Kamis, 22 Mei 2014

Henok Dan Elia Bag. 7



( 7 )
Alkitab menyatakan bahwa tidak ada hal yang mendukung pendapat itu (Elia diangkat agar ia hidup abadi), karena para nabi jaman dahulu, termasuk Elia, tidak pernah mendapatkan janji akan hidup kekal pada saat setelah kita.
Perhatikanlah Ibrani 11:32 dan 39, 40.
Ibrani 11:32, 39-40
32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.
Jadi Elia tidak menjadi abadi, karena jika ia abadi maka ia memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Yesus.
Sesungguhnya apakah yang dinyatakan oleh Alkitab berkenaan dengan hal yang mendasari peristiwa pengangkatan Elia tersebut ?
II Raja - Raja 2:3, 5 memiliki jawabannya.
II Raja - Raja 2:3,5
3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
3 And the sons of the prophets that were at Bethel came forth to Elisha, and said unto him, Knowest thou that the LORD will take away thy master from thy head to day? And he said, Yea, I know it; hold ye your peace.
5 And the sons of the prophets that were at Jericho came to Elisha, and said unto him, Knowest thou that the LORD will take away thy master from thy head to day? And he answered, Yea, I know it; hold ye your peace.
Perhatikan sekarang hal - hal yang dikatakan oleh anak - anak para nabi kepada Elisa : "Tahukah kamu bahwa Allah akan mengambil gurumu pada hari ini ?" atau seperti yang diterjemahkan oleh Smith and Good translation, "Tahukah kamu bahwa pada hari ini Allah akan mengambil gurumu yang adalah pemimpinmu ?"
Kristus adalah kepala jemaat pada saat sekarang ini sama dengan Elia yang adalah kepala dari anak - anak para nabi pada saat itu.
Allah telah mengirim Elia sebagai nabiNya kepada raja yang murtad "Ahab" dan kepada anaknya "Ahazia"
Sekarang Allah menginginkan Elisa mengambil alih pekerjaannya, karena Ahazia telah meninggal dan seorang raja baru telah memerintah.
II Raja - Raja 1:17-18
17 Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja menggantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki.
18 Selebihnya dari riwayat Ahazia, apa yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?
Jadi apakah yang dilakukan oleh Allah ?
Ia tidak dapat membiarkan Elia berada di antara orang - orang bersama - sama dengan Elisa yang sekarang sudah mengambil alih pekerjaannya.
Hal itu akan sama artinya dengan mendiskualifikasikan / menonaktifkan dirinya.
Sesungguhnya Allah tidak pernah mencopot jabatan dari seseorang jika orang tersebut bekerja dengan baik.
Jadi dalam kasus Elia, satu - satunya hal yang dapat ia lakukan adalah memindahkan Elia ke tempat lain sehingga ia dapat melakukan tugas yang lain di tempat yang lain pula, dan hal inilah yang dilakukan oleh Allah.
Ketika Elia diambil, jubah Elia terjatuh dan diambil oleh Elisa.
II Raja - Raja 2:12-15.
13 Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.
14 Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.
15 Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa."
Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.
Sesungguhnya apakah arti daripada mantel tersebut ?
Di dalam Clarke's commentary, kita mengetahui bahwa di sana ditulis, " jubah digunakan oleh para nabi dan pemimpin agama sebagai tanda dari jabatan yang mereka duduki (vol 2, page 484).
Jadi tujuan Allah memindahkan Elia adalah untuk memberikan jabatannya kepada orang lain yang akan hidup di tengah - tengah bangsa Israel untuk suatu masa berikutnya yang mana jabatan ini akan mulai diduduki oleh orang yang baru, Elisa, dibawah raja yang baru karena Ahazia baru saja meninggal.
Elia memang sudah tua dan Allah memberikan jabatannya kepada Elisa dengan cara mengambilnya dari tengah - tengah orang - orang yang dipimpinnya (anak - anak para nabi dan masyarakat).
Allah juga membiarkan jubah Elia yang adalah perlambang dari jabatan yang diduduki oleh Elia untuk berpindah kepada Elisa sebagai peristiwa serah terima jabatan.
Dengan demikian Allah mempertahankan nama dan kedudukan nabiNya, karena Allah tidak ingin untuk mennonaktifkan Elia dimata para orang - orang yang dipimpinnya.
Bagaimanakah pengangkatan Elia ?
Dengan menyeberangi sungai Yordan yang berada di dekat Yerikho, Elia diangkat dalam tiupan angin yang muncul dalam bentuk sebuah kereta dan kuda - kuda api.
Tiupan angin itu pun menyebabkan terangkatnya jubah sang nabi saat ia terlihat naik ke angkasa.
Anda mungkin pernah membaca hal yang berkenaan dengan janji Elia yaitu bahwa Elisa akan mendapatkan dua kali Roh Allah yang dimiliki oleh Elia, jika ia diijinkan oleh Allah untuk melihat terangkatnya Elia.
II Raja - Raja 2:9
9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
Dengan kata lain hal ini menyatakan bahwa Elisa akan menjadi seorang pemimpin, pemimpin baru yang mengepalai para anak nabi.
Dengan terangkat Elia ke angkasa maka ia telah melepaskan jabatan yang didudukinya. Tetapi kemanakah Elia pergi ?
Kemanakah Elia pergi ?
Hal yang berkenaan dengan kepergian Elia ini sebenarntya adalah merupakan hal yang sering membingungkan banyak orang.
Tetapi seperti yang kita ketahui dan telah dipelajari bahwa Elia tidaklah terangkat ke surga dimana tahta Allah berada, Yesuslah yang mengatakannya !, tetapi ia pun tidak berada di udara / angkasa untuk selamanya (karena ia diangkat ke angkasa).
Pada peristiwa pengangkatannya, Allah tidak mengatakan bahwa Elia akan meninggal saat itu karena jika Elia memang meninggal pada saat itu, maka Elisa pasti akan sudah menjalani tugas barunya tanpa harus melihat atau menyaksikan peristiwa pengangkatan Elia ke angkasa.
Dan seperti yang kita ketahui, Elisa meninggal dalam tempat tugasnya ketika ia selesai melaksanakan tugasnya.
II Raja - Raja 13:14
14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
Para anak nabi yang mengetahui bahwa Elia akan dipindahkan juga mengetahui bahwa Elia tidak akan meninggal setelah peristiwa pemindahannya, dan ia tidak menuju surga tahta Bapa, oleh karena itu mereka takut jika roh Allah membiarkan dia jatuh di daerah - daerah gunung atau lembah.
II Raja - Raja 2:16
16 Mereka berkata: "Coba lihat! Di antara hamba-hambamu ini ada lima puluh orang laki-laki, orang-orang tangkas. Biarlah mereka itu pergi mencari tuanmu, jangan-jangan ia diangkat oleh Roh TUHAN dan dilemparkan-Nya ke atas salah satu gunung atau ke dalam salah satu lembah." Elisa menjawab: "Janganlah suruh pergi!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar