Kamis, 16 April 2015

LAHIR KEMBALI DAHULU BARULAH DICATAT DI KITAB KEHIDUPAN



oleh pengamat rohani

Dilahirkan kembali adalah syarat untuk dapat melihat kerajaan Allah Yoh 3:3 “Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Barangsiapa belum dilahirkan kembali maka statusnya masih MATI, apabila ia masih mati maka wajar kalau ia tidak dapat MELIHAT, jangankan MASUK, justeru MELIHAT kerajaan Allah itu saja ia tidak akan bisa.

Harus lahir dahulu maka barulah dapat dikatakan hidup, tidak mungkin dapat dikatakan sudah hidup kalau lahir saja belum.

Apa sebabnya sehingga semua orang mati rohani? Penyebabnya yaitu karena semua orang setiap hari terkena vonis hukuman mati oleh Tuhan gara-gara setiap hari melanggar hukum taurat.

Jadi dilahirkan kembali itulah yang membedakan antara para pengikut Yesus dengan manusia-manusia dan juga mahluk-mahluk lainnya.

Barangsiapa belum dilahirkan kembali maka ia tidak beda dengan manusia-manusia dan juga mahluk-mahluk lainnya yang ada di dalam dunia ini.

Sudah memeluk agama Kristen bukanlah jaminan bahwa otomatis sudah dilahirkan kembali dan pasti masuk kedalam kerajaan Allah.

Apa itu dilahirkan kembali? Dilahirkan kembali ada 2 macam yaitu dilahirkan dari air dan Roh, perhatikan ayatnya di Yoh 3:5. Kalau cuma dilahirkan dari air saja maka masih belum cukup.

Sudah ada ancaman yang amat sangat serius dari TUHAN kepada seluruh umat manusia di dunia, bunyi ancamannya yaitu sbb:

1. Why 20:15 “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”

2. Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3. Ef 5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Apa itu lahir baru, dan apa kaitan antara lahir baru dengan Kerajaan Allah dan Kitab kehidupan?

Namanya saja “KITAB KEHIDUPAN” tentu saja ia secara khusus sebagai tempat untuk mencatat nama-nama orang yang rohaninya sudah HIDUP saja yaitu nama-nama mereka yang telah berhasil melalui proses DILAHIRKAN KEMBALI yaitu mereka yang telah dilahirkan dari air dan Roh sebagaimana yang diwajibkan oleh Yesus didalam Yoh 3:3 dan 5, sbb:

1. Yoh 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

2. Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Didalam Yoh 3:5 tadi terlihat sangat jelas bahwa ada 2 macam syarat untuk dapat masuk kedalam kerajaan Allah yaitu dilahirkan dari air dan dilahirkan dari Roh, dan setelah dilahirkan dari air dan Roh tadi maka barulah dapat masuk kedalam kerajaan Allah lalu namanya pun akan dicatat di dalam kitab kehidupan.

Dan kepada barangsiapa berhasil melewati proses LAHIR baru yaitu dilahirkan dari air dan Roh maka orang tersebut sudah ada mempunyai tanda-tanda kehidupan rohaniah, sehingga iapun disebut sebagai orang-orang kudus yang telah TERLAHIR dan HIDUP kembali.

Tapi meskipun secara fisik jasmaniah ia seorang yang sudah dewasa (tua/renta) namun yang namanya baru saja LAHIR tentu saja ia secara ROHANIAH statusnya masih bayi saja, tapi meskipun keadaannya masih bayi rohani namun ia sudah ada mempunyai tanda-tanda kehidupan rohaniah.

Namanya saja sudah LAHIR, berarti ia sudah HIDUP.

Jadi kepada barangsiapa yang masih belum LAHIR, maka ia tidak dapat dikatakan sudah HIDUP.

Jadi berhubung ia sudah LAHIR dan sudah HIDUP maka otomatis ia sudah ada memiliki MATA rohani yang dapat berfungsi untuk MELIHAT secara rohani pula, termasuk juga dapat melihat Kerajaan Allah, dan berhubung ia sudah dapat MELIHAT kerajaan Allah maka iapun pasti dapat MASUK kedalam Kerajaan Allah, dan berhubung ia sudah masuk Kerajaan Allah maka namanya pun langsung saja dicatat didalam Kitab Kehidupan.

Adapun bagi orang-orang yang belum melewati proses dilahirkan kembali yaitu yang belum dilahirkan dari air dan Roh yaitu mereka yang masih dalam keadaan mati rohaninya (bangkai/mayat), maka nama-nama mereka pun masih belum berpindah dari “KITAB KEMATIAN” sebab barangsiapa yang belum tercatat namanya didalam kitab Kehidupan itu maka berarti namanya secara otomatis telah tercatat didalam kitab Kematian, perhatikan ayatnya didalam Why 20:12.

---------------------

Makanya jangan mimpi bisa masuk sorga kalau dilahirkan kembali saja yaitu dilahirkan dari air dan Roh itu saja masih belum, jangankan MASUK, justeru MELIHAT kerajaan Allah itu saja tidak akan bisa, perhatikan perkataan Yesus didalam Yoh 3:3 “Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak DILAHIRKAN KEMBALI, ia tidak dapat MELIHAT Kerajaan Allah."

Semua manusia di dunia ini mati rohani gara-gara setiap hari terkena vonis mati oleh Tuhan karena setiap hari melanggar hukum taurat (melangar hukum Musa) perhatikan ayatnya didalam Rom 7:4, Gal 2:19.

Makanya jangan heran apabila Yesus juga pernah mengatakan biarlah orang-orang mati menguburkan orangnya yang mati Mat 8:22 ”Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Nampaknya Yesus melihat bahwa semua orang yang bersiap-siap untuk berangkat mengubur orang mati tersebut ternyata juga semuanya mati rohaninya (orang mati mengubur orang mati).

Dengan demikian maka berarti di mata Yesus bahwa manusia ini hanyalah sesosok mayat, bangkai (jombi) yang bisa berjalan pergi kemana-mana.

Apabila Yesus sudah mengatakan bahwa semua manusia di dunia ini mati rohani yaitu semunya hanya bangkai, mayat, busuk dan sampah saja, maka berarti semua manusia ini sudah tidak ada lagi gunanya bagi Tuhan, sebaiknya bangkai, mayat dan sampah busuk tersebut sebaiknya dibakar dan dikubur saja.

----------------

Tahukah anda bahwa hukum itu tidak berlaku lagi bagi sosok bangkai dan mayat (orang mati), sebab tidak mungkin bangkai/ mayat (orang mati) dapat melakukan hukum, tetapi hukum hanya berlaku bagi orang-orang yang masih hidup saja, perhatikan ayatnya didalam Rom 7:1 “Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?”

Demikian pula halnya hukum taurat (hukum Musa) tersebut, hukum taurat tersebut hanya berlaku bagi orang-orang yang rohaninya masih hidup saja, sedangkan bagi orang-orang yang sudah mati rohaninya (bangkai/mayat) maka hukum taurat taurat tersebut tidak berlaku lagi bagi mereka itu, sebab bagaimana mungkin mereka bisa melakukan dan mentaati hukum taurat tersebut kalau mereka sudah mati rohani (bangkai/mayat) oleh hukum taurat tersebut.

Orang-orang yang sudah mati (bangkai/mayat) tadi tidak mungkin dapat hidup kembali karena ia mau setia lagi dan setia lagi dan setia lagi mentaati hukum taurat yang tadinya telah berulang kali membunuhnya.

Logikanya yaitu: Seorang pembunuh tidak akan membiarkan korbannya tetap hidup, tetapi pembunuh akan membunuh korbannya sampai korbannya itu benar-benar mati, mati dan mati.

Demikian pula halnya hukum taurat, hukum taurat akan membunuh semua korbannya sampai semua korbannya benar-benar mati, mati dan mati.

Dan apabila semua korbannya sudah mati, maka hukum Taurat itupun tidak bisa lagi menggigit dan menyengat dan membunuh korbannya itu, makanya jangan heran apabila rasul Paulus mengatakan bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi bagi orang-orang yang sudah mati (bangkai/ mayat), dan yang amat sangat berhaya yaitu nama-nama orang-orang yang sudah mati rohani tersebut tidak ada tercatat dalam kitab Kehidupan, tapi nama mereka hanya tercatat didalam kitab Kematian.

Bagi yang merasa yakin bahwa kini rohaninya masih hidup, maka biarlah ia tetap saja mentaati dan melakukan semua ketentuan yang terdapat didalam hukum taurat tersebut sehingga mereka bisa bertahan untuk hidup, akan tetapi apabila anda merasa bahwa anda juga sudah mati rohani gara-gara setiap hari melanggar hukum taurat, maka jangan anda biarkan orang menghukum dan menghakimi kamu dengan berbagai macam hal yang terkait dengan hukum taurat tersebut Kol 2:16 “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;”

Lalu bagaimanakah solusinya agar yang mati rohani tadi dapat hidup kembali?

Berhubung semua manusia sudah mati rohaninya gara-gara setiap hari melanggar ketentuan yang ada didalam hukum taurat maka untuk dapat HIDUP KEMBALI maka solusinya tidak ada lain selain daripada HARUS DILAHIRKAN KEMBALI, perhatikan perintah wajib hukumnya untuk dilahirkan kembali yang disampaikan oleh Yesus kepada PEMIMPIN AGAMA yang bernama NIKODEMUS, didalam Yoh 3:5, 7, 10.

Dilahirkan kembali tersebut disebut dengan prosesi membuat kirbat yang baru tempat menyimpan anggur yang baru, sebab kirbat yang lama sudah usang dan rusak sehingga kirbat lama tersebut hanya sebagai tempat untuk menyimpan anggur yang lama saja.

Sangatlah tidak mungkin kalau rohani yang sudah mati (mayat/bangkai) tadi dapat hidup kembali gara-gara membayar dengan uang, gara-gara membayar dengan hewan korban, gara-gara tidak memakan dan meminum makanan dan minuman tertentu, gara-gara taat dan setia lagi memelihara hari sabat, hari sabtu, hari minggu, hari jumat, hari raya, bulan baru, dll.

Justeru Yesus pernah berkata bahwa Tuhan jijik melihat semua korban persembahan manusia, dan makanan dan minuman tersebut tidak ada gunanya dan tidak akan bisa membuat orang yang mati rohani tadi menjadi suci, kudus dan hidup kembali, tetapi makanan dan minuman tadi hanya masuk melalui mulut dan keluar di jamban saja, perhatikan perkataan Yesus sendiri didalam Mat 15:17 “Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?”

Lagi pula seandainya rohani yang sudah mati (bangkai/mayat) tadi bisa hidup kembali asalkan ada kemauan untuk setia dan taat lagi memberikan persembahan berupa uang dan hewan korban, dan juga memelihara hari sabat, hari minggu, hari sabtu, hari jumat, hari raya, bulan baru, serta gara-gara tidak mau memakan dan meminum beberapa jenis makanan dan minuman, dll maka pertanyaanya ialah: Kalau seandainya keselamatan masih ada didalam kesemua itu lalu buat apa Yesus datang dan mati dan disalib, kalau tanpa Yesuspun masih bisa saja selamat?

Dan apabila dengan melakukan semua ketentuan yang ada didalam hukum taurat itu saja masih bisa saja hidup kembali dan selamat masuk sorga, maka berarti sia-sialah apa yang telah dikerjakan oleh Yesus tersebut apabila keselamatan masih ada didalam hukum Taurat, Gal 2:21b “Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”

Tetapi tahukan anda bahwa Gal 5:4 “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.”

Justeru didalam Why 11:1-2 sangat jelas mengatakan bahwa bagi mereka yang posisi rohaninya masih mati (belum dilahirkan kembali) yaitu bagi mereka yang belum bertobat dan belum berbaptis dengan air (masih berada di luar halaman kemah Musa), maka kesemua aktivitas kerohanian dan semua mesbahnya yaitu semua doanya, puasanya, penyembahannya, puji-pujiannya, serta seluruh ibadahnya yaitu korban tenaga, korban biaya, korban harta, korban waktu, korban pikiran, dll kesemuanya itu tidak diukur sebagai sebuah KEBENARAN, padahal mereka juga sungguh-sunguh giat melakukan kesemuanya itu tapi ternyata sia-sia saja (Rom 10:2-3).

=======

Adapun bagi orang-orang yang sudah berhasil melewati proses DILAHIRKAN dari air dan Roh tersebut kepada mereka tidak lagi dituntut untuk mentaati dan melakukan seluruh ketentuan yang ada pada hukum taurat (hukum Musa), akan tetapi kepada mereka dikenakan HUKUM YANG BARU PULA.

Hukum yang baru tersebut yaitu sebagaimana yang disampaikan oleh Yesus sendiri didalam Yoh 13:34 sbb: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."

Sebenarnya perintah untuk saling mengasihi tersebut bukanlah perintah yang baru, akan tetapi perintah lama yang sebelumnya sudah ada didalam hukum taurat (hukum Musa), perhatikan ayatnya dialam 1Yoh 2:7-10 sbb:

1Yoh 2:7-10 "Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya."

=======

OLEH KARENA ITU maka apapun agama anda dan apapun gereja anda dan apapun status social anda, marilah semuanya segera melalukan prosesi dilahirkan kembali (dilahirkan dari air dan Roh) tersebut, dan setelah itu maka barulah kemudian anda dimampukan untuk mentaati dan melakukan PERINTAH YANG BARU tersebut.

Lahir baru itulah prioritas yang paling utama yang harus anda kerjakan terlebih dahulu, setelah itu barulah anda memikirkan hal-hal yang lainnya, tapi kesemuanya itu harus berjalan mengalir apa adanya sesuai dengan pimpinan, tuntunan dan kehendak dari Roh Kudus, karena Roh Kudus itulah Roh Penolong dan Roh Penghibur bagi kita orang-orang kudus yaitu bagi kita yang sudah dilahirkan dari air dan Roh tadi.

Meskipun orang-orang yang sudah mati rohani tersebut ingin mencoba lagi dan berusaha lagi untuk memelihara hari sabat, hari sabtu, hari jumat, hari minggu, hari raya, bulan baru serta tidak lagi memakan dan meminum beberapa jenis makanan dan minuman tertentu, dll sampai benar-benar berhasil lagi mentaati kesemua ketentuan didalam hukum taurat tersebut, namun hal itu tidaklah mungkin bisa membuat rohani yang sudah mati (bangkai/mayat) tersebut menjadi hidup kembali oleh karena berhasil lagi mentaati semua ketentuan yang ada didalam hukum taurat yang tadinya telah membunuh kita, karena satu-satunya cara sehingga kita sudah mati rohani ini agar bisa hidup kembali yaitu hanya melalui prosesi dilahirkan kembali (dilahirkan dari air dan Roh) saja, sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus didalam Yoh 3:7 sbb: "Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali."

Itulah latar belakangnya, sehingga mengenai hal yang terkait dengan hari sabat, hari sabtu, hari minggu, hati jumat, serta mengenai makanan dan minuman, bulan baru, hari raya, dll tersebut Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa jangan sampai ada orang yang menghakimi kamu dan atau yang menghukum kamu dan atau yang mempengaruhi kamu dengan kesemuanya itu, perhatikan ayatnya didalam Kol 2:16 “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;”

Adapun orang-orang yang sudah dilahirkan kembali tersebut mereka disebut sebagai manusia yang baru yaitu sosok manusia yang sudah dilahirkan kembali atau orang-orang kudus (kirbat baru) dan posisi rohani mereka pun sudah berpindah dari yang tadinya MATI yaitu anggota warga dunia yang akan binasa, tetapi kini mereka sudah berpindah menjadi anggota warga Kerajaan Allah. Dan mereka inilah orang-orang yang bergaul karib dengan Tuhan, yaitu para anggota warga Kerajaan Allah (Tubuh Kristus) yang dikepalai oleh Yesus sendiri dan yang mana-namanya SUDAH TERCATAT DIDALAM KITAB KEHIDUPAN.

Nama-mana mereka yang telah dilahirkan kembali (lahir baru) tersebut sudah dikeluarkan dari KITAB KEMATIAN lalu kemudian dipindahkan ke dalam KITAB KEHIDUPAN, sedangkan bagi mereka yang belum dilahirkan kembali tersebut nama-nama mereka masih saja tercatat didalam KITAB KEMATIAN.

Lalu bagaimanakan nasib mereka yang nama-namanya masih tercatat didalam kitab kematian tersebut?

Nasib mereka yaitu dilemparkan kedalam api neraka, perhatikan ayatnya didalam Why 20:15 “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”

Adapun kewajiban untuk dilahirkan kembali tersebut adalah perintah dari Yesus sendiri, perhatikan didalam Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat MASUK ke dalam Kerajaan Allah.

Didalam Yoh 3:5 tersebut terlihat dengan jelas bahwa ternyata lahir baru tadi adalah sebagai syarat untuk dapat MASUK kedalam KERAJAAN ALLAH, lahir baru terdapat 2 macam yaitu:

1. Dilahirkan dari air (dibaptis dengan air).
2. Dilahirkan dari Roh (dibaptis dengan Roh Kudus).

Dan 2 macam lahir baru tersebut adalah sebagai syarat untuk dapat MASUK kedalam Kerajaan Allah (Tubuh Kristus) dan sebagai syarat untuk dapat dicatat namanya didalam KITAB KEHIDUPAN

Aya-ayat pendukung yang mempunyai makna yang sama dengan Yoh 3:5 tersebut yaitu Tit 3:5 dan Mat 3:11.

Adapun yang dimaksudkan dengan dilahirkan dari air (baptisan dengan air) tersebut yaitu baptisan air yang sebagai tanda pertobatan sebagaimana yang telah diajarkan oleh Yohanes Pembaptis dan yang telah dicontohkan oleh Yesus, dan tatacara baptisan airnya yaitu dicelup, diselam, ditenggelam di dalam air. Sedangkan dilahirkan dari Roh adalah sama dengan dibaptis dengan Roh Kudus (bdk Kis 1:5).

Kenapa lahir dari air adalah sama dengan bertobat dan berbaptis dengan air? Alasannya yaitu pada saat Nikodemus datang kepada Yesus, pada saat itu Yohanes sedang gencar memberitakan ajaran baru tentang bertobat dan baptisan air selam/celup di sungai Yordan, sehingga pada saat itu itu perintah untuk bertobat dan berbaptis dengan air tersebut merupakan berita hangat dan isu besar yang sangat menggemparkan bagi para ahli taurat dan para tokoh agama Yahudi, maka saya yakin seyakin-yakinnya bahwa isi percakapan antara Yesus dan Nikodemus yang terkait dengan dilahirkan dari AIR dan ROH didalam Yoh 3:5 tersebut tidak lain adalah merujuk kepada BERTOBAT DAN DIBAPTIS DENGAN AIR SELAM yang dikerjakan oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan yang bertujuan untuk pengampunan dosa dan penyucian dosa (Luk 3:3).

Perintah untuk bertobat dan berbaptis dengan air selam/celup tersebut diperkuat oleh Yesus dengan mengeluarkan amanat agung (Mrk 16:15-16), kemudian diperkuat lagi oleh Roh Kudus melalui Rasul Petrus (Kis 2:38).

Berdasarkan ayat-ayat tersebut maka dapat dipastikan bahwa yang berstatus AGAMA KRISTEN sangat banyak sekali, tetapi yang sudah dilahirkan kembali (dilahirkan dari air dan Roh) hanya dihitung dengan jari.

Artinya bahwa meskipun agamanya Kristen tetapi apabila belum dilahirkan dari air dan Roh maka jangan mimpi masuk sorga.

Tapi itu semua harus terjadi untuk menggenapi apa yang dikatakan oleh Yesus didalam ayat-ayat berikut:

1. Luk 12:32 “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”

2. Mat 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Jadi, berhubung dilahirkan dari air (dibaptis dengan air) tersebut adalah sebagai tanda bahwa orang tersebut sudah pertobatan maka hal itu berarti bahwa sebelum seseorang dibaptis dengan air maka ia wajib hukumnya untuk bertobat terlebih dahulu, perhatikan perintahnya didalam Mat Luk 3:3, Kis 2:38, Mat 3:11. Jadi tidak boleh dibaptis dengan air apabila tidak bertobat terlebih dahulu.

Sedangkan dilahirkan dari Roh (dibaptis dengan Roh Kudus) adalah merupakan tanda bahwa orang yang bersangkutan TELAH DIBAPTIS DIDALAM KRISTUS.

Jadi, orang-orang yang telah menerima ke 2 macam baptisan tersebut yaitu baptisan dengan air (dilahirkan dari air) dan baptisan dengan Roh Kudus (dilahirkan Roh) maka orang-orang tersebut disebut dengan orang-orang yang TELAH DIBAPTIS DIDALAM KRISTUS, itulah maksud dari Rom 6:3-4 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”

Itulah sebabnya sehingga ke-2 macam syarat untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah tersebut terkenal dengan istilah “anak kunci” kerajaan Allah. Anak kunci tersebut adalah harga mati dan tidak dapat diganti dan ditawar-tawar lagi oleh siapapun, ia bersifat YA dan AMEN.

Anak kunci tersebut sangat menentukan untuk dapat masuk dan tidaknya seseorang kedalam kerajaan Allah, makanya jangan sampai keliru memilih anak kunci. Sebab di zaman sekarang sudah banyak sekali beredar berbagai macam anak kunci tiruan dan palsu.

Dan apabila target dilahirkan dari air dan Roh tersebut merupakan standar baku dan harga mati (YA dan AMEN) maka pasti sangatlah sedikit orang yang dapat masuk sorga.

Dan apabila sangat sedikit jumlah orang yang masuk sorga maka benarlah apa yang dikatakan oleh Yesus bahwa warga kerajaan Allah hanya sekawanan kecil saja Mat 12:32 “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”

Pertanyaan: Apakah nama anda sudah tercatat didalam Kitab Kehidupan dan apakah anda sudah dilahirkan kembali yaitu dilahirkan dari air dan Roh? Kalau belum maka janganlah mimpi bisa masuk sorga, perhatikan perkataan Yesus didalam Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat MASUK ke dalam Kerajaan llah. Kemudian didalam Why 20:15 “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”

Kini masih banyak umat Tuhan yang merasa kesakitan gara-gara mengandung (hamil) kerinduan untuk dilahirkan kembali (dilahirkan dari air dan Roh), namun sangat disayangkan keinginan mereka selalu dihalang-halangi oleh seekor ular naga merah padam kepala 7 tanduk 10 yaitu agama, gereja dan para pendeta/pastor mereka sendiri, tapi atas kesemuanya itu janganlah heran, sebab semuanya itu sudah ada nubuatannya didalam Why 12:1-4 sbb:

“Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.”

Adapun penjelasan mengenai siapakah kepala dan ekor ular naga tersebut dapat dilihat didalam Yes 9:14 “Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.”

Namanya saja proses lahir dan melahirkan, tentu saja harus melalui proses yang amat panjang, dan selama proses yang panjang tersebu hingga tiba saatnya untuk melahirkan maka si ibu dan si bayi keduanya sama-sama merasa kesakitan yang luar biasa, namun setelah si bayi lahir maka ada sukacita dan kebahagiaan yang luar biasa.

Demikian pula halnya apabila sudah berhasil melalui proses dilahirkan kembali (dilahirkan dari air dan Roh)tersebut juga ada sukacita yang luar biasa sehingga aga pujian berhaleluya ria.

Tapi jangan dulu berbangga-bangga sebab nampaknya bukan hanya didalam kandungan ibunya itu saja, akan tetapi naga si ular tua, yaitu setal atau iblis tersebut akan mengincar anak bayi tersebut setelah ia dilahirkan oleh ibunya, untuk ia telan dan binasakan, perhatikan ayatnya didalam Why 12:4b “Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.”

Namun selama proses lahir dan melahirkan yang memakan waktu yang lama dan juga sangat menyakitkan tersebut banyak sekali penghalangnya, penghalangnya akan datang dari berbagai pihak, baik dari pihak pendeta/pastor, dari gereja maupun dari pihak keluarganya sendiri.

Manusia kepala ular dan manusia ekor ular tersebut yaitu para ahli taurat (pakar alkitab), mereka disebut oleh Yesus sebagai ular-ular dan keturunan ular beludak Mat 23:33 "Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?"

Adapun ular beludak tersebut ialah ular yang tadinya berhasil menjerumuskan Adam dan Hawa, dan di akhir zaman sekarang ini ia disebut ular naga merah padam kepala 7 tanduk 10 sebagaimana yang terdapat didalam Kitab Wahyu Pasal 12 dan Pasal 17.

Selanjutnya si ular tua (ular naga) tersebut nantinya akan ditangkap dan dimasukkan ke jurang maut (Why 20:1-3) lalu kemudian dilemparkan kedalam api kekal yang menyala-nyala (Why 20:10).

Anggota warga kerajaan Allah yang nama-namanya telah tercatat didalam Kitab Kehidupan itulah yang disebut dengan manusia baru yaitu orang-orang kudus yang bergaul karib dengan Yesus yaitu orang-orang kudus yang nantinya akan dibawa oleh Yesus untuk masuk ke sorga, perhatikan ayatnya didalam Flp 3:20-21 "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."

Oleh karena itu jangan dulu berbangga-bangga dan berhaleluya ria kalau masih belum dilahirkan dari air dan Roh dan kalau namanya masih belum tertulis didalam Kitab Kehidupan.

Apakah nama bisa terhapus dari kitab kehidupan? Jawabannya bisa, perhatikanayatnya sbb:

1. Mzm 69:29 Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!

2. Why 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

3. Kel 32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Adapun lahir baru, masuk kerajaan Allah dan nama tercatat di dalam Kitab Kehidupan tersebut adalah merupakan ilmu kerohanian dan ilmu teologia tingkat tinggi yang dicari-cari oleh para pengikut Yesus di seluruh dunia.

Yesus memberkati, haleluya, amen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar