Jumat, 19 Juni 2015

KKR Yobel Besar 18 Juni 2015

Daniel Cipto
Perjamuan kudus

Iin Cipto
Tuhan rindu melawat bahtera.

Tidak tahu kapan Tuhan melawat
Tarian AoC: antara hidup dan mati, kutuk dan berkat.
Banyak orang berfikir bahwa di satu masa itu urusan pribadi. Padahal kita harus tahu tanggung-jawab kita: untuk 1 kota, bangsa, bahkan 1 generasi.

Bahaya di masa lawatan
And as He approached, He saw the city, and He wept [ audibly ] over it, (Luk 19: 41, AMP)

Yesus menangis dengan keras.

Tidak siap
Luk 19: 44 - saat lawatan ditawarkan, pilihannya membiarkan saja, atau menangkap-menyambut dan masuk dalam lawatan.
-
Ternyata sejarah membuktikan kehancuran tidak hanya dialami Yerusalem
Kota Soe, Kupang pernah mengalami lawatan: anak2 muda, orang tua, anak2 kecil. Semula gersang, tiba2 muncul 7 air terjun, dan mendatangkan kesuburan. Buah2an tumbuh sangat besar: apel, jeruk.
-
Sayang mereka tidak siap dan tidak menghargai.
-
Apel dan jeruk itu tidak diolah dan di-ekspor, malah mengomel, bosan, dan menginginkan hal lain (emas, mobil, rumah, dll)
Padahal jika semua yang Tuhan beri itu dikelola, mereka akan mendapat semua yang diimpikan.
Dalam 1 tahun semua habis. Apel dan jeruk dijadikan makanan babi, dan ini menyakitkan hati Tuhan.
Hari ini tidak ada satupun sisanya, semua dimakan ulat dan hama.
7 mata air dan 7 air terjun hilang, sekarang tinggal 1 mata air kecil.
-
Mereka tidak tahu waktu Tuhan melawat.
Ini terjadi pada semua kegerakan. Saat kita tidak tahu kapan Tuhan melawat kita, maka itu tidak menghargai pemberian Tuhan.
-
Luk 19: 44, AMP
Progressive: perkembangan
Tidak bertumbuh di dalam pengetahuan, pengertian.
-
10 tahun bahtera ada, apakah kita semakin kenal Tuhan ? Atau tetap tidak mengerti hati Tuhan ?

Untuk melatih penari sangat mudah. Saat ini mengumpulkan sangat sulit karena tersebar kemana2.

But0uh tekat, pengetahuan, kor0ban lebih banyak untuk mempertahankan lawatan
-
Tuhan sudah bawa bahtera ke seluruh dunia, 34 propinsi, ke seluruh aspek: sekolah, pemerintah, pertanian.
Tapi semua tetap butuh progres/ pertumbuhan
-
Diperlukan 3 hal yang bertumbuh:
Pengenalan, pengetahuan, pengertian
-
Tuhan bisa beri apapun, tapi apakah pengetahuan kita bisa mengelola/ menjalankan itu dengan baik?
-
Contoh:
Tuhan beri seseorang mesin, tapi dia tidak belajar, banyak salah mengerjakan pesanan, akhirnya pesanan terhenti.
Ini karena orang itu tidak bertumbuh.
-
Tuhan beri restauran. Tapi tidak pernah doa dan peran, tidak bikin quisioner, tidak membuat marketing, tidak cari bahan yang murah. Maka rugi
-
Dalam pelayanan juga sama, kita semua pernah Tuhan beri sesuatu
-
Daud memulai dengan 2 ekor domba, dan dia didapati setia
Samuel mulai dengan membersihkan daerah sekitar tabut, dan dia didapati setia
-
Saat kita tidak lakukan bagian kita, jangan salahkan Tuhan, itu salah kita: tidak bertumbuh dalam pengenalan-pengetahuan-pengertian
-
Kita juga harus belajar dari pengamatan dan pengalaman.
-
Bu Iin hidup dalam perubahan masa.
Di Eropa ada hamba Tuhan yang begitu diurapi, sehingga setiap mengadakan acara, orang2 rela tidur dipinggir jalan 2 hari sebelum acara.
Saat kehilangan Roh Kudus, walau tiket dibagikan, tidak ada orang yang datang.
-
Seorang anak Tuhan mengadakan kkr di lt 5 mall. Di lantai terbawah terdengar bahasa roh, dan orang2 yang belanja bisa dilawat.

Di masa muda, sebelum kebaktian bu iin dan beberapa teman ber-bahasa Roh 1 hingga 2 jam. - terbiasa dengan apa yang Tuhan beri.
Kelompok ini tdk bertumbuh.
Di suatu titik gereja mulai mencari pemain musik profesional, menggunakan event organizer. Sangat diberkati, tapi tidak bertumbuh di Roh. Hanya 3 tahun, kegerakan itu menyusut, sekarang tinggal 200 orang di setiap kebaktian.
Beberapa pemimpin jatuh dalam narkoba.
Saat ditanya mengapa jatuh: saat lawatan mendapat percetakan dan pabrik roti, dan untung. Tapi saat lawatan terhenti, semua hilang dan merugi. Barulah dia sadar bahwa dia sudah tidak pernah bertemu Tuhan. Kehilangan itu menyakitkan, membuatnya jatuh ke narkoba. Sekarang kehidupannya sulit.

Mari mengamati dan belajar dari pengalaman. Jika kita tidak belajar dari pengalaman orang lain, kita dalam bahaya besar.

Beranikah kita berjlan lebih jauh, berkorban lebih lagi ?

Saat kita bisa berjalan bersama Tuhan kita akan menjadi orang yang berbahagia.

Tentukan: apakah kita stop di sini, atau jalan lebih lagi 

Kita bukan orang yang berhenti, tapi orang yang progress, tidak pernah sayang untuk lebih lagi, perang lebih lagi

Luk 19: 42, AMP
Tuhan berikan kebebasan, keamanan, perlindungan, kemakmuran, kebahagiaan.

Janji Tuhan ini membuat mnaim terlindung, tidak bisa dijamah oleh golongan2 yang anti. 

Tuhan tidak hanya beri lawatan, tapi juga kelimpahan.

Mnaim mengawali tarian massal.
Di awal mnaim menggunakan kain blacu karena tidak ada dana.
Saat itu mnaim berlatih keras selama 1 bulan, di tengah terik, hingga satu kali Tuhan beri matahari yang tidak terik, bahkan ada pelangi.
Hari ini jubah2 mnaim sangat bagus, hiasan2nya khusus dan mahal.

Mereka berkeliling sambil ber-bahasa Roh, menyiramkan minyak, menyiramkan air. Maka orang2 berdatangan.
Tapi saat mencapai 7 ribu orang, tidak ada lagi semangat doling, terbiasa dengan hadirat Tuhan,

terbiasa dengan apa yang Tuhan beri.
Kelompok ini tdk bertumbuh.
Di suatu titik gereja mulai mencari pemain musik profesional, menggunakan event organizer. Sangat diberkati, tapi tidak bertumbuh di Roh. Hanya 3 tahun, kegerakan itu menyusut, sekarang tinggal 200 orang di setiap kebaktian.
Beberapa pemimpin jatuh dalam narkoba.
Saat ditanya mengapa jatuh: saat lawatan mendapat percetakan dan pabrik roti, dan untung. Tapi saat lawatan terhenti, semua hilang dan merugi. Barulah dia sadar bahwa dia sudah tidak pernah bertemu Tuhan. Kehilangan itu menyakitkan, membuatnya jatuh ke narkoba. Sekarang kehidupannya sulit.
-
Mari mengamati dan belajar dari pengalaman. Jika kita tidak belajar dari pengalaman orang lain, kita dalam bahaya besar.
-
Beranikah kita berjlan lebih jauh, berkorban lebih lagi ?
-
Saat kita bisa berjalan bersama Tuhan kita akan menjadi orang yang berbahagia.
-
Tentukan: apakah kita stop di sini, atau jalan lebih lagi 
-
Kita bukan orang yang berhenti, tapi orang yang progress, tidak pernah sayang untuk lebih lagi, perang lebih lagi
-
Luk 19: 42, AMP
Tuhan berikan kebebasan, keamanan, perlindungan, kemakmuran, kebahagiaan.
-
Janji Tuhan ini membuat mnaim terlindung, tidak bisa dijamah oleh golongan2 yang anti. 
-
Tuhan tidak hanya beri lawatan, tapi juga kelimpahan.
-
Mnaim mengawali tarian massal.
Di awal mnaim menggunakan kain blacu karena tidak ada dana.
Saat itu mnaim berlatih keras selama 1 bulan, di tengah terik, hingga satu kali Tuhan beri matahari yang tidak terik, bahkan ada pelangi.
Hari ini jubah2 mnaim sangat bagus, hiasan2nya khusus dan mahal.
Tapi walau ada kelimpahan yang besar, cara menyembah, berlatih, menari, tidak pernah seperti dulu.
-
Tidak ada kecurangan dari pihak Tuhan. Tuhan beri kelimpahan. Tapi apakah ada progress dari pihak kita ?
Yang ada: kita berubah, kita tidak seperti dulu lagi.
-
Tuhan mau berkati kita lebih lagi: berkat, otoritas, mujizat, dll. Karena dari pihak Tuhan tidak pernah bisa mengingkari janjiNya.- 
**************


Tapi apakah Tuhan menemui progress hati, kerinduan, menghargai, korban, jalan, perang, lakukan yang Tuhan mau?

> Tarian AoC
Dalam tarian: yang penting Tuhan disukakan, bukan sekedar bagusnya sebuah tarian
-
▿ 4- end sesi 1A
@KAFW




Tidak ada komentar:

Posting Komentar