Jumat, 16 April 2010

Perintah yang Kedua

Perintah yang Kedua
Oleh : Roderick C. Meredith, Living Church of God
Di dalam khotbah di Bukit, Yesus mengajarkan: "Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga" (Matius 5:19). Di dalam seluruh pesanNya, Yesus menjelaskan, memaparkan dan memperbesar Kesepuluh Perintah. Ia menunjukkan bahwa hukum rohani ini adalah suatu hukum yang hidup, sama seperti hukum gravitasi atau inersia/kelembaban. Yang mana jika anda melanggarnya, maka kecelakaanlah yang akan menimpa anda! Oleh karenanya, kita telah melihat bahwa ketika manusia atau bangsa-bangsa melanggar perintah yang pertama "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." (Keluaran 20:3), maka mereka pada kenyataannya mengundang penderitaan dan keburukan kepada diri dan kemakmuran mereka sendiri. Manusia memisahkan diri dari sumber kehidupan mereka, dari tujuan hidup mereka, dan dari hukum-hukum yang dapat memberikan mereka kebahagiaan, kedamaian dan sukacita. Manusia yang hubungan dan hidupnya terputus dari Allah adalah pribadi yang hampa, frustrasi dan sengsara. Baik karena keganasan perang, kesulitan pribadi, sakit atau tingkah laku yang tidak baik, nasib dari terputusnya umat manusia dari Allah adalah kematian yang sangat menyedihkan, dengan tidak adanya harapan atau janji akan kehidupan kekal setelahnya (Roma 6:23; Wahyu 21:8).
Perintah Yang Kedua Dinyatakan
Manusia akan menjadi tidak lengkap dengan terputusnya hubungannya dengan penyembahan Allah yang benar, padahal dia harus menyembah Allah yang benar saja: "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." (Keluaran 20:3). Perintah yang kedua menceritakan kepada kita tentang bagaimanakah cara menyembah Allah yang benar, juga tentang kesalahan apakah yang harus kita hindari di dalam penyembahan kita, dan upah berkat yang akan dialami oleh keturunan-keturunan kita sebagai hasil penyembahan kita terhadap Allah yang maha agung. "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku." (Keluaran 20:4-6).
Pikiran jasmani menginginkan sesuatu untuk membantunya di dalam menyembah Allah. Manusia di dalam keadaan dagingnya menginginkan objek jasmani yang dapat "membantu" mereka untuk menyembah, dan "untuk mengingatkan" mereka akan Allah yang tidak dapat mereka lihat. Tetapi ingatlah bahwa ternyata inilah suatu hal yang tidak boleh kita lakukan berdasarkan perintah ini, Yesus mengatakan: "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:2 3). Perhatikan bahwa hanyalah penyembah "yang benar" yang akan dapat menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran. Banyak lainnya yang berusaha untuk memiliki beberapa bentuk penyembahan tetapi oleh karena mereka membatasi penyembahan mereka dengan suatu konsep yang salah tentang Allah, maka penyembahan mereka menjadi sia-sia. "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (ayat 24). Manusia ingin membuat berbagai macam bentuk objek untuk mewakili Allah, dan hal ini benar-benar menolak apa paling yang penting di dalam diri Allah. Allah adalah pokok dari segala kekuatan, kebijaksanaan, dan kasih. Allah tidaklah terbatas. Ketika seorang manusia membuat suatu gambaran/kesan mental dan fisik dari Allah menurut pikirannya sendiri, maka dengan demikian ia membatasi, di dalam pikiran dan penyembahannya, pribadi Allah yang tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi!
Dasar dari Penyembahan Berhala
Banyak kali di dalam mengulang Kesepuluh Perintah, Allah selalu memperingatkan bangsa Israel untuk melawan segala bentuk penyembahan berhala. "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 26:1). Allah secara terus menerus melawan setiap bentuk penyembahan berhala atau image yang digunakan di dalam penyembahan. Perhatikanlah bahwa di dalam hal ini Allah tidak mengutuk karya seni atau patung, tetapi Ia mengutuk jika patung tersebut menjadi suatu objek penyembahan yang "dihormati" dan "diagungkan". Di dalam perintah aslinya dari Keluaran 20:4-6, Allah tidak mengutuk setiap gambar dan patung, tetapi, "jangan engkau sujud menyembah kepadanya atau beribadah atau melayaninya". Jadi adalah penggunaan karya seni atau patung sebagai suatu bentuk dari penyembahan atau "alat bantu" di dalam penyembahanlah yang di kutuk oleh Allah! Dasar utama dari segala penyembahan berhala adalah pribadi yang ingin memenuhi keinginan pribadinya sendiri dan yang ingin memberontak untuk menyerahkan dirinya kepada Allah di dalam penyembahan yang benar sesuai dengan jalan yang telah Ia perintahkan! Dengan tidak sungguh-sungguh mengetahui Allah yang benar, atau memiliki Roh KudusNya, maka umat manusia sering kali berpikir bahwa mereka membutuhkan alat "bantu" atau "media" yang dapat membantu mereka menyembah Allah berdasarkan konsep yang dipengaruhi oleh pikiran mereka sendiri sebagai manusia. Perintah yang kedua ini melarang manusia untuk menggunakan alat "bantu" atau "media" jasmani di dalam menyembah Allah yang tidak nampak.
Seorang Yang Benar-Benar Bertobat dan Insyaf Mengetahui Allah
Tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui Allah sebagai Bapa atau yang hidup di dalam hubungan sangat dekat dengan diriNya di dalam kehidupan sehari-hari mereka yang membutuhkan gambar atau image untuk membantu mereka berdoa. Jika seseorang berpikir bahwa ia membutuhkan alat bantu seperti ini, hal ini dengan jelas dan sederhana menyatakan bahwa ia belum mengetahui Allah dan belum menerima Roh Kudus Allah. Ingatlah bahwa untuk menyembah Allah di dalam roh, anda harus memiliki Roh Kudus. "Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." (Roma 8:9). Allah hanya akan memberikan Roh KudusNya setelah pertobatan dan baptisan yang benar dari seorang manusia, kepada mereka yang "mematuhiNya" (Kisah Para Rasul 2:38; 5:32). Hanya sedikit saja orang di saat sekarang ini yang benar-benar menyerahkan diri mereka untuk patuh kepada Allah, berjalan bersama dengan diriNya, serta membiarkanNya untuk memimpin setiap pikiran, perkataaan serta tindakan mereka. Oleh karenanya, kebanyakan dari manusia tidak benar-benar mengetahui Allah. Bagi mereka Allah kelihatan seperti jauh, tidak nyata, dan kabur. Sebaliknya, mereka lebih senang/condong melihat "alat bantu" di depan mata mereka yang mereka kira dapat membantu mereka untuk menyadari bahwa Allah itu memang ada dan mendengarkan doa-doa mereka!
Gambar-Gambar Yesus
Ribuan umat Kristen menggunakan gambar-gambar dari apa yang mereka kira sebagai Yesus Kristus di dalam penyembahan mereka, dan bahkan mereka memasang gambar-gambar tersebut di dalam rumah mereka. Sesungguhnya, apakah yang dikatakan oleh Alkitab tentang gambar-gambar seperti itu? Pertama-tama, perintah yang kedua sendiri dengan jelas melarang umat manusia untuk menggunakan segala sesuatu untuk menggambarkan/mewakili Allah atau yang dapat dengan mudah dijadikan obyek penyembahan. Tentu saja, karena Yesus Kristus adalah Allah (Ibrani 1:8), maka dengan secara langsung umat manusia juga dilarang untuk menggunakan segala alat bantu/bahkan gambar untuk menggambarkan diriNya! Dan lagi, bagi mereka yang masih tetap berkeinginan untuk bersih keras berargumentasi tentang hal gambar Kristus ini, ketahuilah bahwa gambar-gambar tersebut tidak memiliki persamaan apa pun dengan tampang Yesus Kristus yang adalah seorang Yahudi ketika Ia menjadi manusia (Ibrani 7:14)! Segala ciri-ciri jasmani yang ada di hampir setiap gambar yang katanya gambar Kristus dengan jelas tidak memiliki ciri-ciri jasmani seorang Yahudi! Sebagai Sang Firman Allah, Kristus memberikan wahyu kepada rasul Paulus untuk menuliskan, "Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang," (1 Korintus 11:14). Sayangnya, gambar-gambar yang katanya gambar Kristus tersebut ini menunjukkan gambar seorang pria dengan rambut panjang dengan ciri-ciri feminin yang lembut dan tampang sentimentil, pandangan mata yang sok suci. Karena itu ketahuilah bahwa gambar Kristus tersebut bukanlah gambaran Kristus yang sebenarnya dari Alkitab anda!
Pada kenyataannya, tampang Yesus sangatlah maskulin, sebagai seorang muda, Ia adalah seorang tukang kayu yang bekerja di luar rumah. Dan Ia terus menghabiskan waktunya di luar rumah bahkan sepanjang masa kepelayananNya. Oleh karenanya maka segala apa yang digunakan untuk menggambarkan Yesus Kristus dari mulai salib, dan gambar-gambarnya sungguh bertentangan dengan pernyataan firman Allah yang suci tentang diriNya! Mereka memberikan suatu gambaran yang salah tentang Yesus Kristus di dalam segala hal tentangnya. Sesungguhnya wajah Yesus harus memiliki tampang yang tegas dan legam akibat panas matahari. Ia tidak bertampang feminin/kewanitaan, melainkan ia memiliki rambut yang pendek seperti seorang pria. Ia tidak memiliki ciri-ciri aristokrat yang feminin, Yesaya mendapatkan wahyu dariNya untuk menggambarkan tampang manusiaNya: "Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya." (Yesaya 53:2). Sebagai seorang manusia, Yesus adalah seorang tukang kayu muda Yahudi yang normal dan sehat dan bahkan mungkin memiliki tampang yang sangat maskulin dan prima di masa awal usia tiga puluhanNya. Dengan kesungguhan dan kepercayaan yang dipegang, Ia mulai memberitakan pesan dari Kerajaan Allah yang akan segera datang untuk memerintah seluruh dunia ini. Bagaimana pun juga, jika kita memikirkan tentang tampang Yesus, setidaknya kita harus berpikir tentang keadaanNya pada saat ini. Wahyu 1:14-16 memberikan gambaran tentang diriNya: "Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik." Sebagai Allah, wajah Yesus pada saat ini benar-benar bersinar dengan radiasi dan kekuatan, dan oleh karenanya anda tidak akan dapat memandang wajahNya secara langsung sebagai manusia daging! Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka tidak menyembah gambar-gambar atau patung-patung Yesus tersebut dan mungkin saja memang begitu kelihatannya. Tetapi ketahuilah bahwa gambar dan konsep yang salah tentang Kristus tersebut tanpa diragukan akan benar-benar masuk di dalam pikiran mereka ketika berpikir tentang Kristus atau ketika mereka sedang berdoa. Sehingga hadirlah gambar-gambar dan patung-patung ini di tengah-tengah hubungan mereka dengan Kristus. Sungguh gambar-gambar dan patung-patung tersebut telah memisahkan para penyembah dari Kristus! Dan oleh karenanya jika anda menggunakan gambar-gambar yang seperti itu, maka anda telah melanggar perintah yang kedua! Karena dengan jelas anda telah membatasi konsep pemikiran anda tentang Kristus yang hidup, yang mana pada saat ini Kristus diagungkan dengan duduk di sebelah kanan Allah di sorga, dan di dalam kekuatan yang agung wajahNya bersinar seperti matahari!
Menyembah Sistem dan Institusi
Salah satu dari bentuk penyembahan berhala modern yang umum terjadi adalah dengan memberhalakan gereja atau masyarakat. Bagi banyak orang, yaitu masyarakat dari dunia ini, peraturan, kebiasaan dan tradisi mereka sesungguhnya benar-benar dijadikan allah oleh mereka. Pada kenyataannya, banyak orang yang takut untuk melakukan sesuatu hal yang dianggap berbeda atau "aneh". Mereka merasa lebih ingin untuk menjadi serupa dengan dunia dan mengikuti jalan-jalannya. Tetapi Allah memerintahkan kita: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2). Perintah ini kelihatannya sulit untuk di patuhi, khususnya bagi orang yang berpikir bahwa orang lain pasti benar di dalam pikiran mereka, dan apa yang mereka katakan dan lakukan. Alkitab menceritakan bahwa banyak orang di zaman Yesus yang melakukan cara penyembahan yang salah, "Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah." (Yohanes 12:43).
Jika anda dengan secara buta mematuhi kebiasaan dan tradisi keluarga, gereja atau masyarakat anda, dan bukannya perintah dari firman Allah, maka anda sudah berdosa dengan melakukan penyembahan berhala. Anda telah meletakkan segala hal tersebut pada tempat Allah yang benar! Bahkan ritual suatu kebaktian gereja dapat menjadi berbahaya, karena sebagaimana diperbaikinya ritual pada institusi-institusi yang ada, kebanyakan hal ini bermula dan berakhir pada pemikiran jasmani manusia dan hal ini bukanlah pengganti yang baik bagi penyembahan yang benar bagi Allah "di dalam roh". Alkitab secara langsung menyatakan orang-orang di zaman kita sebagai mereka yang "secara lahiriah menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya." (2 Timotius 3:5).
Allah yang benar adalah Dia sang Pencipta dan Pemimpin yang abadi dari alam semesta ini. Bagaimanakah seharusnya anda menyembah diriNya? Ia menjawab: "Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku." (Yesaya 66:2). Anda harus menyembah Allah secara langsung dan dengan kerendahan dan keinginan dari hati. Anda harus mempelajari firman Allah, serta berkeinginan untuk diperbaiki olehnya, demikian juga anda harus gentar akan kekuasaan firman Allah disepanjang hidup anda! Dengan hati yang terbukti berserah kepadaNya melalui pertobatan dan kepatuhan, maka sudah seharusnya anda banyak berdoa kepada Allah di dalam satu minggunya. Berdoa dengan tenang sejalan anda akan memulai aktivitas keseharian anda. Anda harus mengenalNya dan mencintaiNya sebagai Bapa anda. Sejalan dengan penjelasan yang diungkapkan di dalam buklet ini yaitu bahwa, "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat," (1 Yohanes 5:3). Oleh karenanya, anda akan secara sungguh-sungguh mengasihi dan menghormati Pencipta anda dengan menjalankan kehidupan yang patuh berdasarkan jalan-jalan Kesepuluh Perintah, sama seperti apa yang dilakukan oleh Yesus.
Sejalan dengan Henok, Nuh dan Abraham "berjalan bersama Allah", maka anda pun harus belajar untuk melakukan hal yang sama, yaitu "berjalan bersama Allah", dan dengan baik meningkatkan hubungan dengan diriNya. Dan juga menghasilkan buah bagiNya di seluruh kehidupan keseharian anda. Dan di dalam pimpinan Roh Kudus, maka anda tidak akan pernah lagi, bahkan untuk berpikir untuk menggunakan patung atau berhala atau gambar sebagai alat "bantu" doa dan penyembahan terhadap Allah Pemimpin Agung alam semesta yang tidak lain adalah Bapa anda sendiri di sorga!
Suatu Peringatan dan Janji yang Sejati
Kita telah melihat bahwa Allah melarang umat manusia membuat suatu bentuk apapun yang dipergunakan untuk mewakili diriNya: "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku." (Keluaran 20:5-6). Tidak seperti kebanyakan terjemahan modern, naskah Masora sesungguhnya memelihara poin penting yang menyatakan bahwa belas kasihan Allah diluaskan menyebar sampai ke ribuan generasi (Mazmur 105:11).
Karena Allah adalah Bapa kita, maka Ia benar-benar mengusahakan kesejahteraan abadi kita. Ia memiliki rasa cemburu untuk mempertahankan kita dan oleh karenanya Ia tidak akan membiarkan anak-anakNya untuk menyembah berhala/ilah-ilah yang sesat. Dan hal ini tentu saja adalah untuk kebaikan kita! Jika kita tetap melakukan penyembahan yang berhala dan sia-sia, maka Allah mengatakan bahwa Ia akan membalaskan ketidak baikan kita atas anak-anak dan cucu-cucu dan cicit kita. Terdapat banyak sekali hal yang terkait di dalam pernyataan dan prinsip ini tetapi hanya terdapat satu arti yang langsung dan jelas di dalam konsteks ini. Jika di dalam penyembahannya manusia menggunakan suatu berhala atau gambar untuk mewakili Allah sehingga menjurumuskannya di dalam penyembahan yang salah, maka sesungguhnya mereka tidak hanya menyakiti diri mereka sendiri tetapi juga anak-anak dan cucu-cucu mereka. Prinsip yang harus diingat disini adalah bahwa ide penyembahan mereka yang salah dan sesat akan diteruskan kepada anak-anak mereka. Hal ini akan sungguh-sungguh merusak dan menghancurkan kehidupan dan kebahagiaan anak-anak mereka tersebut! Adalah hal yang buruk dan serius perihal meneruskan konsep yang sesat tentang Allah kepada anak-anak anda. Hal ini adalah salah satu hal buruk yang dapat dilakukan oleh seorang orang tua kepada anaknya! Sudahlah jelas bagi orang yang mempercayai Alkitab bahwa penyembahan berhala dan "ilah-ilah" yang sesat telah benar-benar menghancurkan kehidupan jutaan umat manusia. Dengan terputusnya dari pengetahuan sang Pencipta, jutaan umat manusia tidak mengetahui bahwa mereka telah disesatkan oleh Setan (Wahyu 12:9), dan yang terhasilkan adalah bahwa mereka mengalami banyak peperangan, rumah tangga yang retak, kelaparan yang sangat, perbudakan, dan segala kesusahan dan kehancuran umat manusia yang jauh dari apa yang pernah bisa di bayangkan!
Tetapi bersama dengan peringatan ini, Allah juga memberikan suatu janji belas kasihan bagi mereka yang berkeinginan untuk menyembah Allah seperti apa yang telah Ia perintahkan. Di dalam kasus ini, Ia adalah Allah yang pengasih dan penuh belas kasihan, serta yang menunjukkan belas kasihan kepada ribuan orang yang mencintai diriNya dan yang melakukan perintah-perintahNya. Suatu hal yang kontras adalah bahwa Allah hanya akan memberikan pembalasan terhadap kesalahan para bapa kepada generasi ke tiga atau empat mereka, sebelum akhirnya Ia memberikan suatu penghukuman yang berbelas kasihan dan memimpin kepada kebenaran. Ia menunjukkan belas kasihan kepada ribuan generasi! Allah memanggil manusia untuk menghadap kepada diriNya di dalam keberadaan alam rohNya, yaitu untuk menyembah Pencipta mereka secara langsung. Manusia memang memiliki Allah yang agung dari alam semesta ini sebagai Bapa pribadi mereka. Mereka bahkan dapat berjalan bersama dengan diriNya dan berbicara dengan diriNya setiap hari. Dan jika manusia berhenti menyembah Allah dengan benar dan menghentikan hubungan yang sangat dekat denganNya, maka sesungguhnya ia sedang menghancurkan karakternya sendiri, yaitu pelanggaran perintah Allah. Inilah sesungguhnya arti dan kekuatan dari perintah kedua.

Prepared by:
Bambang Wiyono
081 2327 3886
Website:
http://muridyesuskristus.blogspot.com
Milis :
http://groups.yahoo.com/group/fullgospel_indonesia
Catatan : Sebagai umat Kristen, kita harus hidup seperti Yesus Kristus hidup ( I Yoh 2:6 ), yaitu mentaati dan melaksanakan KESEPULUH PERINTAH ALLAH, jangan sampai ada satu perintahNya yang dilanggar, agar kita hidup berkenan dihadapanNya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar