Rabu, 01 April 2015

GERHANA 20 Maret 2015 & Kerajaan Seribu Tahun



Download versi ebook klik disini

oleh :
LSM Yayasan Full Gospel Indonesia,
Terdaftar di BAKESBANG Pemkot Surabaya No.220/5155/436.7.3/2011


(1)enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan
 segala pekerjaanmu. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN…”
 (Keluaran 20:9-10) …………………………………………………………..

(2) KALENDER SANG PENCIPTA…………………………………………        

(3) TIGA HARI RAYA PERTAMA ………………………………………….       
(4) Penampakan Tuhan Yesus (Wahyu 6:16-17), akan sama ditandai
dengan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan ………………….       

(5) PENGUJIAN TAHUN YOBEL……………………………………….....       

(6) Kapan Tuhan Yesus datang menjemput orang-orang kudus?................      

(7) Apa Kota Yerusalem Baru tersebut?.........................................................      

(8) Kenapa pada saat sekarang tidak seorangpun yang sudah masuk sorga?.

(9)Firdaus adalah tempat penampungan sementara bagi roh orang-
orang yang sudah mati sejak zaman Adam…………………………………      

(10) warga Kerajaan Seribu Tahun tersebut terdiri dari orang-
orang kudus yang sudah mati yaitu terdiri dari roh-roh saja……………..      




Catatan :

Home Cell Study Guide ini bisa di akses
[Twiter]:@bambangwiyono5.
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com, pada Hari Paskah 6001 tgl. 3 April 2015
---mohon maaf apabila halaman ini tidak sesuai dengan apa yang di tulis------


GERHANA 20 Maret 2015 & Kerajaan Seribu Tahun

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya.
Banyak orang percaya salah mengerti mengenai Waktu Tuhan atau Kairos sebagai sesuatu yang tabu untuk dipelajari. Orang-orang yang mempelajari Waktu Tuhan sering dianggap melakukan hal yang sia-sia bahkan dianggap bidat sesat. Anggapan Waktu Tuhan adalah Rahasia Ilahi yang tidak mungkin dipahami manusia menjadi semacam doktrin mematikan. Ini salah satu keyakinan yang keliru yang menghalangi gereja-Nya memahami Agenda Tuhan yang sebenarnya telah diupayakan untuk disingkapkan di dalam Alkitab.

Memahami Misteri Kerajaan Allah
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com

Memang si jahat selalu berusaha menghalangi Umat-Nya menangkap maksud dari Wahyu Tuhan (Dan 10:13). Sebentar lagi kita akan memahami, bahwa ternyata kita masih berada dalam kegelapan, kalau belum dapat menemukan kembali sistem Kalender TUHAN yang berisi penyingkapan Agenda-Nya di akhir zaman.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. (1Tes 5:4-5)

HUBUNGAN SISTEM KALENDER DAN IMAN KEYAKINAN

Sebelum lebih lanjut mempelajari Sistem Waktu atau Kalender Tuhan, perlu kita mengerti lebih mendasar arti pentingnya Sistem Kalender dan hubungannya dengan iman kita. Kalender adalah sistem waktu yang berisi cara menghitung hari, bulan dan tahun dan daftar hari-hari penting yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang memelihara kalender tersebut.
Perlu disadari, bahwa setiap agama dan keyakinan memiliki sistem kalender agamanya masing-masing. Agama Islam memelihara kalender Hijriah, agama KongHuTzu memelihara kelender Imlek, agama Budha dan Hindu juga memiliki kalender masing-masing. Ketika agama Islam masuk ke tanah Jawa, bercampur dengan keyakinan Hindu yang telah lebih dahulu dianut masyarakat, timbullah kultur keyakinan baru Hindu-Islam, inipun memunculkan sistem kalender baru yang disebut kalender Saka. Penganut Budha Mahayana memelihara kalender yang berbeda dengan penganut Budha Theravada. Pendek kata sistem Kalender begitu melekat erat dengan keyakinan dan agama.

Sistem Kalender seperti urat nadi dari sebuah keyakinan, karena Kalender berisi jadwal peribadatan dan hari-hari raya dari kepercayaan atau agama yang bersangkutan. Sebagai contoh Kalender Hijriah menekankan hari Jumat sebagai hari sembahyang umat Muslim dan berisi jadwal puasa, dan hari-hari raya Islam yang harus diperingati setiap tahun oleh umat muslim. Tanpa melihat kalender Hijriah, umat muslim akan kesulitan mengetahui kapan memulai puasa dan kapan datangnya hari raya mereka.Begitu juga sistem Kalendar Tuhan demikian penting bagi kita umat tebusan-Nya.

Kita perlu memahami sistem Waktu atau Kalender TUHAN yang dijabarkan dalam Alkitab, yaitu segala aturan menghitung hari, bulan dan tahun dan daftar hari-hari raya penting yang harus diperhatikan oleh kita umat-Nya. Bukan untuk jadwal-jadwal peribadatan dan segala aturan agamawi, lebih dari itu semua kita perlu memahami pewahyuan yang terkandung dalam Agenda-Nya di akhir zaman.

TUHAN MENUNJUKKAN SISTEM KALENDER-NYA TUHAN

Dari awal sekali yaitu di kitab Kejadian telah menunjukkan bagaimana caranya melihat sistem waktu-Nya atau sistem kalender-Nya. Kita diajarkan agar memperhatikan benda-benda penerang seperti matahari, bulan dan bintang-bintang sebagai patokan waktu dan kalender-Nya.
Berfirmanlah Allah: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.
(Kejadian 1:14)

Dalam bahasa ilmiah, sistem Kalendar yang Tuhan tetapkan ini disebut kalender LuniSolar, karena menggunakan patokan bulan (Lunar) maupun matahari (Solar). Ini berbeda dengan kalender yang hanya memperhatikan matahari saja seperti kalender Gregorian yang ditetapkan oleh gereja Roma dan dipakai sekarang ini sebagai kalender internasional. Juga berbeda dengan kalender yang hanya memperhatikan bulan saja, seperti kalender Hijriah yang tidak memperhatikan musim-musim (pengaruh matahari).
TUHAN juga menetapkan kapan tanggal permulaan bulan baru, yaitu para imam harus mengamati pada waktu bulan sabit pertama muncul. Selain itu TUHAN juga menetapkan bulan mana sebagai bulan pertama dari segala bulan yang lain.
Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. (Kejadian 1:14)

Alkitab melukiskan bahwa TUHAN secara cermat mengajar tentang garis-garis waktu, menjadwal setiap agenda dan rencana-Nya dengan teliti agar kita umat-Nya dapat sejalan dengan diri-Nya. Tuhan membuat jadwal-jadwal pertemuan antara diri-Nya yang tidak terbatas waktu dengan kita yang sangat terikat waktu, agar bisa selaras dipertemukan. Di dalam kitab Imamat Tuhan menetapkan pertemuan mingguan pada hari Sabat, juga hari-hari tertentu yang disebut hari-hari raya.
Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. (Imamat 23:2-4)

Jadwal pertemuan antara Yang Kekal dan kita yang terbatas waktu ini, kita pandang sebagai hari-hari ibadah, namun bagi Tuhan itu tetap sebagai waktu untuk bertemu dengan kita, umat yang dikasihi-Nya. Tuhan selalu ingin bersekutu dengan kita umat-Nya, dan Ia ingin kita selalu mengikuti jadwal pertemuan kudus itu turun-temurun dari generasi ke generasi untuk selama-lamanya.
Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun supaya diketahui oleh keturunanmu Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 23:41-43)

Dan Jadwal Pertemuan yang terpenting adalah pada Kedatangan-Nya Kedua kali di akhir zaman. Hal ini terkandung dalam aturan Sabath hari Ketujuh, yang menyingkapkan Waktu Tuhan yaitu Kedatangan Kerajaaan Tuhan di Milenium Ketujuh.
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN…” (Keluaran 20:9-10)


Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus…”
(Imamat 23:3) Aturan ini mengandung pewahyuan bahwa bahwa masa manusia hidup dan bekerja enam hari lamanya, secara propetik berarti 6000 Tahun (1 hari = 1000 tahun 2Petrus 3:8). Setelah itu akan ada Pertemuan Kudus, artinya setelah 6000 tahun, baru Kristus akan datang kembali. Hari Ketujuh adalah lambang masa Perhentian dalam Milenium Ketujuh (Ibrani 4:9).

Itulah Seribu Tahun Ketujuh dalam Kerajaan Tuhan, dimana kita Gereja-Nya akan memerintah bersama-sama dengan Kristus dalam Kerajaan-Nya.
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. (Wahyu 20:4)

Dari hal ini kita jadi tahu betapa pentingnya memelihara Kalender yang Tuhan tetapkan. Kita seharusnya dapat mengetahui kapan Milenium Ketujuh itu akan tiba. Dengan memelihara kalender TUHAN, seharusnya kita dapat mengenali sekarang ini kita telah mencapai Tahun berapa dan berapa lama lagi Tuhan akan datang menjemput kita.

KEKELIRUAN KALENDER YAHUDI MODEREN

Umat Tuhan dari sejak Adam, Nuh, Abraham, hingga Musa dan Daud terus memelihara sistem Penanggalan Tuhan. Namun dengan berjalannya waktu berkali-kali bangsa Israel meninggalkan perintah Tuhan dan mengalami pembuangan, akhirnya membuat mereka kehilangan jejak Kalender Tuhan. Semestinya sistem Kalender Tuhan dapat menuntun kita memahami garis waktu dari Agenda Besar-Nya di akhir zaman, namun ternyata umat Tuhan telah kehilangan jejak Kairos (Waktu Tuhan) tersebut.
Kalender Yahudi yang sekarang diikuti oleh bangsa Israel moderen yang menunjuk angka Tahun 5775, ternyata keliru ratusan tahun bila diteliti dengan baik dengan catatan sejarah dunia. Para ahli sejarah telah menyatakan bahwa kalendar Yahudi selisih perhitungan hingga ratusan tahun, mengenai hal ini dapat kita pelajari lebih lanjut di internet. (Silakan gunakan program pencari (google) dengan memasukkan kode pencarian rabbinical calendar missing years).
Saat ini bangsa Israel telah kehilangan jejak waktu Tuhan, karena mereka pernah meninggalkan sistem Kalender yang Alkitabiah. Kitab Daniel jauh-jauh hari telah menubuatkan munculnya seorang pendurhaka yang membuat umat Tuhan kehilangan jejak waktu Tuhan dengan cara mengubah waktu (sistem kalendar) Tuhan.
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum (Daniel 7:25)
Frase kata mengubah waktu dan hukum dalam ayat tersebut lebih mudah dipahami maksudnya dalam terjemahan versi NIV (New International Version), yaitu to change the set times and the laws. Demikian juga dalam terjemahan versi GWT (Gods Word Translation) digunakan frase to change the appointed times and the laws. Jadi yang dimaksud mengubah waktu disini adalah mengubah penetapan waktu-waktu (Zimnin adalah bentuk jamak dari waktu) dan hukum-hukumnya, yaitu sistem kalender. Artinya si pendurhaka akan mengubah sistem kalender dari yang telah ditetapkan oleh kitab suci ke sistem kalender yang lain yang bukan berasal dari perintah Tuhan.

Nubuat ini benar-benar terjadi dan digenapi dalam sejarah bangsa Israel. Sistem Kalender Tuhan yang diikuti bangsa Israel sejak zaman Adam akhirnya ditinggalkan oleh bangsa Israel. Penyebabnya adalah pemerintah Romawi yang menguasai Israel pada abad-abad pertama, melarang semua budaya dan aktivitas keagamaan Yahudi, termasuk melarang penggunaan sistem penanggalan Yahudi.

Setelah tiga kali peristiwa pemberontakan besar Yahudi yang terjadi sejak Tahun 63 Masehi, maka pada Tahun 70 Masehi, Jenderal Titus menghancurkan Bait Suci kedua dan membunuhi imam-imam Yahudi dengan harapan bangsa Israel akan melupakan agamanya dan melebur menjadi warga Romawi seperti bangsa-bangsa jajahan lainnya. Namun ternyata paska penghancuran Bait Suci, pemberontakan masih terus terjadi. Akhirnya Kekaisaran Romawi melarang sama sekali semua aktivitas keagamaan Yahudi dan berusaha menghapus identitas serta budaya Taurat termasuk sistem penanggalannya, yang semuanya itu dianggap sebagai akar dari pemberontakan terus-menerus.
Dengan tiadanya bait suci dan imam-imam, bangsa Israel kembali mengalami kekosongan kepemimpinan spiritual. Baru beberapa ratus tahun kemudian muncullah para rabbi yang berupaya menggantikan fungsi imam-imam di tengah-tengah bangsa Israel. Sejak itu bangsa Israel memasuki suatu babak sejarah baru yang disebut periode Para Rabbi (Rabbinical Periode).

Setelah tekanan dari Kekaisaran Romawi mulai melunak, para rabbi ini kemudian berupaya membawa bangsa Israel kembali kepada agama Yahudi dan budaya Taurat. Para rabbi juga berupaya menghitung kembali kalender Yahudi untuk membawa bangsa Israel kembali kepada agama Yahudi secara lengkap. Rabbi Hillel II (330-365M) sebagai pimpinan majelis agama Yahudi Beth-Din pada tahun 358 Masehi, menerbitkan kembali Kalender Yahudi, tetapi kali ini tanggal dan bulan ditetapkan berdasar pada perhitungan matematika bukan hasil pengamatan. Hillel II menggunakan Sod ha-Ibbur (The Secret of Intercalation) dan Keviuta de-Yarha (The Fixing of the New Month) suatu metode untuk menghitung bulan baru dan pergantian tahun.

Kalender hasil perhitungan para rabbi ini bermasalah terutama dalam hitungan tahun. Kalender Rabbinical yang kemudian baru diketahui selisih ratusan tahun bila dibanding hitungan sejarah dunia, masih terus dipakai hingga saat ini oleh bangsa Israel modern. Pasalnya orang Yahudi menganut keyakinan, bahwa setiap ketetapan Beth-Din hanya bisa diperbaiki oleh majelis Deth-Din yang lain, sementara hingga hari ini belum ada majelis seperti ini yang muncul memperbaiki kekeliruan tersebut.
Jadi bila kita melihat Kalender Yahudi saat ini menunjuk Tahun 5775, itu tidak sesuai dengan hitungan Kalender Tuhan yang tercantum dalam Alkitab. Karena Kalender Para Rabbi itu mengandung kesalahan ratusan Tahun. Lalu bagaimana kita dapat menemukan kembali Kalendar Tuhan yang benar ?



KALENDER SANG PENCIPTA
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com
http://www.torahcalendar.com

Puji Tuhan ! Seperti ada tertulis: “…tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. TUHAN membangkitkan bagi kita: orang-orang bijaksana pada zaman ini, untuk menemukan cara menghitung kembali Kalender-Nya secara Alkitabiah.

Beberapa anak Tuhan yang dikaruniai pengetahuan komputasi dan pengetahuan astronomi dikombinasi pemahaman akan catatan-catatan Tuhan dalam kitab Taurat, berhasil menyusun sebuah Kalender yang Alkitabiah yang disebut Kalender Sang Pencipta (Creator Calendar). Mereka dapat menghitung mundur pergerakan kompleks planet bumi dan bulan (teknologi yang sama digunakan oleh Badan Antariksa Amerika/NASA), hingga mereka menemukan berapa tahun sebenarnya sejak penciptaan Adam hingga sekarang ini menurut prinsip-prinsip Alkitab.

Mereka kemudian membangun situs internet yang mengagumkan, yang menyajikan kalender yang Alkitabiah itu agar bisa diketahui semua umat TUHAN. Dan sekarang semua orang, bukan hanya para rabbi dan orang Yahudi, dapat melihatnya dan menggunakannya.
Menurut Kalender Pencipta itu, ternyata jika dihitung sejak penciptaan (Adam) hingga sekarang ini, kita telah berada di ujung Tahun 6000. Dan sebentar lagi pada Tanggal 21 Maret 2015, kita akan menginjak 1 Nissan Tahun 6001 (Tanggal 1 Bulan 1 Tahun 6001), artinya kita akan segera memasuki Milenium Ketujuh. Milenium Ketujuh adalah masa Seribu Tahun Perhentian, Seribu Tahun Kerajaan Tuhan (Wahyu 20:4).

Tanggal 21 Maret 2015 itu memang luar dari biasa, alam turut mengkonfirmasi menjadi saksi dengan terjadinya Gerhana Matahari Total pada sehari sebelumnya yaitu Tanggal 20 Maret 2015. Gerhana Matahari Total itu adalah tanda genapnya Milenium Keenam (Prinsip Kej 1:14). Namun demikian ini bukan berarti Tuhan akan datang pada tanggal tersebut, sebab harus digenapi dahulu setiap tanda yang pernah disebutkan oleh Firman tuhan. Pada tanggal 20 Maret memang telah digenapi tanda matahari menjadi gelap yang disebutkan oleh nabi Yoel, tetapi bulan darah akan terjadi dua kali lagi di tahun ini, yaitu pada 4 April dan 28 September 2015. Pada peristiwa bulan darah terakhir yang tepat jatuh di Hari Raya Pondok Daun itulah, seluruh tanda Kedatangan-Nya lengkap digenapi.

Jadi sisa waktu penantian kita tidak banyak lagi, pergunakan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dan keluarga serta jemaat yang Saudara pimpin. Tidak ada waktu untuk ragu-ragu dan bingung, sebentar lagi semuanya akan terbukti apakah semua ini benar atau keliru. Tidak ada ruginya kita diperingatkan untuk sungguh-sungguh mempersiapkan diri dan jemaat, untuk hidup kudus dan siap menyambut Kedatangan Tuhan. Kita tidak diminta melakukan tindakan-tindakan ekstrim yang menyesatkan, hanya diberitahu untuk berjaga-jaga dan melepaskan diri dari cinta akan dunia dan segala kemegahannya.

Betapa ruginya kalau kita mengabaikan revelation ini ketika semua kebenaran ini digenapi. Orang-orang yang mengabaikan peringatan ini dan tetap mabuk dengan anggur duniawi seperti Nuh dalam masa kebodohannya (Kej 9:21), akan menjadi orang-orang yang paling malang di hadapan Tuhan.
Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya. (Wahyu 16:15)


PERINGATAN UNTUK ORANG YANG TIDAK PERCAYA
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com

Penghalang terbesar bagi seseorang untuk menerima penyingkapan Wahyu Tuhan adalah harta mereka. Harta yang dimaksud disini bukan saja berarti kekayaan materi, ini memang penghalang utama, tetapi juga pengetahuan yang banyak, status keimaman seseorang serta prestasi apapun yang berharga di dunia ini, sering membuat orang tidak dapat menerima kenyataan. Di bawah alam sadar, mereka tidak rela kalau semua harta mereka sebentar lagi akan segera tidak ada artinya. Rasa tidak rela terhadap seluruh investasi yang telah ditanamkan di dunia ini, membuat orang menolak percaya. Sangat sulit mempercayai bahwa dunia (tempat mereka berinvestasi) dengan segala kemegahannya sedang lenyap (1Yoh 2:17).

Hati-hati bagi mereka yang merasa dirinya imam atau nabi, jangan sampai anggur yang dimaksud oleh Roh Tuhan dalam kitab Yesaya menghalangi kita menangkap Wahyu Tuhan.
Tetapi orang-orang di sini pun pening karena anggur dan pusing karena arak. Baik imam maupun nabi pening karena arak, kacau oleh anggur Dan orang berkata: Kepada siapakah Dia ini mau mengajarkan pengetahuan-Nya dan kepada siapakah Ia mau menjelaskan nubuat-nubuat-Nya? (Yesaya 28:7-9)
Orang yang terikat oleh berbagai doktrin dan pengajaran yang banyak akan pening dan sulit memahami penyingkapan baru yang sederhana ini. Mereka akan susah menangkap penyingkapan yang baru dari nubuat-nubuat-Nya. Kecuali mereka rela meninggalkan anggur lama yang memabukkan, dan bersedia menerima anggur baru yang segar (1Kor 13:9-10).

Namun lepas dari mereka mau menerima atau tidak, Agenda Tuhan tetap dan Rencana Kedatangan-Nya tidak akan pernah ditunda-tunda. Siap atau tidak siap, Tuhan sudah akan datang tanpa menangguhkan Kedatangan-Nya (Ibrani 10:37). Dan hamba-hamba yang setia dan bijaksana akan bergembira ketika Tuannya datang (Mat 24:45-46).
Lanjutkan baca :


AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com

Di kitab Imamat kita menemukan bahwa TUHAN menetapkan peristiwa-peristiwa mana yang harus selalu diingat oleh bangsa Israel turun-temurun, dan peristiwa-peristiwa itu wajib diperingati dalam mekanisme perayaan hari-hari raya tahunan yang waktunya tetap tidak boleh diubah-ubah sepanjang masa.
Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. (Imamat 23:4)

Bila kita memperhatikan perintah ini terlihat sesuatu yang tidak biasa. Kita mengenal TUHAN bukanlah ilah agamawi dan suka kita memelihara hari-hari tertentu, tetapi mengapa Ia memerintahkan kepada bangsa Israel untuk memperingati hari-hari yang tetap, mengapa tidak cukup mementingkan makna peringatannya saja? Tentu TUHAN punya suatu alasan yang penting dibanding sekedar mensakralkan suatu hari tertentu semata.
Hari-hari itu memang merupakan petunjuk waktu bagi umat TUHAN, sehingga mereka diperintah untuk terus-menerus memelihara hari-hari itu secara tetap tanggalnya. TUHAN memang mempunyai maksud, hari-hari raya itu sebagai Moedim atau appointment times atau Waktu Pertemuan Kudus diri-Nya dengan umat kesayangan-Nya.
“… Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan (Imamat 23:2)
Bagi orang Yahudi, hari-hari raya itu juga dimaksudkan sebagai Shamar atau Observance atau Waktu untuk Berjaga-jaga. Maksudnya adalah agar mereka siap sedia menghadapi peristiwa penggenapan dari nubuat yang terkandung dalam makna hari raya itu sendiri kelak. Alkitab mengajarkan bahwa, hari-hari raya ini memang merupakan waktu untuk umat Tuhan berjaga-jaga.
Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN. (Kel 12:42)

Rasul Paulus juga menyingkapkan bahwa hari-hari raya sesungguhnya lebih merupakan bayangan atau nubuat dari apa yang harus terjadi di masa mendatang, yang menubuatkan peristiwa-peristiwa berkaitan dengan Kristus di zaman akhir.
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Kol 2:16-17)


TIGA HARI RAYA PERTAMA

Sebagai contoh hari raya Paskah Yahudi atau Pesach (Imamat 23:5), kita semua tahu ini merupakan perlambang untuk peristiwa pengorbanan Yesus, yang merupakan penggenapan dari arti Paskah itu sendiri. Paskah Yahudi yang diperintahkan untuk diperingati setiap tahun itu ternyata juga merupakan petunjuk hari bahwa suatu kali bertepatan dengan hari Paskah Yahudi itu, Anak Domba TUHAN akan dikorbankan untuk menyelamatkan umat manusia. Dan hari dimana Kristus Yesus dibunuh jatuh tepat pada tanggal 14 Nissan di hari persiapan Paskah Yahudi.
Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: Inilah rajamu! Maka berteriaklah mereka: Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia! Kata Pilatus kepada mereka: Haruskah aku menyalibkan rajamu? Jawab imam-imam kepala: Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar! Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan (Yoh 19:14-16a)

Begitu juga hari raya Roti Tidak Beragi (Imamat 23:6) adalah nubuat terbentuknya Jemaat Tuhan yaitu Komunitas Yang Murni dan Benar. Rasul Paulus menjelaskan kaitan antara nubuat Paskah dan nubuat Roti Tidak Beragi ini yang menggambarkan Pengorbanan Kristus Yesus, Domba Paskah yang sesungguhnya telah memungkinkan kita menjadi Umat Yang Murni dan Benar.
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1 Kor 5:7-8)

Dan sesuai dengan nubuat hari raya Roti Tidak Beragi yang jatuh tepat setelah peristiwa Paskah, murid-murid dan orang percaya pertama memisahkan diri dari orang-orang Yahudi. Secara umum orang percaya pada saat itu bersembunyi dari mereka yang telah menangkap Yesus, secara propetik mereka menggenapi nubuat pemisahan Eklesia telah dimulai. (Kata Gereja berasal dari kata Yunani Eklesia artinya dipanggil keluar atau dipisahkan).
Demikian pula hari raya Buah Sulung atau hari raya Berkas Unjukan Pertama. Hari raya ini mengandung nubuat bahwa Yesus Kristus sebagai buah sulung di antara orang percaya akan menjadi yang pertama yang bangkit. Sesuai ketetapan hari rayanya, yaitu sesudah sabat, pada hari yang ketiga yaitu tanggal 17 Nissan, Kristus menggenapi nubuat hari raya Buah Sulung itu menjadi yang pertama bangkit dalam tubuh kemuliaan.
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1Kor 15:20)


HARI RAYA KEEMPAT

Hari raya Pentakosta Yahudi atau Shavuot juga merupakan nubuat dan digenapi pada tanggal yang sama saat hari raya itu diperingati orang Yahudi. Hari Raya Pentakosta Yahudi ini dulu memperingati turunnya Sepuluh Hukum TUHAN. Namun bangsa Israel ternyata gagal dalam perjanjian tersebut.

TUHAN kemudian menubuatkan pemberian Roh Kudus kepada umat-Nya di zaman Perjanjian Baru. Dimana pemberian Roh Kudus merupakan suatu janji yang lebih sempurna yaitu mereka akan diberi suatu hati yang akan menuruti hukum-hukum TUHAN dan mereka akan menjadi umat yang taat melakukannya.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. (Yeh 36: 27)

Peristiwa pemberian Roh Kudus ini juga telah digenapi tepat pada saat hari raya Pentakosta Yahudi diperingati (Kis 2:1). Jadi hari-hari raya itu memang merupakan nubuat dan sekaligus tanda waktu untuk berjaga-jaga menghadapi peristiwa-peristiwa Kristus pada zaman akhir.

Empat dari tujuh hari raya yang disebutkan Imamat 23 telah digenapi. Keempatnya jatuh pada tanggal-tanggal di musim semi, ada tiga hari raya berikutnya yang jatuh pada tanggal-tanggal di musim gugur akan digenapi di akhir zaman, yaitu hari raya Peniupan Serunai, hari raya Pendamaian dan hari raya Pondok Daun.

HARI RAYA KELIMA

Bagi orang Yahudi, hari raya kelima yaitu hari raya Peniupan Serunai atau Rosh HaShanah ini merupakan hari pertama dari sepuluh hari yang disebut Yamim Noraim (Sepuluh Hari Pertobatan), yaitu dari tanggal 1 bulan 7 (Tishri) sampai sepuluh hari kemudian yaitu tanggal 10 bulan 7, yaitu hari raya keenam, hari raya Pendamaian (Yom Kippur).

Orang Yahudi percaya bahwa selama Sepuluh Hari Pertobatan ini, Buku Kehidupan atau Sefer HaChayim dibuka, setiap orang dievaluasi kembali hidupnya apakah namanya akan dicantumkan atau dihapuskan dari Kitab Hayat tersebut. Jadi periode sepuluh hari ini setiap tahun menjadi periode yang paling khusuk diperingati untuk Teshuvah (berbalik) dan mencari perkenanan TUHAN sebelum memasuki Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) sebagai hari penghakiman setiap tahun.
Sepuluh Hari Pertobatan ini adalah nubuat datangnya masa pengujian yang akan datang di akhir zaman bagi jemaat Yahudi yaitu Sepuluh Hari Kesusahan (Wah 2:10) yang sering disebut sebagai Great Tribulation. Jadi hari raya peniupan serunai adalah peringatan datangnya sepuluh hari masa kesusahan besar bagi bangsa Israel di akhir zaman. Nabi Amos telah menubuatkan hari raya yang menjadi awal masa kesusahan Israel ini.
Pada hari itu akan terjadi, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan (Amos 8:9-10)

HARI RAYA KEENAM

Sementara itu hari raya keenam yaitu hari raya Pendamaian atau Yom Kippur selain lambang masa berakhirnya masa aniaya besar, juga merupakan momentum Kebangkitan Orang Percaya sebelum Hari Pengangkatan. Hal ini berkaitan dengan Tahun Yobel yang merupakan lambang Kebangkitan Orang Percaya yang selalu diumumkan pada akhir perayaan hari Pendamaian.
Setiap menghadapi hari raya Yom Kippur orang-orang Yahudi akan memakai kittle, yaitu jubah putih polos yang sangat sederhana. Jubah ini pencerminan kemurnian dan hati yang merendah yang harus ditunjukkan menjelang hari raya tersebut. Kitab Wahyu juga menyebutkan perihal jubah putih yang diberikan kepada mereka yang setia sampai mati di masa Kesesakan Besar, hal ini sekali lagi menegaskan bahwa hari raya Yom Kippur dan hari-hari Tribulasi itu saling bekaitan erat.
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. (Wah 6:11)

Jubah putih yang disebutkan dalam ayat tersebut diatas dan kittle yang dipakai orang Yahudi pada hari raya Pendamaian sesungguhnya melambangkan tubuh kemuliaan yang akan diberikan kepada mereka yang telah setia sampai matinya dalam Tuhan, dan mereka akan bangkit mengenakannya pada suatu saat yang tepat dimana menurut aturan Tahun Yobel dalam kitab Imamat akan terjadi pada hari raya Pendamaian.
“… engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…” (Imamat 23:9-10)
Tahun Yobel adalah tahun sabath setiap lima-puluh tahun sekali, dan merupakan masa pembebasan perbudakan dan segala hutang pihutang bangsa Israel. Tahun Yobel adalah lambang pembebasan dari kutuk maut dan hutang dosa, yaitu nubuat Kebangkitan orang percaya yang mati dalam Tuhan. Orang yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan dari kubur mengenakan tubuh baru yang bebas dari maut pada waktu Tahun Yobel yang sesungguhnya digenapi.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1Tes 4:16)

Perhatikan frase sangkakala TUHAN berbunyi adalah momentum pada waktu mengumumkan Tahun Yobel, dimana Tuhan memerintahkan agar sangkakala dibunyikan dimana-mana. Jadi pada hari raya Pendamaian inilah kelak orang-orang percaya yang mati dalam Tuhan akan lebih dahulu dibangkitkan, beberapa hari sebelum hari Pengangkatan. Itu sebabnya kepada mereka yang dibangkitkan, di kitab Wahyu disebutkan agar mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi (Wahyu 6:11). Itulah juga yang dimaksud Paulus ketika menyatakan bahwa mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit (1Tes 4:16b).

HARI RAYA KETUJUH

Hari raya yang Ketujuh yang jatuh lima hari kemudian, yaitu hari raya Pondok Daun atau Tabernakel adalah lambang dari hari Kedatangan Tuhan untuk menjemput umat tebusan-Nya. Berbeda dengan dua hari raya yang mendahuluinya yang harus diperingati dengan prihatin dan khusuk, hari raya ini harus diperingati dengan penuh suka cita dan kegembiraan.
pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil buah-buahan dari tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN Pada hari yang pertama kamu harus mengambil dahan-dahan pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon palem, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu…” (Imamat 23:39-40 KJV)

Perhatikanlah ciri yang unik pada hari raya Pondok Daun, orang-orang Israel diperintahkan membawa dahan-dahan dan pelepah pohon palem dalam perayaan yang penuh sukacita. Hal ini sangat khas dan merupakan nubuat peristiwa yang digambarkan oleh kitab Wahyu pasal Tujuh yang melukiskan suasana orang-orang percaya yang diangkat ke Sorga. Mereka juga melambai-lambaikan dahan pohon palem dan bersuka-ria di hadapan Tuhan.
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
(Wahyu 7:9)
Hari Raya Pondok Daun juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu Hari Raya Pengumpulan Hasil (Chag Ha-Asif= The Feast of Ingathering). Orang-orang Israel biasa mengumpulkan hasil panen akhir tahun sambil merayakan hari Pondok Daun ini, maka hari raya ini diseut juga hari Pengumpulan Hasil atau Penuaian Akhir.
“…demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. (Kel. 23:16b)
Hal ini membuat kita mengerti bahwa hari raya Pondok Daun atau hari Tabernakel merupakan nubuat berkaitan dengan Hari Kedatangan Tuhan untuk mengangkat orang percaya. Peristiwa Pengangkatan (Rapture) sering disebut juga sebagai peristiwa Pengumpulan (Gathering) yang dinubuatkan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil atau Hari Raya Pondok Daun ini.

Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering KJV) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara…” (2 Tes 2:1)
Sudah waktunya untuk menyingkap rahasia ini kepada Jemaat Tuhan Yesus, yaitu bahwa peristiwa Pengangkatan orang percaya yang sering disebut juga sebagai peristiwa Rapture, akan terjadi pada saat jatuhnya hari raya Pondok Daun atau dalam bahasa Ibraninya hari raya Sukkot, yaitu pada tanggal 15 Tishri (bulan Tujuh Yahudi) pada suatu saat yang tidak lama lagi.
Hari raya Pondok Daun jatuh antara September atau Oktober Setiap tahun terus bergerak. Namun kita bisa mencari tahu dari internet, tanggal berapa tepatnya hari raya ini jatuh setiap tahunnya, dan tahun ini hari raya Pondok Daun jatuh pada tanggal 28 September 2015.

Dengan memahami bahwa hari-hari raya adalah nubuat Kedatangan Tuhan, kita bisa berjaga-jaga lebih sungguh lagi. Setelah menyingkapkan Tanggal dan Bulan Kedatangan Tuhan, apakah Alkitab juga menyingkapkan Tahun-Nya? Silakan baca artikel selanjutnya : Memahami Kairos (Waktu Tuhan)








MEMAHAMI KAIROS WAKTU TUHAN
( House of Revelation )

Di bagian ini kita akan lebih mengerti bahwa TUHAN menghendaki kita umat-Nya memahami detail rencana-Nya termasuk waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam Agenda Tuhan untuk segala sesuatu.

Ada tiga prinsip yang kita akan pahami setelah kita mempelajari rahasia waktu TUHAN dalam Alkitab lebih dalam.

Pertama kita akan mengerti bahwa TUHAN bekerja dengan rencana-rencana yang cermat, tidak acak. TUHAN telah merencanakan segala sesuatu dengan agenda dan ketetapan waktu yang cermat. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, artinya segala sesuatu telah direncanakan waktunya secara tepat.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.(Pkh 3:1)

Yang kedua kita akan mengerti bahwa rencana-rencana TUHAN itu tidak berubah-ubah. Banyak orang berpikir Tuhan sering mengubah rencana-Nya, atau bersifat tidak konsisten, pendapat itu keliru dan merupakan pemahaman yang dangkal. Raja Daud berkata bahwa rencana TUHAN tetap tidak berubah-ubah, bahkan sampai turun-temurun rencana-Nya tidak goyah.
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. (Maz 33:11)

Yang ketiga kita akan mengerti bahwa TUHAN berusaha memberitahu agenda-Nya kepada umat-Nya. Kitab Perjanjian Lama sering disebut sebagai bayangan bagi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang (Ibrani 10:1). Artinya tulisan di dalam Perjanjian Lama mengandung pembeberan dari peristiwa-peristiwa yang TUHAN rencanakan terjadi di zaman akhir ini.

Jika TUHAN telah merencanakan Agenda-Nya secara cermat, lengkap dengan waktu-Nya yang tetap, dan TUHAN berkehendak kita memahami rencana-rencana-Nya secara jelas, dimana kita bisa menemukan Agenda-Nya ? di dalam kitab Taurat-Nya !
Jika kita mempelajari kitab Imamat, kita akan menemukan bahwa rencana Kedatangan Kristus ternyata telah dijabarkan bulan dan tanggalnya sejak jauh-jauh hari. Alkitab telah menyingkapkan pada tanggal dan bulan mana Kristus akan datang untuk kedua kali (Bacalah artikel AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT). Ternyata Kedatangan-Nya untuk mengangkat kita akan terjadi pada saat yang bersamaan dengan hari raya Pondok Daun. Masalahnya setiap tahun ada peringatan hari raya Pondok Daun, apakah Alkitab juga memberi petunjuk mengenai tahun Kedatangan-Nya ?
Mari simak apa yang Alkitab katakan mengenai Tahun Kedatangan-Nya.

TANDA BENDA-BENDA LANGIT

Alkitab tidak hanya menunjukkan Tanggal dan Bulan Kedatangan-Nya lewat hari-hari raya yang dicatat di kitab Imamat, namun juga kapan tepatnya Tahun Kedatangan-Nya. Karena pada prinsipnya TUHAN ingin kita mengerti dengan jelas, setiap detail Agenda-Nya.
Alkitab mengatakan bahwa matahari dan bulan telah ditetapkan menjadi tanda untuk menetapkan waktu, hari-hari dan tahun-tahun. Artinya apa yang terjadi dengan matahari dan bulan adalah clue atau petunjuk yang penting berkaitan dengan waktu.
Berfirmanlah Allah: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun. (Kejadian 1:14)
Ayat di atas berkata bahwa matahari dan bulan itu adalah tanda yang menunjukan tahun-tahun. Jadi untuk mengetahui Tahun Kedatangan Tuhan, kita harus memperhatikan apa yang Alkitab katakan tentang matahari dan bulan dalam kaitannya dengan Kedatangan-Nya.

Dalam mengungkapkan peristiwa Hari Kedatangan Tuhan, Alkitab sering menyebutkan suatu tanda yang khas berkaitan dengan matahari dan bulan. Alkitab berkali-kali menyebutkan bahwa matahari akan menjadi gelap atau menjadi hitam dan bulan menjadi darah atau tidak bercahaya. Ini adalah petunjuk bahwa menjelang peristiwa itu akan terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan. Yoel menyebutkan bahwa menjelang hari Tuhan yang hebat dan dahsyat, matahari akan menjadi gelap gulita dan bulan akan menjadi darah.
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. (Yoel 2:31)
Yesaya juga menyebutkan tanda ini sebelum Hari Tuhan datang, yaitu matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak memancarkan cahayanya.
Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. (Yes 13:9-10)
Tuhan Yesus juga menyebutkan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan ini akan terjadi segera sesudah tribulasi dan menjelang waktu Penampakan Anak Manusia di langit yaitu peristiwa Pengangkatan itu.
Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:29-30)
Rasul Petrus yang penuh Roh Kudus pada hari Pentakosta di Yerusalem juga mengucapkan kembali nubuat Yoel yang menyebutkan tanda peristiwa gerhana matahari dan bulan yang terjadi berturut-turut berkaitan dengan datangnya hari Tuhan yang mulia itu.Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. (Kisah 2:20)


Kitab Wahyu menyingkapkan juga bahwa pada pembukaan meterai keenam, yaitu pada peristiwa hari besar Penampakan Tuhan Yesus (Wahyu 6:16-17), akan sama ditandai dengan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.

Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. (Wah 6:12)
Jadi TUHAN akan membuat tanda alam gerhana matahari yang akan disusul dengan terjadinya gerhana bulan menjelang hari Kedatangan-Nya. Peristiwa alam ini akan menjadi petunjuk waktu untuk memecahkan misteri datangnya hari Pengangkatan orang percaya.

PERISTIWA LUAR BIASA DI 2014-2015

Sejak Tahun 2014, tepatnya pada hari raya Paskah Yahudi 15 April 2014, telah terjadi peristiwa langit yang luar biasa. Suatu peristiwa langka berupa gerhana matahari yang disertai fenomena gerhana bulan darah kembar empat (Tetrad Blood Moon) secara berturut-turut dari bulan April Tahun 2014 hingga akhir September Tahun 2015. Dan yang lebih istimewa lagi setiap peristiwa langit itu semuanya terjadi bertepatan dengan hari-hari raya Yahudi yang disebutkan dalam Imamat 23. Inilah tanda Kedatangan Tuhan yang dimaksudkan oleh Alkitab, dan hal ini terjadi sekarang di hadapan kita, yang hidup di zaman akhir ini.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengumumkan bahwa selama 2014-2015 akan terjadi fenomena gerhana matahari total disertai gerhana bulan darah kembar empat.

 Gerhana bulan darah kembar empat itu, yang pertama terjadi pada tanggal 15 April 2014 : bertepatan dengan hari Paskah Yahudi 2014, yang kedua pada tanggal 8 Oktober 2014 : bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2014, yang ketiga pada 4 April 2015 : bertepatan dengan hari Paskah Yahudi 2015, dan yang terakhir pada tanggal 28 September 2015 : bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2015.
Sementara itu Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 20 Maret 2015 bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Yahudi, yang bila kita pelajari secara Kalender Alkitabiah tahun baru Yahudi yang akan datang ini merupakan awal dari milenium Ketujuh. Artinya Gerhana Matahari Total yang terjadi tahun 2015 ini selain secara umum sebagai tanda Kedatangan Tuhan menurut nubuat Yoel, namun sekaligus juga merupakan tanda hitungan kalender untuk memasuki masa Milenium Tuhan, yaitu Seribu Tahun Kerajaan Tuhan (Wahyu 20:4). Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini silakan baca artikel Kalender Tuhan.

Dengan terjadinya tanda-tanda langit yang luar biasa ini, TUHAN mengajak kita untuk memahami bahwa Kedatangan Tuhan sungguh-sungguh akan terjadi pada tahun-tahun sekarang ini. Kita telah diajar bahwa Tuhan Yesus akan datang menjemput kita pada hari raya Pondok Daun, dan nabi Yoel telah menyebutkan tanda bulan darah ini ribuan tahun sebelum fenomena gerhana bulan darah yang terjadi pada 2014-2015 ini diumumkan oleh NASA. Dan sekarang ini tanda bulan darah itu benar-benar terjadi berturut-turut pada hari-hari raya Tuhan, termasuk hari raya Pondok Daun. Tidak salah lagi bahwa Hari Tuhan yang dahsyat itu akan terjadi bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2015 dimana seluruh tanda bulan darah ini akan selesai digenapi pada hari yang dahsyat itu.

Kita tidak boleh secara sembarang menyimpulkan sesuatu, tetapi semua harus diuji dengan teliti dan cermat. Bahwa hari Pondok Daun 2015 yang jatuh pada tanggal 28 September itu benar-benar adalah hari Kedatangan Tuhan, harus memenuhi satu syarat lagi yaitu hari raya Pendamaian yang jatuh pada tanggal 23 September 2015 harus merupakan waktu yang tepat untuk mengumumkan Tahun Yobel. Mengapa demikian ? Karena sebelum Pengangkatan harus terjadi dahulu Kebangkitan Orang Percaya yang telah mati dalam Tuhan.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1Tesalonika 4:16)
Sementara itu Kebangkitan Orang Percaya hanya akan terjadi pada Tahun Yobel (Ingat Tahun Yobel adalah lambang Tahun Pembebasan dari maut atau Kebangkitan Orang Percaya). Dan Tahun Yobel harus diumumkan tepat pada hari Pendamaian. Jadi hari Pendamaian yang jatuh pada tanggal 23 September 2015 harus memenuhi syarat sebagai awal Tahun Yobel untuk mendukung kesimpulan bahwa Kedatangan Tuhan akan terjadi pada hari Pondok Daun 2015.

PENGUJIAN TAHUN YOBEL

Menurut aturan Imamat 25, Tahun Yobel adalah Tahun Pembebasan yang dihitung empat puluh sembilan tahun setelah bangsa Israel memperoleh tanah perjanjian.
“…Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. (Imamat 25:2)
Selanjutnya engkau harus menghitung empat puluh sembilan tahun dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana memaklumkan kebebasan Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…” (Imamat 25:8-10)
Untuk menghitung jatuhnya Tahun Yobel harus melihat kondisi bahwa bangsa Israel telah menerima negeri yang dijanjikan TUHAN. Jadi ketika bangsa Israel berada dalam pembuangan seperti di Asyur dan di Babilonia, Tahun Yobel tidak boleh dihitung. Begitu juga selama bangsa Israel terserak ke seluruh dunia sejak penjajahan oleh kekaisaran Romawi.
Pada awal abad ke-20, sejak meletusnya perang dunia pertama, bangsa Israel moderen mulai berbondong-bondong eksodus dari seluruh penjuru dunia, kembali memasuki negeri yang TUHAN janjikan. Pada tanggal 15 Mei tahun 1948 bangsa Israel moderen menyatakan kemerdekaannya. Namun demikian tanah Perjanjian terpenting yaitu kota tua Yerusalem dan Yudea serta Samaria masih dikuasai kerajaan Yordania. Baru pada Tanggal 7 Juni 1967, melalui peristiwa Perang Enam Hari, Yerusalem dan wilayah Yudea-Samaria dapat direbut kembali. Hari itu dirayakan sebagai Yom Yerusalayim, hari kembalinya kota Yerusalem.
Tanggal 7 Juni 1967 adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa Israel, dan hari itu merupakan awal yang tepat untuk menghitung Tahun Yobel menurut aturan Imamat 25. Dan bila kita menghitung 49 tahun atau 17,640 hari (49 x 360 hari) dari tanggal 7 Juni 1967, kita dapat menghitungnya menggunakan komputer dengan program Microsoft Excel misalnya ternyata hasilnya jatuh tepat pada Tanggal 23 September 2015 !

Jangan terkejut
Ini berarti Tanggal 23 September 2015 adalah hari yang sah untuk mengumumkan Tahun Yobel, dan nubuat Kebangkitan para orang kudus yang telah mati dalam Tuhan benar-benar akan terjadi pada hari tersebut. Ini sekaligus menegaskan bahwa hari raya Pondok Daun yang jatuh pada Tanggal 28 September 2015, akan menjadi hari Kedatangan Tuhan dan hari yang penuh kebahagiaan bagi setiap orang yang menanti-nantikan Dia (Titus 2:13).


Penyingkapan ini, bukankah Tuhan Yesus telah berkata, bahwa pelita harus ditaruh di atas kaki dian ? Ini artinya Firman harus menjadi Terang bagi Jemaat. Bukankah telah dikatakan bahwa tidak ada rahasia yang tidak akan tersingkap ? Segala sesuatu yang semula tersembunyi akhirnya akan dinyatakan juga kepada jemaat-Nya.
Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar! (Markus 4:21-23)

Pertanyaan :
Kapan Tuhan Yesus datang menjemput orang-orang kudus?
http://www.muridyesuskristus.blogspot.com
Tuhan Yesus Kristus datang untuk menjemputorang-orang kudus  pada era penumpahan cawan murka yang keenam,yaitu sebelum terjadinya perang Harmagedon (Why 16:12-15),
setelah masa yang tiga tahun setengah itu berakhir, tapi sebelum Kerajaan Seribu Tahun tiba. Perang Harmagedon akan terjadi setelah semua orang percaya terangkat dan masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun.
Dengan demikian maka orang-orang percaya terhindar dari perang Harmagedon tersebut, sama halnya dengan Nuh sekeluarga dan Lot sekeluarga yang terhindar dari malapetaka tersebut, perhatikan Mat 24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Jadi sebelum masuk ke sorga maka semua orang percaya (orang kudus) wajib hukumnya untuk masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun terlebih dahulu, termasuk juga Maria, Henok, Musa dan Elia juga semuanya harus masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun dahulu, tidak seorangpun yang mendapat perlakuan khusus dan istimewa.
Kerajaan Seribu Tahun tersebut bukan sorga, dan Kerajaan Seribu Tahun tersebut kini masih belum tiba.
Sering kita dengar khotbah para pendeta/ pastor mengatakan bahwa kini orang-orang kudus yang sudah mati semuanya sudah berada di sorga, bahkan katanya Maria sekarang sudah dinobatkan menjadi Sang Ratu Sorga di sorga sana.
Apakah benarkah perkataan para pendeta/ pastor tersebut? Mari kita uji berdasarkan ayat-ayat di Alkitab.
Yang alkitabiah bahwa sorga itu sekarang masih kosong tidak ada penghuninya, sebab sebelum masuk ke sorga semua orang kudus wajib untuk masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun terlebih dahulu barulah kemudian dibawa masuk ke sorga.
Apabila masa yang seribu tahun itu saja masih belum tiba, bagaimana mungkin ada orang yang bisa langsung masuk sorga tanpa melalui jalur yaitu masuk kedalam kerajaan seribu tahun terlebih dahulu.
Dimanakah ayatnya yang ada mengatakan bahwa semu manusia harus masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun terlebih dahulu? Ayatnya dapat dilihat didalam Why 20:4-5 sbb:
“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.”
Kalau benar katanya bahwa semua orang kudus kini sudah hidup tenang di sorga, lalu jiwa-jiwa siapakah yang disebutkan didalam Why 20:4-5 yang dibangkitkan lalu dibawa masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun tersebut? Sedangkan Kerajaan Seribu Tahun tersebut sudah jelas bahwa ia bukanlah sorga.
Dan seandainya saja benar katanya bahwa orang-orang kudus yang sudah mati tersebut kini semuanya sudah masuk sorga, maka alangkah malangnya nasib mereka itu, sebab mereka yang tadinya sudah hidup tenang di sorga tersebut namun kemudian tiba-tiba diusik lagi ketenangan mereka karena harus dipindahkan lagi dari sorga dan dikeluarkan dari sorga untuk kemudian disuruh masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun.
Lagipula tidak satupun ayat yang mengatakan bahwa Henok, Musa, Elia dan Maria kini telah hidup tenang di sorga.
Adapun langit yang baru dan bumi yang baru beserta kota Yerusalem Baru (SORGA) tersebut, baru ada setelah berakhirnya masa yang seribu tahun tersebut, perhatikan ayatnya didalam Why 21:1 sbb:
“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”
Apa Kota Yerusalem Baru tersebut?
Yerusalem Baru tersebut tidak lain adalah TUBUH KRISTUS MEMPELAI KRISTUS, ayatnya ada didalam Why 21:1-2 sbb: “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”
Kota Yerusalem baru tersebut ialah tempat atau wadah berhimpunnya mempelai perempuan atau mempelai Anak Domba, ayatnya terdapat didalam Why 21:9-10 “Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.”
Proses masuknya orang-orang kudus kedalam Kerajaan Seribu Tahun adalah sbb:
Berdasarkan Why 20:4-5 tadi terlihat dengan jelas bahwa yang pertama kali bangkit lalu masuk kedalam Kerajaan Seribu Tahun adalah jiwa-jiwa mereka yang sudah meninggal, kemudian disusul oleh orang-orang kudus yang masih hidup di dunia fana ini, ayatnya terdapat didalam 1Tes 4:15-18 sbb:
“Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.”
Orang-orang kudus yang pada saat itu masih hidup di dunia fana ini semuanya diubah terlebih dahulu. Adapun pengertian dari kata “diubah” tersebut tidak lain adalah sama saja dengan “DIMATIKAN” terlebih dahulu dengan sekejab sehingga mereka pun semuanya mati lalu mengenakan tubuh yang baru yaitu tubuh yang tidak dapat binasa, sebab tubuh manusia yang terdiri dari daging dan darah ini tidak mendapat bagian didalam sorga, perhatikan ayatnya di 1Kor 15:50-54 berbunyi sbb:
“Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasi: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.” Dan setelah semua orang kudus yang masih hidup di dunia fana tadi semuanya sudah diubah (dimatikan) dengan sekejab dan sudah pula mengenakan tubuh yang tidak dapat binasa,
maka untuk selanjutnya mereka dibangkitkan untuk kemudian dibawa masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun.
Sehingga akhirnya semua orang benar (orang kudus) baik yang sudah mati (sejak zaman Adam) termasuk juga Maria, Henik, Musa dan Elia, maupun yang masih hidup di dunia fana mereka semuanya dibangkitkan lalu kemudian dikumpulkan di dalam sebuah wadah (tempat) yang dinamakan Kerajaan Seribu Tahun.
Dan setelah masa yang seribu tahun tersebut berakhir maka barulah roh orang-orang kudus secara bersama-sama dibawa untuk masuk ke langit dan bumi yang baru dan mereka ditempatkan di kota Yerusalem baru (Why 21:1-8), tetapi roh orang-orang berdosa dilemparkan kedalam lutan api yang menyala-nyala (Why 20:7-14) itulah proses kematian kedua bagi mereka
Kenapa pada saat sekarang tidak seorangpun yang sudah masuk sorga?
Jawanannya ialah karena Yesus belum datang untuk menjemputnya, dan juga masa yang seribu tahun itupun masih belum tiba, serta penyediaan tempat oleh Yesus di rumah Bapa itupun masih sedang dalam proses penyelesaiannya (baca Yoh 14:1-3), sebab di dunia fana ini setiap hari selalu ada orang-orang yang mau bertobat dan mau memberi diri dibaptis dengan air selam (baptisan Yohanes) dan yang dimeteraikan dengan Roh Kudus, dan yang penuh dengan Roh Kudus, dan yang layak untuk masuk sorga, sehingga kepada mereka-mereka itu pun juga harus disediakan juga tempatnya di Rumah Bapa oleh Yesus.
Itulah sebabnya,
sehingga sekarang sorga itu masih kosong, dan tidak satu orangpun dibolehkan untuk masuk ke rumah Bapa tersebut.
Rumah Bapa itu harus benar-benar steril dari kehadiran seorang manusia, jangan sampai gara-gara oleh kehadiran segelintir manusia di sana misalnya Maria, Henok, Musa dan Elia sehingga pekerjaan Yesus di rumah Bapa itupun menjadi terhambat dan terganggu gara-gara disana sudah ada beberapa orang manusia.
Selanjutnya apabila tempat di rumah Bapa tadi sudah selesai penyediaannya maka barulah kemudian Yesus datang kembali untuk menjemput orang-orang kudus untuk Ia bawa masuk ke rumah Bapa.
Sorga itu tersembunyi tempat, makanya tidak seorangpun yang tahu tempat sorga itu berada, termasuk juga Maria, Henok, Musa dan Elia juga tidak tahu tempat sorga itu berada, hanya YESUS sendirilah yang tahu tempat sorga itu berada.
Yesus menjemput para anggota jemaat tubuh-Nya tidak secara satu per satu atau secara sendiri-sendiri tetapi dijemput secara serentak dan secara bersama-sama dalam waktu yang bersamaan pula, mereka semua dijemput untuk dibawa masuk kedalam kerajaan seribu tahun terlebih dahulu, barulah kemudian dibawa masuk ke sorga, sedangkan orang berdosa yang masih berada diluar Kerajaan Seribu Tahun sana, mereka tidak ikut dijemput untuk masuk ke sorga (Yerusalem Baru), tetapi orang-orang berdosa tersebut dijemput untuk dimasukan ke dalam api neraka.
Itulah latar belakangnya sehingga Yesus pun dengan tegas dan dengan berani berkata bahwa Dia lah satu-satunya jalan untuk menuju ke rumah Bapa Yoh 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kenapa Yesus berani berkata demikian? Karena hanya Yesus sajalah satu-satunya yang sudah tahu tempat sorga itu berada, dan Ia sendiri pulalah satu-satunya yang pernah datang dan pergi, turun dan naik, keluar dan masuk sorga, perhatikan ayatnya sbb:
Yoh 3:13 “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia (Yesus) yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yesus).”
Ef 4:9-10 Bukankah "Ia (Yesus) telah naik" berarti, bahwa Ia (Yesus) juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.”
Lalu dimanakah tempat menyimpan roh orang-orang yang sudah mati sejak zaman Adam?
Adapun tempat penyimpanan sementara bagi orang-orang yang sudah mati baik orang kudus maupun orang berdosa adalah di sebuah tempat yang dinamakan Taman Firdaus (taman Eden), perhatikan perkataan Yesus kepada penjahat yang disalib disebelah-Nya Luk 23:43 “Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Termasuk juga Maria, Henok, Musa dan Elia juga kini masih berada di taman Firdaus tersebut.
Firdaus itu bukan sorga, tetapi Firdaus adalah tempat penampungan sementara bagi roh orang-orang yang sudah mati sejak zaman Adam.
Dari Firdaus tersebut nantinya roh orang-orang benar dibangkitkan lalu kemudian dibawa masuk kedalam kerajaan seribu tahun, tetapi roh orang-orang berdosa tidak dijemput, melainkan mereka masih tinggal Firdaus itu saja.
Itulah saat-saat pemisahan (pemisahan pertama) antara orang benar dengan orang berdosa, sedangkan pemisahan ke duanya yaitu orang benar masuk sorga dan orang berdosa masuk neraka.
Setelah berakhirnya masa yang seribu tahun tersebut maka mereka yang ada di Kerjaan Seribu Tahun tadi langsung dibawa masuk ke langit yang baru dan bumi yang baru yaitu masuk ke kota Yerusalem Baru, tetapi roh orang-orang berdosa yang masih berada di Firdaus tadi akan dibawa masuk kedalam api neraka.
Di taman Firdaus itulah roh orang-orang yang sudah mati tadi masih dapat bersenang-senang, sehingga roh orang-orang kudus bersama dengan roh orang berdosa juga masih bisa bertegur sapa perhatikan didalam cerita antara Lasarus dan orang kaya didalam Luk 16:19-26, mereka semuanya masih belum di apa-apakan, karena masa penghakiman saja masih belum tiba.
Firdaus itu adalah nama sebuah taman di alam roh (alam baka) bukan di dunia fana. Taman Firdaus adalah sama dengan taman Eden yang dipagari dengan kerup api oleh Tuhan Kej 2:23-24.
Jadi berhubung taman Eden tersebut dipagari dengan kerup api, maka darah dan daging otomatis tidak dapat masuk ke sana, tetapi apabila orang sudah mati (bukan darah dan daging) yaitu sudah mengenakan tubuh roh yang tidak dapat mati maka barulah mereka bisa masuk ke dalam taman Eden (taman Firdaus) tersebut.
Logikanya yaitu bahwa apabila ada tamannya maka pasti ada pula rumahnya, rumahnya ialah Rumah Bapa, tamannya ialah Taman Firdaus/Eden.
Semua orang yang sudah mati untuk sementara ditampung di tamannya saja yaitu di Taman Firdaus/Eden saja. Tidak seorangpun dibolehkan masuk ke dalam Rumah Bapa.
Tapi kalau katanya bahwa Henok, Musa, Elia dan Maria sudah masuk sorga (Rumah Bapa) maka pertanyaannya ialah untuk kepentingan apa mereka ada di sana, apakah mereka juga ikut membantu Yesus dalam menyediakan tempat di Rumah Bapa? Tidak, sebab tidak seorang manusiapun yang diboleh mengganggu Yesus dalam menyediakan tempat di sana.
Dan apabila benar katanya bahwa sekarang Henok, Musa, Elia dan Maria juga sudah ada di sorga, berarti mereka juga sudah tahu tempat sorga itu berada, dan kalau mereka juga tahu tempat sorga itu berada maka berarti mereka juga bisa menjadi jalan untuk menuju ke sorga.
Dan kalau mereka bisa menjadi jalan masuk sorga, berarti mereka selevel dengan Yesus, dan kalau mereka selevel dengan Yesus maka marilah kita menyembah Henok, Musa, Elia dan Maria saja, jangan menyembah Yesus.
Gara-gara adanya pemahaman dan pengajaran dari para pakar teologia dan para bapa gereja yang mengatakan bahwa Maria kini sudah berada di sorga dan bahkan katanya Maria sekarang sudah dinobatkan menjadi Sang Ratu Sorga, ( Qween Of Heaven ) maka akhirnya gereja tersebut pun kini beralih menjadi menyembah kepada Maria saja melalui media patung-patung maria, sebab menurut mereka bahwa untuk masuk sorga harus dijemput dan seijin dengan Maria dan harus atas permintaan dan desakan dari Maria kepada Yesus.
Jadi berhubung Maria Ratu Sorga maka Yesuspun mau tidak mau harus tunduk, dan taat dan wajib menuruti segala permintaan dan perintah dari Maria sang Ratu Sorga.
Nah kalau demikian adanya berarti Yesus itu lebih rendah levelnya daripada Maria yaitu Yesus di sorga tidak lebih dari seorang anak kecil yang dapat disuruh-suruh oleh Maria dengan seenak saja untuk mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan keinginan Maria.
Jadi berhubung warga Kerajaan Seribu Tahun tersebut terdiri dari orang-orang kudus yang sudah mati yaitu terdiri dari roh-roh saja, maka berarti Kerajaan Seribu Tahun tersebut berada di alam roh sana, tempatnya di Alam Baka sana (Alam roh), bukan berada di dunia fana (fisik).
Dengan demikian maka ada 2 alur jalan yang tersedia yaitu:
1. Alur bagi orang kudus sbb: Dunia (fana) --- Firdaus (baka) --- Kerajaan 1000 tahun (baka) --- Yerusalem Baru/Sorga (baka).
2. Alur bagi orang berdosa sbb: Dunia (fana) --- Firdaus (baka) --- neraka (baka).
Bagi orang berdosa bahwa Firdaus itu adalah tempat tinggal pada kematian yang pertama kemudian nereka adalah tempat tinggal pada kematian yang kedua (Why 20:14).
Sedangkan bagi orang benar bahwa Firdaus itu adalah tempat tinggal pada kematian yang pertama tetapi surga adalah tempat tinggal kehidupan kekal selamanya (Why 20:6).
Adapun wadah yang saat ini sudah ada penghuninya yaitu:
1. Dunia (fana).
2. Firdaus (baka)
Sedangkan wadah yang pada saat ini masih belum ada penghuninya yaitu:
Kerajaan Seribu Tahun (baka)
Yerusalem Baru/Sorga (baka)
Neraka (baka)
Adapun yang alkitabiah bahwa saat sekarang ini baik sorga maupun neraka kedua-duanya sama-sama belum ada penghuninya.
Penyebabnya
yaitu karena masa yang Seribu Tahun itu saja masih belum tiba, dan masa penghakiman pun juga masih belum tiba, makanya tidak mungkin orang-orang berdosa yang sudah mati tadi langsung dimasukkan ke neraka tanpa melalui proses penghakiman dan pengadilan terlebih dahulu (Why 20:11-13).
Sedangkan masa penghakiman baru ada setelah berakhirnya masa yang seribu tahun tersebut dan juga setelah lenyapnya bumi dan langit yang fana ini, perhatikan ayatnya di dalam Why 21:11-15 berbunyi sbb:
“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”
Amin, Amin, Amin.
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!


1 komentar:

  1. boleh tanya , jika orang berdosa dan orang benar sama2x berada di Firdaus , dan belum di siksa , mengapa pada cerita orang kaya dan Lazarus , orang kaya tersebut di siksa
    Lukas 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, k kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

    bukankah itu berarti orang kaya sudah mendapat siksa di alam Hades

    BalasHapus