dan bukti yang tertulis bahwa ternyata sejak 2000 tahun yang lalu ajaran mengenai bertobat dan baptisan dengan air yang diperintahkan oleh Yesus melalui Yohanes Pembaptis (Yoh 1:33a) sudah diserongkan, ditolak, diganti, dipalsukan, diejek, dihina dan dihujat, lalu kemudian diganti dengan beraneka macam cara bertobat dan pembaptisan air yang lain, sebagai ajaran tandingan.
Kini pilihan berada pada diri kita masing-masing, apakah pilih ikut perintah Yesus melalui Yohanes Pembaptis ataukah ikut perintah penulis kitab Didache.

Ribuan tahun telah berlalu hingga sekarang, bahkan sampai Yesus datang kelak, kitab Didache terus menerus menelan korban umat manusia hingga kini jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan milyar jiwa.
Makanya jangan heran apabila Yesus sudah pernah berkata bahwa hanya sekawanan kecil saja yang dapat masuk sorga:
1. Luk 12:32 “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”
2. Mat 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Dan ternyata masih ada saja orang Kristen yang berani berspekulasi mengambil penjahat yang disalib disebelah Yesus tersebut untuk mereka jadikan doktrin bagi gerejanya, sebab katanya penjahat tersebut juga belum dibaptis dengan air celup/selam tapi ia bisa saja diselamatkan oleh Yesus.
Tapi setelah kita ukur memakai firman Tuhan maka ternyata wajar saja penjahat tersebut selamat, karena ketika itu ia sempat memutuskan untuk bertobat di hadapan Yesus. Sebab di zaman penjahat tersebut untuk dapat selamat cukup hanya bertobat saja, tidak perlu dibaptis dengan air.
Sedangkan ketentuan mengenai wajib untuk bertobat dan juga dibaptis dengan air baru berlaku sejak keluarnya Amanat Agung Yesus (Mrk 16:15-16) yaitu berlaku sejak turunnya Roh Penolong (Roh Penghibur), tepatnya yaitu berlaku sejak Petrus berdiri menyampaikan Amanat Agung dari Roh Kudus, perhatikan ayatnya didalam Kis 2:38-41 sbb:
Ayat 38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Ayat 39
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
Ayat 40
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Ayat 41
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Dan itulah sebabnya sehingga rasul Paulus pun kembali menegaskan agar jangan ada yang masih ragu-ragu untuk dibaptiskan dengan air tersebut Kis 22:16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
Yesus memberkati, haleluya, amen.

Rabu, 06 Mei 2015

MENYINGKAP RAHASIA PERANG HARMAGEDON

oleh pengamat rohani

Kapan Yesus datang menjemput mempelai-Nya?
Yesus datang menjemput mempelai-Nya yaitu sebelum terjadinya perang harmagedon. tepatnya yaitu pada pertengahan era penumpahan cawan yang keenam, namun sebelum penumpahan cawan yang ketujuh, yaitu sebelum Kerajaan Seribu Tahun tiba, perhatikan ayatnya Why 16:15-17.

Orang-orang kudus mempelai Kristus yang akan dijemput sangatlah sedikit jumlahnya yaitu hanya sekawanan kecil saja (Luk 12:32, Mat 22:14), sama halnya di zaman Nuh yang selamat hanya 8 orang saja, demikian pula di zaman Lot hanya 3 orang, tetapi yang dibinasakan oleh Tuhan jumlahnya sangat banyak yaitu jutaan bahkan milyaran jiwa. 

Perang Harmagedon yang diakhiri dengan lenyapnya langit dan bumi akan terjadi setelah malaikat yang KEENAM dan yang KETUJUH menumpahkan cawan murka Allah (Why 16:16-18). Cawan Ketujuh adalah cawan yang terakhir sebelum lenyapnya langit dan bumi.

Perang harmagedon tersebut terjadi setelah atau pasca orang-orang kudus yaitu Tubuh Kristus calon mempelai Kristus dijemput, yaitu setelah malaikat keenam manumpahkan cawan murka, sebab keberadaan orang-orang kudus di dunia ini hanya sampai pada pertengahan era penumpahan cawan yang keenam saja , sedangkan pada ujung era penumpahan cawan keenam dan awal era penumpahan cawan ketujuh orang-orang kudus sudah dijemput oleh Yesus lalu dibawa masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun.
Dengan demikian maka tidak satupun orang-orang kudus yang terlibat atau terjebak didalam perang harmagedon tersebut.
....Terus sampai habis.

CIRI-CIRI KRISTEN PENGANUT AJARAN SUAM-SUAM KUKU

oleh pengamat rohani

Banyak orang Kriten yang tidak sadar kalau mereka sudah terjebak dalam kasusmpenganut ajaran suam-suam kuku, tidak panas tidak dingin yang kelak akan dimuntahkan oleh Yesus.

Ciri-ciri ajaran Kristen yang suam-suam kuku, yang sering kita dengar disampaikan di gereja-gereja dan di berbagai media informasi, yakni bunyinya sbb: "Mau dibaptis dengan percikan air ataupun selam sama saja, yang penting pakai nama Bapa, Anak, Roh Kudus." 

Waspadalah! Sebab penyesatpun juga sudah beragama Kristen, berhubung mereka juga beragama Kristen maka merekapun juga membaptis dan melakukan seluruh aktivitas kekristenannya juga memakai nama Yesus (Bapa, Anak, Roh Kudus), perhatikan ayatnya Mat 24:4-5 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Tapi untuk kesemuanya itu janganlah kita heran sebab 2 Korintus 11:14-15 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka."

Kristen penganut doktrin suam-suam kuku tersebut kelak pasti ditolak dan dimuntahkan oleh Yesus, Mat 7:22-23 "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Yesus memberkati, haleluya, amen.

Sabtu, 02 Mei 2015

Peperangan Rohani Bag. 1 (struktur alam roh)


Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan jugadengan penuh tanggung jawab. Ini menyangkut begitu banyak hal. Adam melakukan situ tindakan, is melanggar apa yang Tuhan. titahkan. la melakukan hal yang Tuhan sudah katakan: " Jangan!" Satu tindakan yang kelihatannya sepele: is makan buah, yang tentangnya Tuhan berkata: "Jangan!" Akibat dari apa yang dia perbuat, dan dia tidak menyadarinya, tetapi peristiwa itu dibaca sebagai penyerahan semua kerajaan dan kemuliaan dari kerajaan dunia ini oleh Adam kepada Setan. Siapa yang menyangka bahwa perbuatan itu akibatnya seperti itu? Setan seringkali lebih mengerti bahwa segala sesuatu itu ada perhitungannya. Karena kita tidak mempunyai kunci pengetahuan, kita berpikir bahwa semuanya sesederhana yang kita duga. Maka akibatnya kita melakukan begitu banyak kecerobohan dan tidak bertindak seperti yang Tuhan kehendaki. Saya berdoa supaya la memberikan kunci pengetahuan kepada kita. Mengapa kita harus berdoa, mengapa kita harus peperangan rohani? Mengapa Tuhan mau kita dibangun menjadi pasukan yang membalikkan keadaan? Kita akan melihat lagi suatu struktur dalam alam roh supaya kita mengerti siapa yang kita hadapi. Banyak orang melakukan hal-hal tanpa pengertian. Saya berdoa, kita semua pada hari-hari ini berdiri dengan pengertian dan pengetahuan yang Tuhan berikan.
Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumiterbagi, dan nama adikn ya ialah Yoktan.
Kejadian 10:25
Pada zaman orang bernama Peleg, artinya divided atau 'terbagi," bumi terbagi secara geografis. Anak-anak Nuh dan keturunan mereka mulai bergerak memencar oleh karena jumlah mereka semakin banyak. Kelompok-kelompok itumendiami wilayah-wilayah tertentu. Itu sebabnya pada hari ini, kalau kita ke Afrika, sebagian besar dari benua itu isinya orang yang berkulit hitam. Kalau kita ke benua Eropa, sebagian besar bangsa yang tinggal di situ berkulit putih, dari rumpun Kaukasia. Kalau kita ke Asia, ada begitu banyak orang yang kulitnya kuning, orang-orang dari kalangan Mongoloid, Cina. Sepertinya mereka memang terbagi: yang satu ke arah Afrika, yang satu lagi arah Eropa yang dicari, yang lain menempati Asia. Mengapa dunia terbagi-bagi seperti ini? Mengapa ada kelompok yang tinggal di Indonesia, di India, di Cina, di belahan dunia yang lain? Bum] mulai terbagi-bagi sejak zaman Peleg. Seringkali kita tidak memperhatikan hal semacam ini. Tetapi inilah cikal-bakalnya mengapa bumi terbagi-bagi secara geografis, kita terpisah­pisah. Suku demi suku terpisah secara geografisnya. Apakah dasar pembagiannya? Apakah Tuhan yang menentukan`
 "Kamu di situ, kamu di sana, kamu di sini?" Ternyata Musa menyatakannya dengan cara yang ajaib.
Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika In memisah- misah \anak-anak manusia, maka la menetapkan wilayah bangsa-bangsa menu rut bilangan anak-anak Israel.
                                                                                                      Ulangan 32:8
Penetapan lokasi kelompok demi kelompok, suku demi suku, dimana wilayah bangsa-bangsa itu didasarkan kepada bilangan anak-anak Israel. Di dalam terjemahan yang memiliki akurasi yang luar biasa, difrasakan: according to the numbers of the angels of God, artinya: sesuai dengan jumlah bilangan malaikat-malaikat Tuhan. Apa hubungannya? Siapakah malaikat-malaikat ini? Mereka inilah yang disebut penguasa di udara. Jadi sebelum manusia berkelompok­kelompokseperti ini, di atas udara di dunia ini sudah terbagi­-bagi kekuasaannya. Ada pembagian wilayah secara alam roh. Manusia itu masuk, mengikuti pembagian alam roh yang ada. Semua bentuk pergolakan yang terjadi di alam roh ada akibatnya kepada manusia yang hidup di bawahnya. Ini dasar pengertiannya. Bagaimana pembagian wilayah terjadi? Pertama-tama ada alam rohnya, lalu manusia mengikuti. Sebetulnya roh-roh inilah yang tanpa disadari menarik orang untuk hidup di bawahnya, sesuai dengan pembagian wewenang/otoritasnya.
Bagi yang cukup peka, akan memahami dari hal semacam ini: Apabila kita pergi ke suatu kota, 'rasa, 'feeling suasana kota itu akan terasa berbeda dengan di kota lain. Ada kota-kota yang sangat terasa berat dan kotor. Ketika masuk ke kota yang lain, kita heran: "Mengapa di sini lebih lega, yah? Mengapa lebih enak, lebih nyaman di sini?" Itu karena situasi alam rohnya memang berbeda. Di tempat­tempat di mana Gereja kuat dan telah menang secara pertempuran alam rohnya, atmosfir kota itu akan berubah. Gereja yang tidak bergerak, dan tidak membangun pasukan, dan tidak berbuat sesuatu bagi daerahnya, maka alam rohnya
menekan luar biasa.
Kami menerima banyak tamu yang datang dari berbagainegara, pada saat mereka dari Jakarta tiba di Semarang, mereka berkata: "Mengapa kota ini berbeda? Mengapa lebih clear? Mengapa lebih enak di kota ini, walaupun Jakarta lebih hebat kotanya?" Sebab alam rohnya memang berbeda. Jangan lupa, penaklukan secara alam roh menentukan kondisi manusia di bawahnva.
Pada bab sebelumnya telah dibahas, bagaimana ketika Daniel berdoa, dari sejak hari pertama is minta pengertian, Tuhan telah mengirimkan Gabriel (Daniel 10:12). Tetapi kenyataannya, dia harus menunggu 21 hari, tiga minggu dia menunggu. Apa yang terjadi? Bukan berarti Tuhan tidak langsung menjawab doanva, tetapi Gabriel dihalang-halangi oleh penguasa Persia. Terjadi perang selama di udara di atas, sehingga tiga minggu Gabriel tertahan. Sekali lagi kita bertanya-tanya,  berapa banyak berkat, jawaban doa dari Tuhan yang tertahan di atas sana, karena kita tidak melakukan sesuatu. Daniel dengan segala pengertiannya,  dengan tekun berdoa, bahkan berpuasa, tetapi jawaban doanya terhambat, simpai Tuhan kirimkan Mikhael membantu Gabriel.
Seringkali kita berpikir: "Bukankah Tuhan Mahatahu? Dia dapat saja berkata, "Setan, menyingkir!" dan pasti dia menyingkir!" Karena kita belum mengenal Tuhan, yaitu Pribadi yang memegang rule of the game-nya, yang mempunyai keadilan yang luar biasa, yang tahu protokoler, yang berjalan dalam aturan ilahi yang sangat ajaib sekali. Saya harap kita mengerti ha},ini, karena banyak orang tidak memahami  hati Tuhan. Banyak orang bahkan berpikir:
"Tuhan membenci aku, Dia tidak menolong aku!" Tetapi Tuhan hanya mempunyai diri kita sebagai agent di  dunia ini. la hanya mempunyai Gereja-Nya dan kepada Gereja-Nya. Dan la telah menghibahkan sebagian dari otoritas itu kepada Gereja-Nya, sama seperti orang yang mempunyai kunci ganda untuk sebuah lemari besi, sebagian kunci di tangan Gereja, sebagian lagi di tangan Tuhan. Tuhan telah menggunakan kunci-Nya dengan baik, persoalannya Gereja tidak menggunakan kunci bagiannya, lalu menyalahkan Tuhan: "Mengapa lemari besinya tidak dapat terbuka?"
Kunci pengetahuan terdapat di Alkitab. Tetapi kita malas membaca Alkitab, dan berkata: "Buat apa baca Alkitab?" Padahal dengan tidak membaca Alkitab, kita sedang membuang kunci pengetahuan, sedangkan Alkitab berkata: "Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran yang kamu ketahui itu akan memerdekakan kamu!" Kunci pengetahuanlah yang memerdekakan kita! Bagaimana kita bisa merdeka kalau kunci pengetahuan saja kita tidak dapat terima, dan kita tidak mau dan tidak bisa terima karena kita tidak mau dan tidak pernah membaca Alkitab. Mari kita membuat sesuatu yang berbeda.
Daniel mengalami hal yang tsama, ketika Darius mulai berkuasa, di tahun yang pertama, Mikhael dan Gabriel yang datang untuk memberikan dukungan kepada Darius. Mengapa? Oleh karena Darius ini raja pilihan Tuhan, dan setan mengerti ini orang pilihan Tuhan, maka dengan segala cara dicoba untuk menyingkirkan. Di situlah Tuhan berkata: "Malaikat, jagai Darius!"
Terjadilah konflik perang yang luarbiasa, sampai kekuasaannya betul-betul kuat, baru rupanya perangnya selesai. Mengapa Tuhan sampai mengirim malaikat Mikhael dan Gabriel untuk Darius? Sebab Tuhan akan memakai Darius untuk memberi izin pembangunan kembali Bait Suci. Setelah sekian belas tahun pembangunan terhenti dan harus dimulai lagi, maka tidak ada pilihan lain  Tuhan harus mencari satu orang yang dapat dipakainva untuk kemuliaan nama-Nya.
Semua yang di alam jasmani ini adalah akibat menang atau kalahnya di alam roh. Jika kita tidak dapat mengatasi pertempuran di alam roh, maka di alam jasmani tidak  akan terjadi perubahan seperti yang Tuhan kehendaki.
Catatan :
Disalin dari buku
MEMBANGUN PASUKAN - KUASA MEMBALIKAN KEADAAN oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo,
Untuk materi diskusi di BBM Kristen Yahudi, pin 27FC1D2D sms 08975583598

Peperangan Rohani Bag. 2 (Pengaruh Setan)



Seberapa jauh roh-roh itu mempengaruhi perilaku manusia?
Ketahuilah  bahwa pada hari-hari terakhir akan
datang masa yang sukar.Manusia akan mencintai
dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan heroa1ak terhadap orang tua dan tidak tahu  berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi  tidak man berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianati, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti  Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
2 Timotius 3:1-5
Ciri yang pertama dari masa sukar adalah orang mencintai dirinya sendiri. Kalau kita mendengar tentang orang yang mencintai dirinya sendiri, kita akan berkata: "Yah, itu memang wataknya begitu, yah, itu memang manusianya begitu, yah itu memang kedagingannva begitu." Betul juga. Tetapi kita akan melihat lebih lanjut, betulkah ini semata-mata karena watak dan kedagingan manusia? Di bagian selanjutnya dari ayat dua dikatakan bahwa manusia akan menjadi hamba uang. Ada orang-orang mata duitan, dan orang-orang berkata: "Yah, dia memang mata duitan, kalau lihat duit suka banget, jadi ijo, melotot matanya, karena  memang mata duitan. Memang itu manusia jenis mata duitanbegitu." Banyak orang beranggapan, itulah sifat, watak, perangai manusia.
Ayat tiga dikatakan, "Mereka akan membual dan menyombongkan diri." "Wah, ini apalagi, Pak. Ini dasar orang sombong, suka membual, suka ngomong begini-begitu." Kelihatannya seperti itu. Sampai ke ayat lima tercantum ciri­-ciri manusia pada masa yang sukar. Alkitab mengatakan bahwa pada akhir zaman, akan datang masa yang sukar. Kata bahasa Yunani yang digunakan di dalam Alkitab dan diterjemahkan sukar ini adalah kata khalepos. Dan kata itu di dalam seluruh Perjanjian Baru hanya dipakai dua kali. Yang pertama dalam 2 Timotius3:1, dan bentuk daripada masa yang sukar itu adalah bagaimana perangai/perilaku manusia, tindakan, cara berpikir, dan hati manusia bisa begitujahat dan begitu buruk. Pertanyaannya adalah: mengapa mereka sampai menjadi begitu buruk? Benarkah murni oleh karena manusianya?
Kita lihat ayat lainnya yang mencantumkan kata itu juga:
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangatberbahaya,sehingga tidak seorangpun gang berani melalui jalan itu.
Matins 8:28
Kata berbahaya berasal dari kata khaleposyang sama. Kedua orang itu menjadi sang at berbahaya, oleh karena kerasukan setan, oleh karena pekerjaan setae. Derikian juga halnya dengan kondisi yang digelar dalam 2 Timotius 3:1, perilaku manusia bisa seperti itu karena pengaruh setan. Jadi, apapun yang di alam roh, pengaruhnya sampai kepada perilaku manusianya. Dan hal ini sangat umum terjadi. Misalkan, kita baru berjumpa dengan seseorang, begitu orangnya menyebutkan dari suku tertentu, langsung asosiasinya: "tukang nips," "tidak jujur," atau yang lainnva. Mengapa mendapatkan "cap" seperti itu? Karena banvak yang begitu. Apakah karena watak mereka,seperti itu? Tidak juga. Sebetulnya apa? Spirit di atasnya. Demikian juga dengan orang Semarang. "Kamu  orang mana?" "Semarang." "Heheh, reedit (kikir) tmh?" Dulu terkenal sekali, kikirnva luar biasa. "Semarang? Jangan kawin sama orang Semarang..,medit!" Kalau ngajakmakan bareng-bareng, menjelang bayar, mesti ke toilet, ...nggakeluar-keluar ...alasannyaperutnva sakitterus. Setelah dibayar ...loh, sudah selesai ya, sudah selesai?" Sepuluh kali makan begitu terus gayanya. "Jangan kawin sama orang Semarang...medit!" Ini bisa menjadi suatu "cap."
Hal ini terjadi karena spirit di atasnya. Kalau tidak bisa dipecahkan, maka tidak bisa mengubah perilaku dari manusianya.
Bisakah hal itu ditanggulangi? Bisa! Itulah sebabnya kita berkumpul melakukan peperangan rohani, khususnya yang di Semarang selama tiga hari berturut-turut dan kemudian selama tiga bulan berdoa membalikkan keadaan sekaligus mengawal mandat dan berkat yang Tuhan berikan dan janjikan supaya tiga bulan ke depan menjadi kenyataan dalam kehidupan kita, karena kita bisa mengadakan perubahan dan perbedaan! Di tengah-tengah keadaan orang Semarang yang terkenal kikir. Ada survey yang meneliti mengapa mall tidak bisa hidup di Semarang, dan menemukan dua kemungkinan:
1. Orang Semarang miskin, tidak mempunyai apa-apa.
2. Kikirnya luar biasa, segala sesuatunya diperhitungkan.
Kesimpulan dari survey ini: Mereka bukan orang miskin, tetapi orang kikir. "Oh, kita nggakoq, Pak, kita irit." Ya, irit yang kebangetan(keterlaluan) itu adalah kikir atau medittadi itu. Orang bisa beli mobil mewah ...simpan di garasi. Lalu beli yang murahan, untuk dipakai setiap hari. Yang mewah hanya untuk seminggu sekali: ke gereja tok. Lalu pulang, masuk garasi, dilap lagi, tutup garasi, kletek, digembok. Pasang police line: tidak boleh mendekat. "Orang itu nggapunya apa-­apa, naiknya mobil begituan!" Coba, buka garasinya! Itusebabnya banyak orang berkata: "Mau beli mobil mewahsecond hand? Cari mobil orang Semarang: jarang dipake!" Mengapa? Medititu tadi sebetulnya. Itulah orang-orang yang hanya memiliki karunia memiliki bukan karunia menikmati.
Apakah menurut Saudara hal itu tidak harus dipecah­kan? Harus! Tidak mungkin kami membangun gedung Holy Stadium kalau alam rohnva tidak dikendalikan dan jemaat menjadi orang yang kikir terus. Itu tidak mungkin! Banyak orang yang datang beribadah di Holy Stadium dan berkata: "Kenapa ya, di JKI nggabisa beri persembahan sedikit?" Oh, tidak boleh, haram hukumnya, karena rohnva sudah ditinggal di luar. Banyak yang berkata: "Dulu saya ke tempat lain, nggabayar persepuluhan, koqkelihatannya masuk Surga juga. Kenapa di sini, kalau ngga ngasih persepuluhan koqkelihatannya seperti man dibuang ke neraka?" iya, saya pastikan itu! Itu karena rob yang membutakan orang-orang ini tinggal di luar, tidak berani masuk. Mengapa demikian? Ada ceritanya yang riil banget.
Menjelang akhir 1990-an,  saya baru selesai mengikuti KKR Benny Hinn di North Carolina, di kota Charlotte. Menjelang pulang, saya mampir di L.A. dua hari. Malam terakhir saya tidur lebih awal, karena besoknya saga harus terbang sendirian kembali ke Indonesia. Yang aneh, selama di North Carolina, Benny Hinn dalam seminarnya berkhotbah tentang Elia dan Elisa. Itu kali ketiga atau keempat saga mendengar Beliau mengkhotbahkan yang sama. Tetapi pada waktu itu Beliau berkata begini: "Pada waktu Anda sampai di Yerikho, Anda akan mengalami perjumpaan face to facewith the devil (berhadapan muka dengan muka,dengan si iblis)." Entah bagaimana, perkataan itu masuk di hati saya, tetapi tidak menjadi hal yang membebani pikiran.
Ketika saya pulang dan tidur di L.A., saya bermimpi. Dalam mimpi itu, di tangan saya ada sebuah gelas berisi air minum, saya sedang minum, tiba-tiba saya merasa ada orang di belakang saya, dan saya menoleh. Orang itu antik sekali, mukanya berbentuk persegi, dingin sekali, tetapi is memakai kebaya dan bersanggul di bagian belakang kepala, matanya hijau tua tidak ada bagian putihnya sama sekali. Mukanya beku seperti mayat, tidak ada senyumnya sama sekali, tidak ada "syalom"-nya, tidak ada apa-apanya, dingin saja, memandangi saya. Terus terang, saya terkejut. Dan saya tidak ingin bertemu lagi makhluk seperti ini. Banyak teman pendoa yang peka melihat setan, saya berkata: "Itu berkat Saudara, saya tidak mau." Tetapi kita perlu mereka, kalau tidak kita dibodohi setan terus. Saya terkejut sekali pada waktu itu, tidak dapat menghardik lagi karena begitu terkejut. Tetapi yang ajaib, ketika saya tunjuk, dia mundur. Ketika melihat dia mundur, saya bertambah berani, saya tunjuk lagi, saya dekati lagi, dia mundur lagi, dan melewati tembok begitu saja. Dan begitu dia sudah melewati tembok, saya hardik. Dan baru saja saya berkata: "Dalam..." dia lari.
Saya terbangun. Hadirat kejahatannyamasih kental sekali. Saya berdoa sebentar, lalu tidur lagi. Besok paginya saya berjumpa Pdt. Adi Sutanto (Ketua Sinode JKI), pemilik rumah tempat saya menginap, dan saya bertanya: "Pak Adi  pernah lihat setan?" Beliau berkata: "Saya sudah puluhantahun melayani Tuhan, belum pernah melihat satu pun." Lalu saya ceritakan apa yang terjadi. Tadinya Beliau berpikir mungkin anaknya membawa barang-barang tertentu yang diberikan temannya, yang mungkin bisa membawa kuasa gelap itu masuk.
Tetapi saya berkata: "Tidak, ini tidak ada kaitannya dengan Pak Adi, spirit ini kaitannva langsung dengan hidup saya." Sebab dia memakai konde (sanggul), dan di Amerika tidak ada orang memakai konde, kecuali orang-­orang di kedutaan Indonesia di perayaan 17 Agustus, tetapi yang lain di jalan-jalan tidak ada yang memakai konde, karnaval pun tidak memakai konde. Pakai topeng Indian atau topi koboi mungkin, tetapi konde tidak pernah dipakai di sana. Saya berkata: "Definitely (pasti) ini urusan dengan saya secara alam roh. Dan saya tahu saya menang tadi malam. Saya ingin lihat seperti apa jadinya."
Sesungguhnya breakthrough (terobosan) yang besar, yang kami nikmati sampai hari ini, adalah masalah keuangan. Itulah yang membuat semuanya berubah, don yang membuat Tuhan bisa memerintahkan kami melakukan banyak hal tanpa "teriak-teriak" minta orang lain menolong.
Saya baru berjumpa seorang anak Tuhan dari gereja lain, yang bertanya demikian: "Pak, Bapak terima bantuan berapa tiap bulan dari luar negeri, untuk mengerjakan apa yang Bapak punya?" Saya menjawab: "Saya berharap saya punya banyak, tetapi sayang tidak satu dolar pun saya terima dari liar. Sebagian besar adalah korban dari jemaat sendiri." Hal itu membuat dia terkejut sekali: "Koqbisa seperti ini?"Mengapa jemaat bisa begitu ingin memberkati, memberikepada Tuhan, ketika jemaat kebaktian? Sebab roh kikir tidak ikut masuk
ke dalam. Kalau setelah keluar meditlagi, itu urusan jemaat sendiri. Saya harap tidak pernah roh itu dibawa ke mana-mana, karena Alkitab berkata: "Lebih berbahagia memberi daripada menerima" (KPR 20:35). Jika sepulang kebaktian, roh meditminta ikut lagi, jangan lagi kita ajak, tinggalkan saja, biarkan dia pulang ke neraka, kita tidak ada urusan lagi dengan roh itu. Enak sekali hidup kita, apabila secara keuangan kita tidak dikendalikan oleh roh seperti itu. Orang yang medit-nya luar biasa itu gawat, semua dihitung: "Es teh manis piroregone(berapa harganya)?" "500, Pak" "Mbok 400 was (400 sajalah)..." Semua diperhitungkan secara demikian. "Minum di Just Coffee ...?" "Ora usah! Ngudekdewe! (Tidak usah, aduk kopi sendiri!) Lha 'kan larang, aku tuku kopi 'tak deplokidewe 'raopo-opo. ('Kan mahal, saga beli kopi, saya tumbuk sendiri tidak apa-apa.)" Malahan ada yang berkata: "Kalau mau lebih irit, satu biji kopi dikletaki(digigiti) aja, mbebanyu putih, rosonepodho... (dengan air putih, rasanya sama saja.)" Saya hanya bisa mengeluh: "Tuhan Yesus, Tuhan Yesus ..." Ini sudah keterlaluan.
Kalau saja kita dapat merdeka dari roh semacam ini. Tuhan itu memberkati kita, kalau Tuhan mau memberkati, la sungguh memberkati. Saya tidak mengajar kita untuk bermewah-mewah, tetapi kalau kita sampai diikat oleh roh semacam itu, berat bagi kita. Akibatnya segala sesuatu dihitung, jadi selalu berselisih karena perhitungan uang. Gara-gara selisih uang dua ribu rupiah bisa seminggu saling mendiamkan. Tengkingisaja, urapi dengan minyak seliter,dia akan sembuh dari penyakitnya. "Minyak apa, Pak?" "Minyak klentik(minyak goreng buatan sendiri)!"
Semua harus diselesaikan lebih dulu secara alam roh. Maka kemudian di bawah, di alam duniawi, perubahan akan nyata sekali bedanya. Saya berdoa supaya Tuhan ajarkan hal ini. Pada masa-masa terakhir, ketika datang masa yang sukar, perilaku manusia mengerikan. Ternyata bukan murni karena manusia sejahat itu, melainkan ada pengaruh kuasa gelap yang sangat demonic (sangat dipengaruhi setan-setan). Dan pengaruh itu hares ditanggul4ngi dan harus diselesaikan, baru semuanva akan kembali- normal dalam anugerah Tuhan.
Catatan :
Disalin dari buku
MEMBANGUN PASUKAN - KUASA MEMBALIKAN KEADAAN oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo,
Untuk materi diskusi di BBM Kristen Yahudi, pin 27FC1D2D sms 08975583598