Kamis, 10 Juni 2010

( 34 ) Rasul-rasul Menanti-nanti

( 34 ) Rasul-rasul Menanti-nanti
(Kis 1 : 12 - 14)
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

( 35 ) Matias Dipilih Menggantikan Yudas

( 35 ) Matias Dipilih Menggantikan Yudas
(Kis 1 : 15 - 26)
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: “Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini.” –Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri “Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah–. “Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.
Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”
Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

( 36 ) Pentakosta

( 36 ) Pentakosta
(Kis 2 : 1 -13)
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

( 37 ) Khotbah Petrus

( 37 ) Khotbah Petrus
(Kis 2 : 14 - 40)
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:
Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia:
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”
Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

( 38 ) Cara Hidup Jemaat Pertama

( 38 ) Cara Hidup Jemaat Pertama
(Kis 2 : 41 - 47)
Orang-orang yang meneima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

( 39 ) Penutup

( 39 ) Penutup
Sesungguhnya semua manusia adalah berdosa, sebab kita telah dilahirkan dari dosa. Semenjak manusia pertama Adam jatuh dalam dosa, karena melanggar perintah Tuhan di taman eden. Maka semenjak itu semua manusia yang dilahirkan dari keturunan Adam –yaitu kita semua– telah kehilangan kemuliaan Allah, sebab hanya sekali saja Tuhan menghembuskan nafas hidup yaitu Roh-Nya hanya kepada Adam, dan Roh itu telah hilang dari padanya sehingga kita yang telah dilahirkan dari pada keturunan Adam pun kehilangan Roh Allah yang seharusnya tetap kita miliki seandainya Adam tidak jatuh dalam dosa.
Adapun manusia telah berbuat cemar dihadapan Tuhan, kita semua telah melakukan segala perbuatan dosa, sekalipun Tuhan telah memberikan kepada kita Hukum Taurat, justru dari hukum itulah kita semangkin berbuat dosa. Supaya genaplah segala perbuatan dosa kita dan upah yang akan kita semua dapatkan adalah kebinasaan didalam api neraka bersama dengan iblis dan malaikat-malaikatnya, sebab upah dosa adalah maut. Dapatkan kita memegahkan diri dihadapan Allah? Adakah dari kita seorangpun layak untuk diselamatkan?
Tetapi karena kasih karunia Allah, maka telah diberikan Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri untuk datang kedunia dan mati bagi dunia ini supaya menjadi dasar didalam kehidupan kita dan menjadi jalan pendamaian karena iman, karena melalui penebusan-Nya lah kita semua telah dibenarkan dalam darah-Nya.
Sebab dosa telah masuk ke dalam dunia karena satu orang saja, Adam. Dan akibat dari dosa adalah maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua manusia, karena semua manusia telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak akan diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Tetapi kasih karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang, semua orang telah jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak seimbang dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugrahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi kita, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
Dari dari kebangkitan-Nya dari antara orang mati, yang mendahului akan datang nya Roh Kudus, sekarang telah tercurah kepada semua orang supaya kita semua memperoleh kembali kemuliaan Allah yang telah hilang semenjak manusia pertama jatuh dalam dosa. Karena itu peganglah teguh segala keselamatan akan kehidupan kekal yang telah kita dapatkan secara cuma-Cuma dari pengorbanan Yesus dikayu salib supaya kita tetap memperoleh tempat yang telah Dia sediakan di sorga pada akhirnya. Amin

DikutipdariLembagaAlkitabIndonesia(LAI)
DisusunolehErikTanata

Kamis, 27 Mei 2010

PESAN UNTUK PENGURUS CLUB JANTUNG SEHAT INDONESIA

JADILAH PEMIMPIN

DR. David Yonggi Cho:
“God is our leader. We are His slav. We must be completely surrendered to Him to become a leader”

Abraham meninggalkan tanah kelahirannya, dan Abraham mengatakan bahwa visi Tuhan telah mendorongnya untuk pergi dari negara keluarganya dan semua yang dia kenal. Ketika Anda memiliki visi Tuhan harus bergerak maju.
Ketika cita-cita Allah datang; Anda tidak akan menjadi orang yang lama lagi. Cita-cita ini akan menggerakkan Anda ke tempat yang Anda tidak pernah kunjungi sebelumnya.
Kristen Perjajian Baru tidaklah spesial, namun pada Hari Pantekosta mereka menerima Roh Kudus dari ketinggian. Tuhan memberi mereka sebuah visi yang baru.
Orang-orang itu harus pergi dari kotanya yang kecil, dan mereka harus meninggalkan dan pergi Mereka hams meninggalkan rumah mereka, keluarga mereka, dan kehidupan mereka menuju Yudea, Samaria, dan bahkan ke bagian paling ujung dari bumi
Ketika Tuhan memberikan Anda sebuah visi atau cita-cita, Anda tidak boleh berdiam diri; Anda harus mendorong maju ke dalam sebuah dunia baru.
Tuhan mempunyai cita-cita untuk setiap orang. Cita-cita Tuhan adalah salib kalvari.
Tuhan Yesus Kristus telah memberikan Anda ampunan dosa. Ketika Anda menerima penebusan Tuhan, maka Anda akan meninggalkan kehidupan masa lalu Anda. Anda harus melupakan kehidupan Anda yang penuh dosa dan hampa.
Tuhan telah memberi Anda sebuah visi yang baru, dan itu adalah meninggalkan setan, sifat lama Anda dan dunia Anda. Yaitu melalui Roh Kudus di mana Anda menerima visi dan cita-cita baru ini, dan Anda akan meninggalkan cara-cara lama.
Tuhan ingin agar Anda meninggalkan dunia Anda yang penuh dosa. Anda akan meninggalkan sakit dan penyakit. Anda akan meninggalkan cara lama Anda yang penuh penderitaan dan memasuki ke dunia baru bersama Yesus Kristus.
Ketika Anda memiliiki visi Tuhan, Anda akan meninggalkan dosa, iblis, dan dunia. Anda akan menjadi orang baru, Anda semua sebagai pengurus club jantung sehat terus melalui Tuhan Yesus kristus, Anda akan mempunyai sebuah visi yang baru. Tuhan mengatakan, "Bukalah mulutmu lebar-lebar, dan Aku akan mengisinya." Tuhan akan memberi Anda semua yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang pengurus yang baik.
Roh Kudus akan memberikan semua kehidupan baru di mana Anda akan menemukan Kehadiran Allah yang memberikan kasih, kegembiraan dan damai baru. Ubahlah dari cara-cara duniawi, dosa dan iblis dan datanglah kepada Yesus Kristus.
Roh Kudus ingin memberikan Anda sebuah visi, sebuah cita-cita dan sebuah wahyu. Anda akan bergerak dari kemuliaan ke kemuliaan.
Hal kedua yang harus Anda miliki adalah iman pribadi, dan pemikian
Anda harus positif dan terpenuhi dengan harapan. Tuhan tidak bisa menggunakan orang yang berpikiran bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa yang Dia perintahkan.
Mereka tidak boleh berpikir akan keadaan gelap mereka, namun mereka hams meminta pada Tuhan agar diberi ImanNya, harapan dan sikap positif. Karena Yesus mencucurkan darahNya di kayu salib, kita bisa menjadi seorang yang mampu mengatasi masalah, berdoa dan menjadi pemenang melalui Kristus.
Dunia dikuasai iblis, namun Yesus Kristus telah menaklukkan dunia. Dia akan memberikan Anda kekuatan untuk mengatasi sebagaimana Anda mencari Dia dan berfokus kepadaNya.
Meskipun ketika kita berada pada kondisi kesedihan dan kesengsaraan, kita akan meraih kemenangan karena Yesus Kristus. Kita bisa berpikiran positif karena Yesus Kristus telah menanggung dosa-dosa kita.
Kita menang atas dosa dan penyakit karena darah Yesus Kristus. Kita dapat menjadi positif.

Ketika kita berpikiran positif, kita akan mempunyai berkat dari Tuhan. Kita harus selalu berpikiran dengan iman. Seorang yang berpikiran negatif tidak akan dapat mempunyai iman.
Ketika kita berdoa, Roh Kudus memberikan kita Finnan Tuhan, Kita harus menggunakan Firman Tuhan sebagai dasar dalam kehidupan kita.
Mazmur 91:1-3, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha tinggi, dan bermalam dalam naungan Yang Maha kuasa akan berkata kepada Tuhan: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahanan Allahku, yang kupercayai." Sungguh Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung.
Mazmur 23, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebah Engkau besertaku." Dia melindungi dan membimbing kita dalam pelayanan.

Kitab kita penuh dengan janji-janji Tuhan, dan kita harus berpihak pada Firman Tuhan. Firman Tuhan tidak akan pemah berubah.

Ketika badai datang di Laut Galilea, para murid telah melupakan Firman Tuhan, dan mereka menjadi takut. Yesus bertanya kepada mereka, "Manakah iman kalian?" Mereka hanya melihat pada kondisi, dan mereka tidak melihat pada Firman Tuhan di dafam hati mereka.

Kita harus kembali ke Alkitab !

Kita harus meyakininya, dan kita harus berdoa. Kemudian kekuatan Tuhan akan datang kepada kita.
Tuhan mengubah nama Abraham sehingga dia dapat mengakui bahwa dia menjadi bapa dari segala bangsa, dia mengubah nama Petrus dari sebuah batu sehingga dia dapat menyebarkan Firman Tuhan.
Anda dapat mengaku bahwa orang yang diampuni dosanya. Anda harus mewartakan bahwa Anda telah disembuhkan, dan Anda telah diberkati.
Anda membutuhkan iman untuk mewartakan Firman Allah, dan selanjutnya Anda akan mempunyai kekuatan Tuhan di dalam kehidupan Anda.

Karya surga datang melalui pernyataan iman.

Sekalipun Anda tidak dapat melihat sebuah kesembuhan dengan mata Anda, Anda harus menyatakannya. Kita membutuhkan iman Tuhan untuk menyatakan jawaban.
Sebelum keadaan berubah, akan ada perubahan di dalam hati Anda. Kemudian perubahan itu akan datang melalui kekuatan Tuhan.
Yang Anda butuhkan:
1. Visi dari Tuhan.
2. Pikiran positif.
3. Berpihak pada Firman Allah.
4. Menyatakan Firman Allah.

Ketika Roh Kudus datang pada Anda, Tuhan dapat menggunakan Anda. Sekalipun Anda tidak berpendidikan di bidang teologia, Tuhan dapat menggunakan Anda sebagai seorang pengurus yang berhasil. Kita dapat melakukannya dengan keagungan Tuhan.
Tuhan akan memberikan hati baru, harapan bau, dan kekuatan baru. Kemuliaan Tuhan akan bersama anda!. Ikuti saja akan mauNya.

JADILAH PELAYAN SOSIAL

Semua pengurus Club Jantung Sehat Indonesia, perlu turun melayani masyarakat terutama melayani wong cilik dan membuka lapangan kerja untuk para pengangguran, membantu pemerintah melaksanakan PP No. 7. saya rindu semua pengurus Club Jantung Sehat Indonesia bisa mengemban tugas sebagai " pelayan sosial " di mana mana.

Suatu posisi pelayan sosial seharusnya mereka yang mempunyai visi untuk melayani orang lain, bukan kepada mereka yang mempunyai visi untuk mendapatkan posisi.

Contohnya,

Visi Lincoln adalah untuk melayani para budak dengan cara memerdekakan mereka. Jadi, visinya bukan untuk menjadi presiden Amerika. Jika kita berharap untuk menjadi pelayan sosial yang bertujuan melayani Tuhan dan sesama, maka itu akan menjadi ambisi yang terhormat.

Setiap orang berharap untuk menjadi besar, namun para pelayan sosial berusaha untuk menjadi hamba terlebih dahulu daripada menjadi besar.

Pelayan sosial dimulai dengan keinginan diri sendiri untuk melayani. Itulah yang Yesus Kristus minta dari kita.

Suatu posisi pelayan sosial seharusnya mereka yang mempunyai visi untuk melayani orang lain, bukan kepada mereka yang mempunyai visi untuk mendapatkan posisi. Contohnya, Visi Lincoln adalah untuk melayani para budak dengan cara memerdekakan mereka. Jadi, visinya
bukan untuk menjadi presiden Amerika. Jika kita berharap untuk menjadi pelayan sosial yang bertujuan melayani Tuhan dan sesama, maka itu akan menjadi ambisi yang terhormat.

"Kamu tahu bahwa mereka yang disebut sebagai pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi tidaklah demikian dengan kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terdepan, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya" (Markus 10:42-44).

"Raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan hendaklah yang memimpin sebagai pelayan" (Lukas 22:25-26)

Kita mungkin memperdebatkan istilah " pelayan sosial ". Istilah ini merupakan istilah paradoks (berlawanan). Kita menunjuk pada istilah pelayan , sebagai seorang yang tunduk/patuh. Arti " pelayan " kelihatan berlawanan dengan arti "hamba". Tetapi Yesus Kristus menyamakan istilah "hamba" dengan "kemegahan (greatness)". Yesus
mengajarkan bahwa kemegahan dapat diraih hanya dengan melayani orang lain.

Kemegahan dapat diraih dengan menghindarinya, bukan dengan mengejarnya. Ini merupakan prinsip kehidupan murid-muridNya yang diberikan Tuhan kepada kita. Bahkan Yesus Kristus sendiri, Anak Allah yang memiliki seluruh otoritas di bumi dan di sorga, mau melayani. (Lukas 22:27)

Para pelayan sosial akan dihargai karena pelayanan mereka terhadap orang lain. Anak Allah yang datang untuk melayani kita dan telah melayani kita hingga kematianNya, telah menjadi Raja atas segala raja.
Kita juga menemukan prinsip yang sama dalam kisah Rehabeam. Setelah kematian Raja Salomo, segenap jemaah Israel datang kepada Raja Rehabeam dan berkata kepadanya, "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami supaya kami menjadi hambamu
(I Raja-raja 12:4).

Kemudian Rehabeam meminta nasehat dari para tua-tua yang telah mendampingi ayahnya yaitu Salomo selama hidup mereka. Rehabeam bertanya, "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?" Para tua-tua itu berkata, "Jika pada hari ini engkau mau menjadi hamba bagi rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka akan menjadi
hamba-hambamu sepanjang waktu." (I Raja-raja 12:7).

Ini merupakan prinsip Alkitabiah, bahwa jika seseorang ingin dilayani, maka ia harus melayani terlebih dahulu

Pembina Yayasan Full Gospel Indonesia
Bambang Wiyono
081 2327 3886