Senin, 23 Maret 2015

AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)


AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT

Tulisan ini merupakan artikel Ketiga dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa, yaitu hari terakhir dari Milenium Keenam yang ditandai dengan Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena sudah tiba waktunya untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :
MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)
Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

Di kitab Imamat kita menemukan bahwa TUHAN menetapkan peristiwa-peristiwa mana yang harus selalu diingat oleh bangsa Israel turun-temurun, dan peristiwa-peristiwa itu wajib diperingati dalam mekanisme perayaan hari-hari raya tahunan yang waktunya tetap tidak boleh diubah-ubah sepanjang masa.
Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. (Imamat 23:4)
Bila kita memperhatikan perintah ini terlihat sesuatu yang tidak biasa. Kita mengenal TUHAN bukanlah ilah agamawi dan suka kita memelihara hari-hari tertentu, tetapi mengapa Ia memerintahkan kepada bangsa Israel untuk memperingati hari-hari yang tetap, mengapa tidak cukup mementingkan makna peringatannya saja? Tentu TUHAN punya suatu alasan yang penting dibanding sekedar mensakralkan suatu hari tertentu semata.
Hari-hari itu memang merupakan petunjuk waktu bagi umat TUHAN, sehingga mereka diperintah untuk terus-menerus memelihara hari-hari itu secara tetap tanggalnya. TUHAN memang mempunyai maksud, hari-hari raya itu sebagai Moedim atau appointment times atau Waktu Pertemuan Kudus diri-Nya dengan umat kesayangan-Nya.
“… Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan (Imamat 23:2)
Bagi orang Yahudi, hari-hari raya itu juga dimaksudkan sebagai Shamar atau Observance atau Waktu untuk Berjaga-jaga. Maksudnya adalah agar mereka siap sedia menghadapi peristiwa penggenapan dari nubuat yang terkandung dalam makna hari raya itu sendiri kelak. Alkitab mengajarkan bahwa, hari-hari raya ini memang merupakan waktu untuk umat Tuhan berjaga-jaga.
Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN. (Kel 12:42)
Rasul Paulus juga menyingkapkan bahwa hari-hari raya sesungguhnya lebih merupakan bayangan atau nubuat dari apa yang harus terjadi di masa mendatang, yang menubuatkan peristiwa-peristiwa berkaitan dengan Kristus di zaman akhir.
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Kol 2:16-17)


TIGA HARI RAYA PERTAMA
Sebagai contoh hari raya Paskah Yahudi atau Pesach (Imamat 23:5), kita semua tahu ini merupakan perlambang untuk peristiwa pengorbanan Yesus, yang merupakan penggenapan dari arti Paskah itu sendiri. Paskah Yahudi yang diperintahkan untuk diperingati setiap tahun itu ternyata juga merupakan petunjuk hari bahwa suatu kali bertepatan dengan hari Paskah Yahudi itu, Anak Domba TUHAN akan dikorbankan untuk menyelamatkan umat manusia. Dan hari dimana Kristus Yesus dibunuh jatuh tepat pada tanggal 14 Nissan di hari persiapan Paskah Yahudi.
Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: Inilah rajamu! Maka berteriaklah mereka: Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia! Kata Pilatus kepada mereka: Haruskah aku menyalibkan rajamu? Jawab imam-imam kepala: Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar! Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan (Yoh 19:14-16a)
Begitu juga hari raya Roti Tidak Beragi (Imamat 23:6) adalah nubuat terbentuknya Jemaat Tuhan yaitu Komunitas Yang Murni dan Benar. Rasul Paulus menjelaskan kaitan antara nubuat Paskah dan nubuat Roti Tidak Beragi ini yang menggambarkan Pengorbanan Kristus Yesus, Domba Paskah yang sesungguhnya telah memungkinkan kita menjadi Umat Yang Murni dan Benar.
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1 Kor 5:7-8)
Dan sesuai dengan nubuat hari raya Roti Tidak Beragi yang jatuh tepat setelah peristiwa Paskah, murid-murid dan orang percaya pertama memisahkan diri dari orang-orang Yahudi. Secara umum orang percaya pada saat itu bersembunyi dari mereka yang telah menangkap Yesus, secara propetik mereka menggenapi nubuat pemisahan Eklesia telah dimulai. (Kata Gereja berasal dari kata Yunani Eklesia artinya dipanggil keluar atau dipisahkan).
Demikian pula hari raya Buah Sulung atau hari raya Berkas Unjukan Pertama. Hari raya ini mengandung nubuat bahwa Yesus Kristus sebagai buah sulung di antara orang percaya akan menjadi yang pertama yang bangkit. Sesuai ketetapan hari rayanya, yaitu sesudah sabat, pada hari yang ketiga yaitu tanggal 17 Nissan, Kristus menggenapi nubuat hari raya Buah Sulung itu menjadi yang pertama bangkit dalam tubuh kemuliaan.
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1Kor 15:20)

HARI RAYA KEEMPAT
Hari raya Pentakosta Yahudi atau Shavuot juga merupakan nubuat dan digenapi pada tanggal yang sama saat hari raya itu diperingati orang Yahudi. Hari Raya Pentakosta Yahudi ini dulu memperingati turunnya Sepuluh Hukum TUHAN. Namun bangsa Israel ternyata gagal dalam perjanjian tersebut.
TUHAN kemudian menubuatkan pemberian Roh Kudus kepada umat-Nya di zaman Perjanjian Baru. Dimana pemberian Roh Kudus merupakan suatu janji yang lebih sempurna yaitu mereka akan diberi suatu hati yang akan menuruti hukum-hukum TUHAN dan mereka akan menjadi umat yang taat melakukannya.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. (Yeh 36: 27)
Peristiwa pemberian Roh Kudus ini juga telah digenapi tepat pada saat hari raya Pentakosta Yahudi diperingati (Kis 2:1). Jadi hari-hari raya itu memang merupakan nubuat dan sekaligus tanda waktu untuk berjaga-jaga menghadapi peristiwa-peristiwa Kristus pada zaman akhir.
Empat dari tujuh hari raya yang disebutkan Imamat 23 telah digenapi. Keempatnya jatuh pada tanggal-tanggal di musim semi, ada tiga hari raya berikutnya yang jatuh pada tanggal-tanggal di musim gugur akan digenapi di akhir zaman, yaitu hari raya Peniupan Serunai, hari raya Pendamaian dan hari raya Pondok Daun.

HARI RAYA KELIMA
Bagi orang Yahudi, hari raya kelima yaitu hari raya Peniupan Serunai atau Rosh HaShanah ini merupakan hari pertama dari sepuluh hari yang disebut Yamim Noraim (Sepuluh Hari Pertobatan), yaitu dari tanggal 1 bulan 7 (Tishri) sampai sepuluh hari kemudian yaitu tanggal 10 bulan 7, yaitu hari raya keenam, hari raya Pendamaian (Yom Kippur).
Orang Yahudi percaya bahwa selama Sepuluh Hari Pertobatan ini, Buku Kehidupan atau Sefer HaChayim dibuka, setiap orang dievaluasi kembali hidupnya apakah namanya akan dicantumkan atau dihapuskan dari Kitab Hayat tersebut. Jadi periode sepuluh hari ini setiap tahun menjadi periode yang paling khusuk diperingati untuk Teshuvah (berbalik) dan mencari perkenanan TUHAN sebelum memasuki Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) sebagai hari penghakiman setiap tahun.
Sepuluh Hari Pertobatan ini adalah nubuat datangnya masa pengujian yang akan datang di akhir zaman bagi jemaat Yahudi yaitu Sepuluh Hari Kesusahan (Wah 2:10) yang sering disebut sebagai Great Tribulation. Jadi hari raya peniupan serunai adalah peringatan datangnya sepuluh hari masa kesusahan besar bagi bangsa Israel di akhir zaman. Nabi Amos telah menubuatkan hari raya yang menjadi awal masa kesusahan Israel ini.
Pada hari itu akan terjadi, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan (Amos 8:9-10)

HARI RAYA KEENAM
Sementara itu hari raya keenam yaitu hari raya Pendamaian atau Yom Kippur selain lambang masa berakhirnya masa aniaya besar, juga merupakan momentum Kebangkitan Orang Percaya sebelum Hari Pengangkatan. Hal ini berkaitan dengan Tahun Yobel yang merupakan lambang Kebangkitan Orang Percaya yang selalu diumumkan pada akhir perayaan hari Pendamaian.
Setiap menghadapi hari raya Yom Kippur orang-orang Yahudi akan memakai kittle, yaitu jubah putih polos yang sangat sederhana. Jubah ini pencerminan kemurnian dan hati yang merendah yang harus ditunjukkan menjelang hari raya tersebut. Kitab Wahyu juga menyebutkan perihal jubah putih yang diberikan kepada mereka yang setia sampai mati di masa Kesesakan Besar, hal ini sekali lagi menegaskan bahwa hari raya Yom Kippur dan hari-hari Tribulasi itu saling bekaitan erat.
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. (Wah 6:11)
Jubah putih yang disebutkan dalam ayat tersebut diatas dan kittle yang dipakai orang Yahudi pada hari raya Pendamaian sesungguhnya melambangkan tubuh kemuliaan yang akan diberikan kepada mereka yang telah setia sampai matinya dalam Tuhan, dan mereka akan bangkit mengenakannya pada suatu saat yang tepat dimana menurut aturan Tahun Yobel dalam kitab Imamat akan terjadi pada hari raya Pendamaian.
“… engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…” (Imamat 23:9-10)
Tahun Yobel adalah tahun sabath setiap lima-puluh tahun sekali, dan merupakan masa pembebasan perbudakan dan segala hutang pihutang bangsa Israel. Tahun Yobel adalah lambang pembebasan dari kutuk maut dan hutang dosa, yaitu nubuat Kebangkitan orang percaya yang mati dalam Tuhan. Orang yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan dari kubur mengenakan tubuh baru yang bebas dari maut pada waktu Tahun Yobel yang sesungguhnya digenapi.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1Tes 4:16)
Perhatikan frase sangkakala TUHAN berbunyi adalah momentum pada waktu mengumumkan Tahun Yobel, dimana Tuhan memerintahkan agar sangkakala dibunyikan dimana-mana. Jadi pada hari raya Pendamaian inilah kelak orang-orang percaya yang mati dalam Tuhan akan lebih dahulu dibangkitkan, beberapa hari sebelum hari Pengangkatan. Itu sebabnya kepada mereka yang dibangkitkan, di kitab Wahyu disebutkan agar mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi (Wahyu 6:11). Itulah juga yang dimaksud Paulus ketika menyatakan bahwa mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit (1Tes 4:16b).

HARI RAYA KETUJUH
Hari raya yang Ketujuh yang jatuh lima hari kemudian, yaitu hari raya Pondok Daun atau Tabernakel adalah lambang dari hari Kedatangan Tuhan untuk menjemput umat tebusan-Nya. Berbeda dengan dua hari raya yang mendahuluinya yang harus diperingati dengan prihatin dan khusuk, hari raya ini harus diperingati dengan penuh suka cita dan kegembiraan.
pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil buah-buahan dari tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN Pada hari yang pertama kamu harus mengambil dahan-dahan pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon palem, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu…” (Imamat 23:39-40 KJV)
Perhatikanlah ciri yang unik pada hari raya Pondok Daun, orang-orang Israel diperintahkan membawa dahan-dahan dan pelepah pohon palem dalam perayaan yang penuh sukacita. Hal ini sangat khas dan merupakan nubuat peristiwa yang digambarkan oleh kitab Wahyu pasal Tujuh yang melukiskan suasana orang-orang percaya yang diangkat ke Sorga. Mereka juga melambai-lambaikan dahan pohon palem dan bersuka-ria di hadapan Tuhan.
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
(Wahyu 7:9)
Hari Raya Pondok Daun juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu Hari Raya Pengumpulan Hasil (Chag Ha-Asif= The Feast of Ingathering). Orang-orang Israel biasa mengumpulkan hasil panen akhir tahun sambil merayakan hari Pondok Daun ini, maka hari raya ini diseut juga hari Pengumpulan Hasil atau Penuaian Akhir.
“…demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. (Kel. 23:16b)
Hal ini membuat kita mengerti bahwa hari raya Pondok Daun atau hari Tabernakel merupakan nubuat berkaitan dengan Hari Kedatangan Tuhan untuk mengangkat orang percaya. Peristiwa Pengangkatan (Rapture) sering disebut juga sebagai peristiwa Pengumpulan (Gathering) yang dinubuatkan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil atau Hari Raya Pondok Daun ini.
Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering KJV) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara…” (2 Tes 2:1)
Sudah waktunya untuk menyingkap rahasia ini kepada Jemaat Tuhan Yesus, yaitu bahwa peristiwa Pengangkatan orang percaya yang sering disebut juga sebagai peristiwa Rapture, akan terjadi pada saat jatuhnya hari raya Pondok Daun atau dalam bahasa Ibraninya hari raya Sukkot, yaitu pada tanggal 15 Tishri (bulan Tujuh Yahudi) pada suatu saat yang tidak lama lagi.
Hari raya Pondok Daun jatuh antara September atau Oktober Setiap tahun terus bergerak. Namun kita bisa mencari tahu dari internet, tanggal berapa tepatnya hari raya ini jatuh setiap tahunnya, dan tahun ini hari raya Pondok Daun jatuh pada tanggal 28 September 2015.
Dengan memahami bahwa hari-hari raya adalah nubuat Kedatangan Tuhan, kita bisa berjaga-jaga lebih sungguh lagi. Setelah menyingkapkan Tanggal dan Bulan Kedatangan Tuhan, apakah Alkitab juga menyingkapkan Tahun-Nya? Silakan baca artikel selanjutnya : Memahami Kairos (Waktu Tuhan)


MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)

Tulisan ini merupakan artikel terakhir dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu pada hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan merahasiakannya lagi, karena kini waktunya sudah tiba untuk menyingkapkan. Diharap semua rekan pembaca menyimak dahulu artikel sebelumnya sampai selesai baru kemudian membaca artikel ini. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :
MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)
Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wahyu 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

Di bagian ini kita akan lebih mengerti bahwa TUHAN menghendaki kita umat-Nya memahami detail rencana-Nya termasuk waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam Agenda Tuhan untuk segala sesuatu.
Ada tiga prinsip yang kita akan pahami setelah kita mempelajari rahasia waktu TUHAN dalam Alkitab lebih dalam. Pertama kita akan mengerti bahwa TUHAN bekerja dengan rencana-rencana yang cermat, tidak acak. TUHAN telah merencanakan segala sesuatu dengan agenda dan ketetapan waktu yang cermat. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, artinya segala sesuatu telah direncanakan waktunya secara tepat.
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. (Pkh 3:1)
Yang kedua kita akan mengerti bahwa rencana-rencana TUHAN itu tidak berubah-ubah. Banyak orang berpikir Tuhan sering mengubah rencana-Nya, atau bersifat tidak konsisten, pendapat itu keliru dan merupakan pemahaman yang dangkal. Raja Daud berkata bahwa rencana TUHAN tetap tidak berubah-ubah, bahkan sampai turun-temurun rencana-Nya tidak goyah.
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. (Maz 33:11)
Yang ketiga kita akan mengerti bahwa TUHAN berusaha memberitahu agenda-Nya kepada umat-Nya. Kitab Perjanjian Lama sering disebut sebagai bayangan bagi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang (Ibrani 10:1). Artinya tulisan di dalam Perjanjian Lama mengandung pembeberan dari peristiwa-peristiwa yang TUHAN rencanakan terjadi di zaman akhir ini.
Jika TUHAN telah merencanakan Agenda-Nya secara cermat, lengkap dengan waktu-Nya yang tetap, dan TUHAN berkehendak kita memahami rencana-rencana-Nya secara jelas, dimana kita bisa menemukan Agenda-Nya ? di dalam kitab Taurat-Nya !
Jika kita mempelajari kitab Imamat, kita akan menemukan bahwa rencana Kedatangan Kristus ternyata telah dijabarkan bulan dan tanggalnya sejak jauh-jauh hari. Alkitab telah menyingkapkan pada tanggal dan bulan mana Kristus akan datang untuk kedua kali (Bacalah artikel AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT). Ternyata Kedatangan-Nya untuk mengangkat kita akan terjadi pada saat yang bersamaan dengan hari raya Pondok Daun. Masalahnya setiap tahun ada peringatan hari raya Pondok Daun, apakah Alkitab juga memberi petunjuk mengenai tahun Kedatangan-Nya ?
Mari simak apa yang Alkitab katakan mengenai Tahun Kedatangan-Nya.

TANDA BENDA-BENDA LANGIT
Alkitab tidak hanya menunjukkan Tanggal dan Bulan Kedatangan-Nya lewat hari-hari raya yang dicatat di kitab Imamat, namun juga kapan tepatnya Tahun Kedatangan-Nya. Karena pada prinsipnya TUHAN ingin kita mengerti dengan jelas, setiap detail Agenda-Nya.
Alkitab mengatakan bahwa matahari dan bulan telah ditetapkan menjadi tanda untuk menetapkan waktu, hari-hari dan tahun-tahun. Artinya apa yang terjadi dengan matahari dan bulan adalah clue atau petunjuk yang penting berkaitan dengan waktu.
Berfirmanlah Allah: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun. (Kejadian 1:14)
Ayat di atas berkata bahwa matahari dan bulan itu adalah tanda yang menunjukan tahun-tahun. Jadi untuk mengetahui Tahun Kedatangan Tuhan, kita harus memperhatikan apa yang Alkitab katakan tentang matahari dan bulan dalam kaitannya dengan Kedatangan-Nya.
Dalam mengungkapkan peristiwa Hari Kedatangan Tuhan, Alkitab sering menyebutkan suatu tanda yang khas berkaitan dengan matahari dan bulan. Alkitab berkali-kali menyebutkan bahwa matahari akan menjadi gelap atau menjadi hitam dan bulan menjadi darah atau tidak bercahaya. Ini adalah petunjuk bahwa menjelang peristiwa itu akan terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan. Yoel menyebutkan bahwa menjelang hari Tuhan yang hebat dan dahsyat, matahari akan menjadi gelap gulita dan bulan akan menjadi darah.
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. (Yoel 2:31)
Yesaya juga menyebutkan tanda ini sebelum Hari Tuhan datang, yaitu matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak memancarkan cahayanya.
Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. (Yes 13:9-10)
Tuhan Yesus juga menyebutkan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan ini akan terjadi segera sesudah tribulasi dan menjelang waktu Penampakan Anak Manusia di langit yaitu peristiwa Pengangkatan itu.
Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:29-30)
Rasul Petrus yang penuh Roh Kudus pada hari Pentakosta di Yerusalem juga mengucapkan kembali nubuat Yoel yang menyebutkan tanda peristiwa gerhana matahari dan bulan yang terjadi berturut-turut berkaitan dengan datangnya hari Tuhan yang mulia itu.
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. (Kisah 2:20)
Kitab Wahyu menyingkapkan juga bahwa pada pembukaan meterai keenam, yaitu pada peristiwa hari besar Penampakan Tuhan Yesus (Wahyu 6:16-17), akan sama ditandai dengan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.
Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. (Wah 6:12)
Jadi TUHAN akan membuat tanda alam gerhana matahari yang akan disusul dengan terjadinya gerhana bulan menjelang hari Kedatangan-Nya. Peristiwa alam ini akan menjadi petunjuk waktu untuk memecahkan misteri datangnya hari Pengangkatan orang percaya.

PERISTIWA LUAR BIASA DI 2014-2015
Sejak Tahun 2014, tepatnya pada hari raya Paskah Yahudi 15 April 2014, telah terjadi peristiwa langit yang luar biasa. Suatu peristiwa langka berupa gerhana matahari yang disertai fenomena gerhana bulan darah kembar empat (Tetrad Blood Moon) secara berturut-turut dari bulan April Tahun 2014 hingga akhir September Tahun 2015. Dan yang lebih istimewa lagi setiap peristiwa langit itu semuanya terjadi bertepatan dengan hari-hari raya Yahudi yang disebutkan dalam Imamat 23. Inilah tanda Kedatangan Tuhan yang dimaksudkan oleh Alkitab, dan hal ini terjadi sekarang di hadapan kita, yang hidup di zaman akhir ini.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengumumkan bahwa selama 2014-2015 akan terjadi fenomena gerhana matahari total disertai gerhana bulan darah kembar empat. Gerhana bulan darah kembar empat itu, yang pertama terjadi pada tanggal 15 April 2014 : bertepatan dengan hari Paskah Yahudi 2014, yang kedua pada tanggal 8 Oktober 2014 : bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2014, yang ketiga pada 4 April 2015 : bertepatan dengan hari Paskah Yahudi 2015, dan yang terakhir pada tanggal 28 September 2015 : bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2015.
Sementara itu Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 20 Maret 2015 bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Yahudi, yang bila kita pelajari secara Kalender Alkitabiah tahun baru Yahudi yang akan datang ini merupakan awal dari milenium Ketujuh. Artinya Gerhana Matahari Total yang terjadi tahun 2015 ini selain secara umum sebagai tanda Kedatangan Tuhan menurut nubuat Yoel, namun sekaligus juga merupakan tanda hitungan kalender untuk memasuki masa Milenium Tuhan, yaitu Seribu Tahun Kerajaan Tuhan (Wahyu 20:4). Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini silakan baca artikel Kalender Tuhan.
Dengan terjadinya tanda-tanda langit yang luar biasa ini, TUHAN mengajak kita untuk memahami bahwa Kedatangan Tuhan sungguh-sungguh akan terjadi pada tahun-tahun sekarang ini. Kita telah diajar bahwa Tuhan Yesus akan datang menjemput kita pada hari raya Pondok Daun, dan nabi Yoel telah menyebutkan tanda bulan darah ini ribuan tahun sebelum fenomena gerhana bulan darah yang terjadi pada 2014-2015 ini diumumkan oleh NASA. Dan sekarang ini tanda bulan darah itu benar-benar terjadi berturut-turut pada hari-hari raya Tuhan, termasuk hari raya Pondok Daun. Tidak salah lagi bahwa Hari Tuhan yang dahsyat itu akan terjadi bertepatan dengan hari raya Pondok Daun 2015 dimana seluruh tanda bulan darah ini akan selesai digenapi pada hari yang dahsyat itu.

Kita tidak boleh secara sembarang menyimpulkan sesuatu, tetapi semua harus diuji dengan teliti dan cermat. Bahwa hari Pondok Daun 2015 yang jatuh pada tanggal 28 September itu benar-benar adalah hari Kedatangan Tuhan, harus memenuhi satu syarat lagi yaitu hari raya Pendamaian yang jatuh pada tanggal 23 September 2015 harus merupakan waktu yang tepat untuk mengumumkan Tahun Yobel. Mengapa demikian ? Karena sebelum Pengangkatan harus terjadi dahulu Kebangkitan Orang Percaya yang telah mati dalam Tuhan.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1Tesalonika 4:16)
Sementara itu Kebangkitan Orang Percaya hanya akan terjadi pada Tahun Yobel (Ingat Tahun Yobel adalah lambang Tahun Pembebasan dari maut atau Kebangkitan Orang Percaya). Dan Tahun Yobel harus diumumkan tepat pada hari Pendamaian. Jadi hari Pendamaian yang jatuh pada tanggal 23 September 2015 harus memenuhi syarat sebagai awal Tahun Yobel untuk mendukung kesimpulan bahwa Kedatangan Tuhan akan terjadi pada hari Pondok Daun 2015.

PENGUJIAN TAHUN YOBEL

Menurut aturan Imamat 25, Tahun Yobel adalah Tahun Pembebasan yang dihitung empat puluh sembilan tahun setelah bangsa Israel memperoleh tanah perjanjian.
“…Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. (Imamat 25:2)
Selanjutnya engkau harus menghitung empat puluh sembilan tahun dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana memaklumkan kebebasan Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…” (Imamat 25:8-10)
Untuk menghitung jatuhnya Tahun Yobel harus melihat kondisi bahwa bangsa Israel telah menerima negeri yang dijanjikan TUHAN. Jadi ketika bangsa Israel berada dalam pembuangan seperti di Asyur dan di Babilonia, Tahun Yobel tidak boleh dihitung. Begitu juga selama bangsa Israel terserak ke seluruh dunia sejak penjajahan oleh kekaisaran Romawi.
Pada awal abad ke-20, sejak meletusnya perang dunia pertama, bangsa Israel moderen mulai berbondong-bondong eksodus dari seluruh penjuru dunia, kembali memasuki negeri yang TUHAN janjikan. Pada tanggal 15 Mei tahun 1948 bangsa Israel moderen menyatakan kemerdekaannya. Namun demikian tanah Perjanjian terpenting yaitu kota tua Yerusalem dan Yudea serta Samaria masih dikuasai kerajaan Yordania. Baru pada Tanggal 7 Juni 1967, melalui peristiwa Perang Enam Hari, Yerusalem dan wilayah Yudea-Samaria dapat direbut kembali. Hari itu dirayakan sebagai Yom Yerusalayim, hari kembalinya kota Yerusalem.
Tanggal 7 Juni 1967 adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa Israel, dan hari itu merupakan awal yang tepat untuk menghitung Tahun Yobel menurut aturan Imamat 25. Dan bila kita menghitung 49 tahun atau 17,640 hari (49 x 360 hari) dari tanggal 7 Juni 1967, kita dapat menghitungnya menggunakan komputer dengan program Microsoft Excel misalnya ternyata hasilnya jatuh tepat pada Tanggal 23 September 2015 !
Ini berarti Tanggal 23 September 2015 adalah hari yang sah untuk mengumumkan Tahun Yobel, dan nubuat Kebangkitan para kudus yang telah mati dalam Tuhan benar-benar akan terjadi pada hari tersebut. Ini sekaligus menegaskan bahwa hari raya Pondok Daun yang jatuh pada Tanggal 28 September 2015, akan menjadi hari Kedatangan Tuhan dan hari yang penuh kebahagiaan bagi setiap orang yang menanti-nantikan Dia (Titus 2:13).

Jangan terkejut dengan penyingkapan ini, bukankah Tuhan Yesus telah berkata, bahwa pelita harus ditaruh di atas kaki dian ? Ini artinya Firman harus menjadi Terang bagi Jemaat. Bukankah telah dikatakan bahwa tidak ada rahasia yang tidak akan tersingkap ? Segala sesuatu yang semula tersembunyi akhirnya akan dinyatakan juga kepada jemaat-Nya.
Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar! (Markus 4:21-23)
Selamat memasuki Milenium Baru! Selamat menyambut Kerajaan Tuhan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar