Sabtu, 20 Juni 2015

KKR Yobel Besar 18 Juni 2015 Sesi 1B

Petrus Hadi
Final jubilee-Yobel terakhir 2015/ 5776

Yobel tahun ini adalah yobel terakhir. Yobel terjadi 50 tahun sekali, artinya yobel berikutnya di tahun 2065. Kita tidak tahu apa yang terjadi selama itu, tapi data2 menunjukkan bahwa tahun ini adalah yobel terakhir

Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. (Dan 9: 24)

Ada janji Tuhan yang luar biasa, yang akan terjadi pada Yobel besar:
1. melenyapkan kefasikan dan mengakhiri dosa
2. menghapuskan kesalahan
3. mendatangkan keadilan yang kekal, 
4. menggenapkan penglihatan dan nabi,
5. mengurapi yang maha kudus.

70 x 7 masa adalah 490 tahun.

2Sam 5:5
Daud memerintah di hebron selama 7,5 tahun, di yerusalem selama 33 tahun. Totalnya 40,5 tahun.

Ini menggambarkan yobel bagi umat Tuhan.
Berdasar perhitungan seorang ahli: kejadian Tuhan Yesus disalibkan-wafat-bangkit terjadi di pertengahan yobel ke 29 dan 30, artinya di Yobel 29,5
Dari Tuhan Yesus disalibkan-wafat-bangkit
Hingga 2015 adalah 40,5 yobel
29,5 +40,5 = 70 Yobel

Penjabaran yang terjadi pada yobel besar
1. melenyapkan kefasikan dan mengakhiri dosa - roh Tuhan menghentikan roh jahat dan menghapus dosa2
2. menghapuskan kesalahan - pemutihan
3. mendatangkan keadilan yang kekal,
4. menggenapkan penglihatan dan nabi, - akan ada banyak rising star dari bahtera  
5. mengurapi yang maha kudus. - demonstrasi kuasa Allah

Yobel besar 99% adalah pekerjaan Tuhan. Bagian kita hanya 1%, tapi itupun berbahaya.

Ilustrasi:
Seorang jemaat p Hadi sedang mengajukan pinjaman ke bank untuk mendapatkan modal. Semua persyaratan lengkap, bank sudah men-survey dan setuju, tinggal kurang 1 syarat: persetujuan BI. Ternyata bertahun2 sebelumnya orang ini pernah di black list BI, & belum diputihkan
Akibatnya semua pinjaman batal cair.

P Hadi belajar memperkatakan firman saat diperintahkan Tuhan untuk memaafkan ayahnya. P hadi hanya mengucapkan: "aku mengampuni papaku" berkali2. Di satu titik seperti ada langit terbuka dan hubungan dengan papanya dipulihkan.
Ternyata memperkatakan firman Tuhan dan berdeklarasi seperti membangun tangga.
Keluhan, gerutuan, omelan akan membuat tangga yang terbangun itu rusak

@KAFW

Note: mohon maaf, karena kesalahan teknis, catatan sempat tidak bisa disimpan dan hilang, sehingga kurang lengkap.
Saya rekomendasikan membaca blog 

Http://bezaleel-uri-hur.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar