Senin, 23 Maret 2015

MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH



Kiriman Petrus Handoko B

Tulisan ini merupakan artikel pertama dari empat artikel spesial yang akan diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai dengan selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena waktunya sudah tiba untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :
MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)
Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

Tetapi ia menjawab: Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. (Daniel 12:9-10)
Bila diperhatikan secara menyeluruh, Alkitab sebenarnya mengangkat suatu topik utama yaitu Kerajaan Allah di bumi. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari ajaran yang coba diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah merupakan fokus terpenting dari ajaran Yesus Kristus.
Dari awal, Yohanes Pembaptis yang ditugaskan memberitakan kedatangan-Nya, berseru-seru: Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat. Tuhan Yesus sendiri ketika mengajar Nikodemus berkata: Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Matius 4:23 mencatat: Ia mengajar di rumah-rumah ibadah dan memberitakan Kerajaan Allah. Kepada banyak orang Yesus juga berkata: Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus (Luk 4:43).
Dan memang banyak pengajaran penting yang Tuhan Yesus sampaikan selalu terkait erat dan menyangkut Kerajaan-Nya. Kotbah di bukit yang terkenal, diawali dengan: Berbahagialah kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Lalu dalam berbagai perumpamaan Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Allah. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan supaya setiap hari kita berdoa agar Kerajaan Allah datang ke dalam hidup kita.
Topik Kerajaan Allah ini begitu penting bagi Yesus untuk diajarkan kepada murid-murid-Nya. Sampai-sampai, setelah Kebangkitan pun, Selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah (Kis 1:3). Namun tentang waktu dan kapan saatnya Kerajaan itu datang adalah sesuatu yang tidak diungkapkan kepada murid-murid pada saat itu (Kis 1:7). Dan hal ini telah menjadi misteri selama berabad-abad, terutama bagi Gereja-Nya yang setia menantikan masa itu tiba.

MISTERI SELAMA BERABAD-ABAD
Kerajaan Allah memang harus tinggal sebagai misteri, salah satu sebabnya adalah karena tidak semua orang sungguh-sungguh mau memahaminya. Alkitab berkata dalam Markus 4:11 Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan…” Mengapa demikian ? Karena memang dunia tidak akan bisa menerima Kebenaran itu seandainya pun disampaikan secara terus terang. Hal ini dijelaskan dalam Alkitab versi CEV dengan sangat baik.
Aku telah menjelaskan rahasia tentang Kerajaan Allah kepada kamu, tetapi kepada orang lain Aku hanya dapat menggunakan kiasan. Sebabnya adalah, orang-orang akan melihat dan melihat, tetapi tidak pernah memperhatikan, mereka akan mendengarkan dan mendengarkan, tetapi tidak pernah menyimak. Jika mereka menyimak, mereka akan berpaling kepada Allah, dan Dia akan mengampuni mereka. (Mark 4:11-12 Contemporary English Version © 1995 by ABS )
Dalam Markus 4 itu Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Firman tentang Kerajaan Allah itu seumpama benih yang ditabur di berbagai macam tanah. Benih itu adalah Injil Kerajaan Allah itu, yaitu berita sukacita akan Kedatangan Kerajaan-Nya. Sedangkan bermacam-macam tanah, adalah macam-macam hati manusia yang mendengar berita itu. Ada yang mendengar tetapi iblis langsung mencuri Firman itu dan mereka tidak sedikitpun menjadi percaya. Ada yang setelah mendengar, bergembira tetapi tidak berakar dan hanya percaya sesaat saja lalu mengingkarinya. Ada yang setelah mendengar percaya, namun karena himpitan kekuatiran dan tawaran dunia membuat imannya tidak berbuah apa-apa. Dan orang-orang yang percaya adalah mereka yang setelah mendengar mereka menyambut berita itu kemudian mengarahkan hidupnya menyambut kedatangan Kerajaan Allah.
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya…” (Daniel 12:10)
Tuhan Yesus tahu, bahwa dunia tidak dapat menerima kedatangan Kerajaan Allah, seperti dunia tidak dapat menerima Roh Kudus (Yoh 14:17). Bagi orang yang tidak dapat percaya, konsep Pemerintahan Allah di Bumi hanya dapat diterima sebagai lambang secara rohani semata, mereka tidak sanggup memahami bahwa secara konkrit Kerajaan Allah akan berdiri di muka bumi, dengan pusat pemerintahan TUHAN di Yerusalem. Bagi orang-orang yang demikian tidak ada pewahyuan atau penyingkapan apapun, tidak seorangpun dari antara mereka akan memahami rahasia Kerajaan Allah, dan hal itu akan tetap tinggal sebagai misteri bagi mereka.
Selain itu, Kerajaan Allah memang harus tinggal sebagai misteri sampai akhir zaman, karena Kedatangan Kerajaan itu sendiri akan terjadi di penghujung zaman. Rahasia itu hanya akan dibukakan kepada hamba-hamba-Nya pada zaman akhir mendekati penggenapannya.
Rahasia itu tidak berguna bila disingkap sebelum waktunya, karena pada dasarnya hati manusia itu degil. Pengkotbah berkata bahwa, jika manusia tahu hukuman terhadap perbuatan jahat masih jauh, maksudnya waktu menghukum yaitu akhir zaman, telah diketahui dari awal dan masih amat sangat jauh, maka hati manusia akan penuh niat jahat (Pkh 8:11). Tetapi penyingkapan yang dibukakan pada waktunya berguna dan akan diperhatikan. Seperti ada tertulis: perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya, seperti buah apel emas di pinggan perak. (Ams 25:11)

DISINGKAPKAN BAGI GEREJA-NYA
Kalimat Firman itu akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman dalam Daniel 12 ayat 9, sering disalah-mengerti orang sebagai rahasia itu tidak akan terungkap sampai kapanpun. Ini pengertian yang keliru, karena misteri itu hanya akan tersembunyi hingga akhir zaman. Ketika akhir zaman tiba, meterai itu akan ada yang membukanya, yaitu Yesus Kristus Anak Domba Allah yang telah disembelih seperti dikatakan kitab Wahyu (Wahyu 5:8-9). Lagi pula ayat selanjutnya yaitu ayat 10 dari Daniel 12 tersebut berkata pada akhirnya akan ada orang-orang bijaksana yang akan memahaminya.
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya. tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. (Daniel 12:10)
Misteri yang selama berabad-abad tersembunyi pada akhirnya akan dimengerti. Umat Tuhan akan menerima penyingkapan yang sempurna. Berdasar pada penjelasan Alkitab sendiri, suatu pengetahuan yang sempurna akan datang dan membuat banyak orang mengerti.
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (1Kor 13:9-10)
Kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna. Ketika pengetahuan kita belum sempurna, orang berkata Hari Kedatangan Kerajaan Tuhan adalah sesuatu yang rahasia yang tetap akan tersembunyi. Ketika pengetahuan yang sempurna datang ia berkata, tidak ada rahasia yang akan tetap tersembunyi, yang semula dirahasiakan akan disingkapkan bagi kita.
Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. (Markus 4:21-22)
Pelita adalah lambang Firman, kaki dian adalah labang jemaat (Wah 1:20). Jadi maksud dari ayat tersebut di atas adalah: orang menyampaikan Firman bukan supaya sesuatu tetap menjadi misteri dan tidak diketahui, melainkan supaya menerangi jemaat Tuhan. Sebab Tuhan berkehendak semuanya menjadi jelas dinyatakan, semua yang semula rahasia agar disingkapkan bagi jemaat-Nya.
Tuhan Yesus berkata bahwa banyak hal Ia belum nyatakan kepada murid-muridnya karena pada saat itu mereka belum dapat menanggungnya, namun Ia menjanjikan pada saatnya Roh Kudus akan mengajarkan semuanya.
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:12-13)
Pada ayat di atas dengan jelas Tuhan Yesus berkata bahwa yang akan diberitakan oleh Roh Kudus adalah hal-hal yang akan datang, yaitu pewahyuan untuk akhir zaman. Rasul Paulus memberi penegasan tentang apa yang akan Roh Kudus beritakan kepada kita dalam suratnya kepada jemaat di Korintus bahwa, Roh Kudus akan menyatakan segala sesuatu bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah, yaitu rahasia Kerajaan-Nya.
kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. (1Korintus 2:10)
Jadi pada akhirnya penyingkapan yang sempurna akan sampai kepada orang-orang kudus-Nya. Sebab jika Tuhan sudah berkehendak membuka pintu penyingkapan tidak ada yang sanggup menutupinya lagi, sudah pasti banyak orang akan mengerti. Memang penyingkapan ini mungkin akan mengejutkan banyak orang, tetapi ingat apa yang dikatakan oleh Paulus Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. (1Kor 2:9). Bersukacitalah jika Anda dituju oleh anugerah Tuhan untuk mengetahui rahasia kebenaran, itu artinya Anda dikasihi.
Salah satu penghalang utama yang membuat gereja Tuhan tidak dapat memahami waktu Kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat adalah keyakinan-keyakinan yang keliru. Oleh sebab itu perhatikan baik-baik cara kita mendengar(Luk 8:18). Berusahalah menyadari apa pesan sebenarnya dari semua wahyu Tuhan, yaitu untuk menyingkapkan kepada kita, bukan untuk merahasiakan sesuatu (Mar 4:21-23). Sementara itu, jika berita Injil Kerajaan ini masih tertutup juga bagi sebagian orang, itu tertutup bagi mereka yang akan binasa. Itu kata Firman Tuhan (2Kor 4:3).

KEYAKINAN-KEYAKINAN YANG KELIRU
Salah satu penghalang utama yang membuat gereja Tuhan tidak memahami Waktu Kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat adalah keyakinan-keyakinan yang keliru. Sebagai contoh banyak orang Kristen beranggapan bahwa, bahkan Tuhan Yesus tidak tahu: kapan Hari Kedatangan-Nya sendiri. Dan banyak orang yang menyimpulkan bahwa, sampai kapanpun tidak akan ada orang yang tahu: kapan Hari dan waktu Kedatangan Tuhan Yesus.
Hal ini dapat dimengerti karena banyak orang tidak mendalami Alkitab Firman Allah secara menyeluruh. Tidak banyak diantara orang percaya, bahkan guru-guru Alkitab yang benar-benar teliti dan tertarik menyelidiki rencana besar Allah yang telah diungkapkan selama berabad-abad melewati nubuat-nubuat di dalam Alkitab. Selain itu pengetahuan mengenai waktu Tuhan memang baru akan disadari pada hari-hari terakhir, jadi hal itu sulit dimengerti di abad-abad yang lampau.
Di akhir zaman ini, semua yang keliru harus diluruskan kembali. Menghadapi datangnya Hari Tuhan yang besar itu, jalan yang berliku-liku harus diluruskan, yang berlekuk-lekuk harus diratakan kembali.
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. (Lukas 3:4-6)
Pengetahuan kita yang sebelumnya memang tidak sempurna, pemahaman kita tentang nubuat-nubuat memang masih terbatas, dan ketika datang pengetahuan yang lebih sempurna kita harus mau rendah hati menyingkirkan apa yang tidak sempurna. Seperti ada tertulis pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (!Kor 13:10).

BENARKAH ANAK TIDAK MENGETAHUI WAKTU KEDATANGAN-NYA SENDIRI?
Banyak orang menggunakan Matius 24:36 untuk menyimpulkan bahwa tidak akan ada orang yang tahu Hari Tuhan, sebab ayat itu berkata malaikat-malaikat di sorga tidak tahu, bahkan Anak pun tidak tahu, jadi mereka berpendapat sampai kapanpun kita tidak akan tahu kapan hari itu akan tiba.
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. (Mat 24:36)
Namun pendapat di atas ternyata keliru, ayat ini sebenarnya diterjemahkan secara kurang tepat. Bila melihat bahasa aslinya (Yunani) ayat ini tertulis sebagai berikut:
Peri de tēs ēmeras ekeinēs kai ōras oudeis oiden, oude oi angeloi tōn ouranōn oude o Hoius, ei mē o patēr monos. (Mat 24:36 Greek Transliteration)
Perhatikan di kata yang kita garisbawahi, di teks aslinya dipakai dua kata ei me yang artinya if not artinya jika bukan. Hal ini menunjukkan kata kondisi jika bukan, disini tidak dipakai kata kai yang berarti but atau tetapi yang memberi kesimpulan perkecualian. Ayat tersebut sebenarnya secara literal lebih tepat bila diterjemahkan seperti berikut:
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, jika bukan Bapa sendiri. (Mat 24:36 Terjemahan Langsung)
Jadi Ayat ini berkata, Anak pun tidak tahu jika bukan Bapa sendiri, maksudnya Anak tidak akan tahu, jika Anak itu bukan Bapa sendiri. Sedangkan kita percaya bahwa Anak dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30), jadi Anak adalah Bapa sendiri, dengan kata lain, ayat itu sebenarnya secara tersembunyi memberitahu bahwa Anak tahu tentang waktu itu sebab Anak itu adalah Bapa sendiri.
Inilah mungkin sebabnya mengapa beberapa terjemahan yang paling terpandang seperti King James Version, Wycliffe dan Darby tidak mencantumkan frase nor the Son (Anak pun tidak). Beberapa terjemahan bahasa lain seperti terjemahan bahasa Belanda (Het Boek), Spanyol (RVA), Albania Bible juga tidak menyertakan frase Anakpun Tidak.
But of that day and hour knoweth no man, no, not the angels of heaven, but my Father only. (Mat 24:36 KJV)
Lagipula tidak masuk akal kalau dikatakan Kristus tidak tahu hari kedatangan-Nya sendiri. Rasul Petrus berkata Roh Kristus itu, adalah Roh Nubuat, Roh Kristuslah yang menjelaskan segala rahasia kepada para nabi, jadi mustahil yang memberitahu rahasia-rahasia kepada para nabi tidak tahu mengenai rahasia-rahasia itu.
Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (1Petrus 1:10-11)
Roh Kristus pula yang menyingkapkan rahasia akhir zaman kepada Daniel di atas sungai Ulai seperti yang dicatat di Daniel 8 dan Daniel 12. Dan Roh Kristus jugalah yang menyingkapkan kitab Wahyu kepada Yohanes. Bagaimana mungkin Sang Anak yaitu Kristus tidak mengetahui rahasia waktu kedatangan-Nya sendiri, sementara Ia harus memberi petunjuk mengenai waktu itu kepada para nabi?
Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. (Wahyu 1:2)
Jadi pendapat yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak memahami Waktu Kedatangan-Nya sendiri kelak di akhir zaman, adalah pendapat yang keliru secara mendasar. Jangan lupa bahwa, Dia yang telah menerima kuasa dan segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kekuasaan-Nya (1 Kor 15:27), jadi mustahil Dia tidak mengetahui mengenai waktu itu.
BENARKAH KEDATANGAN TUHAN SEPERTI PENCURI BAGI KITA?
Banyak juga orang yang secara ceroboh membaca perikop 1Tesalonika 5 Kedatangan Tuhan seperti pencuri dan memahaminya secara sangat-sangat keliru. Mereka mengajar kepada jemaat bahwa, Kedatangan Tuhan itu bagi kita seperti pencuri. Padahal yang dimaksud kedatangan Tuhan itu seperti pencuri, adalah bagi orang-orang yang masih di dalam kegelapan. Memang Kedatangan Tuhan seperti kedatangan pencuri pada malam hari, untuk orang fasik, tetapi tidak untuk kita.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. (1 Tes 5:4-5)
Perhatikan baik-baik ayat di atas: hari itu (tidak akan) mendatangi kita dengan tiba-tiba, artinya jika kita anak-anak terang kita akan tahu sebelumnya dan akan siap, kecuali kita adalah orang-orang yang masih di dalam kegelapan.
Sebenarnya ini kekeliruan yang fatal, sebab mengatakan bahwa Tuhan akan datang seperti pencuri bagi kita (anak-anak Terang) sangat bertentangan dengan Firman Tuhan sendiri. Tuhan Yesus berkata: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10:10)
Kekeliruan yang sama terjadi dengan orang-orang yang menyimpulkan bahwa Nuh pun tidak tahu kapan air bah itu datang sampai hal itu benar-benar terjadi. Mereka memperhatikan kisah Nuh yang dipaparkan di Matius 24 : 37 39 dan menempatkan diri Nuh dan keluarganya pada posisi yang salah.
Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu, makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Mat 24:37-39)
Bila kita baca ayat-ayat diatas, kita menemukan kalimat yang berkata, mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang. Mereka menyimpulkan Nuh baru tahu segala sesuatu ketika bencana air bah itu benar-benar datang. Dari situlah mereka berpikir, kita tidak akan pernah tahu kapan waktu Kedatangan Tuhan itu, sampai Tuhan Yesus benar-benar datang. Dan pendapat itu sangat keliru!

Mengapa? Karena mereka menempatkan Nuh dan diri kita semua, pada posisi orang kebanyakan, yang makan dan minum, kawin dan mengawinkan dan tidak tahu akan sesuatu. Mereka lupa bahwa orang yang bergaul karib dengan Allah akan seperti Nuh dan keluarganya. Nuh dan keluarganya bukanlah orang-orang yang termasuk dikatakan mereka tidak tahu akan sesuatu, Nuh tahu kapan harus membuat bahtera, Nuh tahu kapan harus masuk ke dalam bahtera. Nuh mempersiapkan semuanya dengan rapi sebelum bencana itu datang. Bahkan Alkitab mengatakan Allah memberitahu Nuh tujuh hari di muka, sebelum banjir besar itu datang, dan ia juga diberitahu berapa lama hujan akan turun membanjiri bumi.
Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu. (Kej 7:4)
Jadi yang dimaksud mereka yang tidak tahu akan sesuatu bukan termasuk Nuh dan keluarganya, mereka tidak digolongkan bersama orang-orang fasik lainnya. Demikian juga apabila Alkitab berkata bahwa waktu Tuhan tidak ada yang tahu, belum tentu termasuk bagi orang-orang yang dikasihi Allah.
BENARKAH TIDAK AKAN ADA ORANG YANG TAHU WAKTU TUHAN?
Mari kita pelajari apa sebenarnya kata Alkitab mengenai hal ini, apakah akan ada orang yang mengetahui atau memahami waktu Tuhan? Apakah benar bahwa waktu Kedatangan Tuhan akan tinggal sebagai rahasia untuk semua orang termasuk untuk orang-orang percaya di akhir zaman?
Pertama mari kita pelajari di kitab yang ditunjuk Tuhan Yesus untuk dipahami, yaitu kitab Daniel (Mat 24:15). Daniel pasal 12 adalah pasal yang konteksnya tidak dapat disanggah sangat tepat untuk menjelaskan mengenai hal ini, yaitu pasal yang membahas nubuat munculnya Tuhan Yesus di langit yang digambarkan sebagai Pemimpin Besar Mikhael, yakni pada peristiwa Kebangkitan Pertama dan peristiwa Pengangkatan orang-orang percaya.
Pada saat itu Daniel dalam penglihatan mendengarkan sebuah percakapan tentang waktu atau kapan saatnya peristiwa Kedatangan Tuhan akan terjadi (ayat 6-7). Kemudian ketika Daniel bertanya tentang hal itu (ayat 8), Malaikat Tuhan menjawab Daniel:
Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. (Dan 12:9-10)
Alkitab mengatakan akan ada orang-orang yang akhirnya memahami Waktu Kedatangan Tuhan itu. Dan Alkitab menyebut orang-orang itu: bijaksana. Perhatikan baik-baik hal ini: sebaliknya orang-orang yang tidak memahami, adalah mereka yang dikelompokkan oleh Alkitab sebagai orang-orang fasik, orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Kedua, Injil Markus pasal 4 menyatakan semua tentang misteri Kerajaan Allah. Walaupun Kerajaan Allah merupakan rahasia bagi banyak orang Tuhan Yesus mengatakan bahwa kepada kita anak-anak-Nya telah diberikan rahasia itu.
Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan. (Mark 4:11)
Injil Markus juga mencatat bahwa Tuhan Yesus mecoba menjelaskan tujuan Firman adalah seperti pelita untuk memberi terang, dan pelita dinyalakan bukan untuk disembunyikan atau ditutup-tutupi. Tujuan Nubuat dan Wahyu Tuhan diberitakan adalah untuk memberi penyingkapan kepada jemaat yang dilambangkan kaki dian (Wah 1:20), bukan untuk menyembunyikan sesuatu kepada jemaat.
Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. (Mark 4:21)
Selanjutnya Tuhan Yesus lebih menegaskan lagi bahwa bukan keinginan-Nya untuk terus menyembunyikn atau merahasiakan sesuatu kepada anak-anak-Nya. Semua yang dahulu disembunyikan akan dinyatakan, dan semua yang dahulu dirahasiakan akan segera disingkapkan.
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. (Mark 4:22)
Tuhan Yesus memang berpesan kepada murid-muridnya bahwa pada saat itu mereka belum sanggup untuk menerima lebih banyak penyingkapan, dan kelak Roh Kudus akan menyingkapkan kepada gereja-Nya pada waktu yang telah ditetapkan Bapa.
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yoh 16:12-13)
Jadi sekarang kita mengerti bahwa akan ada orang-orang yang akhirnya mengerti Waktu Tuhan. Kalau kita bukan orang-orang fasik, maka paling tidak kita tidak menutup diri dan mau belajar memahami kairos yaitu Agenda Yang Maha Kuasa.
Berbagai keyakinan yang keliru disebabkan karena orang tidak memahami benang merah dari Alkitab secara keseluruhan. Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu, inti dari Alkitab adalah mempersiapkan kita agar pada Hari Kedatangan Kerajaan-Nya kita diselamatkan, dan agar hari itu tidak datang sebagai suatu jerat bagi kita (Luk 21:34). Jadi pengetahuan tentang Hari Tuhan itu begitu luar biasa pentingnya, dan siapa tidak berjaga-jaga (baca tidak observe atau tidak mengamati atau mempelajari), ia akan kecolongan karena tidak siap pada waktunya seperti lima gadis yang bodoh (Mat 25:10).
Untuk memahami lebih jauh bahwa memahami Hari dan Tanggal Kedatangan Tuhan bukan sesuatu yang sesat, justru merupakan revelation dari Firman Tuhan itu sendiri, silakan melanjutkan membaca artikel : GERHANA 20 Maret 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA

GERHANA 20 Maret 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA





Tulisan ini merupakan artikel kedua dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai dengan selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena waktunya sudah tiba untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :
MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)
Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

Banyak orang percaya salah mengerti mengenai Waktu Tuhan atau Kairos sebagai sesuatu yang tabu untuk dipelajari. Orang-orang yang mempelajari Waktu Tuhan sering dianggap melakukan hal yang sia-sia bahkan dianggap bidat sesat. Anggapan Waktu Tuhan adalah Rahasia Ilahi yang tidak mungkin dipahami manusia menjadi semacam doktrin mematikan.
Ini salah satu keyakinan yang keliru yang menghalangi gereja-Nya memahami Agenda Tuhan yang sebenarnya telah diupayakan untuk disingkapkan di dalam Alkitab. Baca artikel Memahami Misteri Kerajaan Allah untuk mengetahui bahwa Tuhan sebenarnya ingin kita memahami rahasia-Nya, namun kita banyak yang salah mengerti.
Memang si jahat selalu berusaha menghalangi Umat-Nya menangkap maksud dari Wahyu Tuhan (Dan 10:13). Sebentar lagi kita akan diajak memahami, bahwa ternyata justru kita masih berada dalam kegelapan, kalau belum dapat menemukan kembali sistem Kalender TUHAN yang berisi penyingkapan Agenda-Nya di akhir zaman.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. (1Tes 5:4-5)
HUBUNGAN SISTEM KALENDER DAN IMAN KEYAKINAN
Sebelum lebih lanjut mempelajari Sistem Waktu atau Kalender Tuhan, perlu kita mengerti lebih mendasar arti pentingnya Sistem Kalender dan hubungannya dengan iman kita. Kalender adalah sistem waktu yang berisi cara menghitung hari, bulan dan tahun dan daftar hari-hari penting yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang memelihara kalender tersebut.
Perlu disadari, bahwa setiap agama dan keyakinan memiliki sistem kalender agamanya masing-masing. Agama Islam memelihara kalender Hijriah, agama KongHuTzu memelihara kelender Imlek, agama Budha dan Hindu juga memiliki kalender masing-masing. Ketika agama Islam masuk ke tanah Jawa, bercampur dengan keyakinan Hindu yang telah lebih dahulu dianut masyarakat, timbullah kultur keyakinan baru Hindu-Islam, inipun memunculkan sistem kalender baru yang disebut kalender Saka. Penganut Budha Mahayana memelihara kalender yang berbeda dengan penganut Budha Theravada. Pendek kata sistem Kalender begitu melekat erat dengan keyakinan dan agama.
Sistem Kalender seperti urat nadi dari sebuah keyakinan, karena Kalender berisi jadwal peribadatan dan hari-hari raya dari kepercayaan atau agama yang bersangkutan. Sebagai contoh Kalender Hijriah menekankan hari Jumat sebagai hari sembahyang umat Muslim dan berisi jadwal puasa, dan hari-hari raya Islam yang harus diperingati setiap tahun oleh umat muslim. Tanpa melihat kalender Hijriah, umat muslim akan kesulitan mengetahui kapan memulai puasa dan kapan datangnya hari raya mereka.Begitu juga sistem Kalendar Tuhan demikian penting bagi kita umat tebusan-Nya. Kita perlu memahami sistem Waktu atau Kalender TUHAN yang dijabarkan dalam Alkitab, yaitu segala aturan menghitung hari, bulan dan tahun dan daftar hari-hari raya penting yang harus diperhatikan oleh kita umat-Nya. Bukan untuk jadwal-jadwal peribadatan dan segala aturan agamawi, lebih dari itu semua kita perlu memahami pewahyuan yang terkandung dalam Agenda-Nya di akhir zaman.