Senin, 08 Desember 2014

18. Mempercayai Ilmu Pengetahuan Medis Lebih Daripada Allah.



Asa, yang adalah raja Israel, menggambarkan poin ini :
                   “. . . Asa menderita sakit pada kakinya kemudian menjadi semakin parah, namun dalam sakitnya ia tidak mencari pertolongan Tuhan melainkan tabib-tabib.”
                                                                                                            II Tawarikh 16:12
                  
                   Kembali, Yeremia mengajarkan kepada kita kesia-siaan mengandalkan kemampuan manusia.

                   “Beginilah Firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengabdalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, yang hatinya menjauh daripada Tuhan.”
                                                                                                   Yeremia 17:5

                    Saya memuji Tuhan adanya dokter-dokter da ilmu pengetahuan medis.Lukas, salah seorang rekan sekerja Paulus adalah seorang dokter medis.Namun kita harus tahu bahwa semua kesembuhan pada akhirnya berasal dari Allah.Kita menghargai ilmu pengetahuan medis dan semua orang yang sejajar dengan Allah.Raja Asa bersalah karena meninggikan para dokter di atas Allah.Sikap seperti ini dapat menghalangi kesembuhan ilahi.Karena itu, meskipun kita menerima pertolongan daripada ahli medis dan menghargai mereka.Fokus kita harus tertuju pada janji Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar